alexametrics
29.4 C
Kudus
Monday, June 27, 2022

Pedagang Tolak Dipindahkan, Relokasi Pasar Kota Rembang Gagal Tahun Ini

REMBANG – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Rembang menyatakan kesiapan administratif maupun teknis terkait pemindahan Pasar Kota Rembang. Namun begitu, pemkab mengaku masih ada penolakan dari sejumlah pedagang. Sehingga, relokasi pedagang kemungkinan tak bisa tahun ini.

Baca Juga : Bawa Kabur Mobil Janda Asal Rembang, Brimob Gadungan ini Diamankan Polres Kudus

Bupati Rembang Abdul Hafidz menyampaikan, terkait dengan pemindahan pasar, menurutnya hingga saat ini masih perlu komunikasi intens dengan para pedagang. Pihaknya menyadari masih ada dari pedagang yang belum setuju apabila pasar yang terletak di Desa Sumberjo itu dipindahkan. “Padahal, pasar ini masuk Perpres 79,” katanya.


Disisi lain, Hafidz menyatakan bahwa Pemkab Rembang sudah siap terkait sejumlah persyaratan. Baik itu mulai dari kesiapan Pemkab Rembang secara administratif maupun teknis. “Sudah siap secara administratif dan teknis,” imbuhnya.

Sehingga, saat ini, Hafidz pikamnya mengaku sudah siap. Mulai dari penyelesaian Desain Engineering Detail (DED) yang sudah clear hingga terkait pelebaran jalan. Beberapa waktu lalu Pemkab Rembang sempat diminta untuk melebarkan jalan. Dan, pihaknya sudah merencanakan pelebaran jalan. “Sudah kami lebarkan tahun ini,” ujarnya.

Baca Juga :  Sedekah Ilmu, PLTU Rembang Fasilitasi Pelatihan Menjahit pada Difabel

Diberitakan sebelumnya, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPU dan Taru) sudah memetakan titik jalan yang akan dilebarkan. Diantaranya, Jalan Yos Sudarso.

Semula lebar awal hanya 4 meter, direncanakan peningkatan menjadi 7 meter. Termasuk Sumberjo, awalnya 4 meter menjadi 5,5 meter.

Selanjutnya pelebaran Jalan A. Yani, dengan lebar awal 4 meter menjadi 5,5 meter, KS Tubun lebar awal 4 meter menjadi 5,5 meter, dan Jalan Slemet Riyadi dari 6 meter menjadi 7 meter.

Sehingga, menurut Hafidz yang menjadi PR saat ini adalah komunikasi dengan pedagang, agar berkenan pasar digeser ke sebelah barat. Hafidz juga menerima desas-desus kekhawatiran, apabila pasar dipindah, akan tidak laku.

Namun, menurutnya rumor tersebut tidak masuk akal. Karena pasar Rembang hanya satu. Ke depan, pihaknya akan teru berkoordinasi sehingga tahun depan pasar sudah bisa dibangun. (vah/ali)






Reporter: Vachry Rizaldi Luthfipambudi

REMBANG – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Rembang menyatakan kesiapan administratif maupun teknis terkait pemindahan Pasar Kota Rembang. Namun begitu, pemkab mengaku masih ada penolakan dari sejumlah pedagang. Sehingga, relokasi pedagang kemungkinan tak bisa tahun ini.

Baca Juga : Bawa Kabur Mobil Janda Asal Rembang, Brimob Gadungan ini Diamankan Polres Kudus

Bupati Rembang Abdul Hafidz menyampaikan, terkait dengan pemindahan pasar, menurutnya hingga saat ini masih perlu komunikasi intens dengan para pedagang. Pihaknya menyadari masih ada dari pedagang yang belum setuju apabila pasar yang terletak di Desa Sumberjo itu dipindahkan. “Padahal, pasar ini masuk Perpres 79,” katanya.

Disisi lain, Hafidz menyatakan bahwa Pemkab Rembang sudah siap terkait sejumlah persyaratan. Baik itu mulai dari kesiapan Pemkab Rembang secara administratif maupun teknis. “Sudah siap secara administratif dan teknis,” imbuhnya.

Sehingga, saat ini, Hafidz pikamnya mengaku sudah siap. Mulai dari penyelesaian Desain Engineering Detail (DED) yang sudah clear hingga terkait pelebaran jalan. Beberapa waktu lalu Pemkab Rembang sempat diminta untuk melebarkan jalan. Dan, pihaknya sudah merencanakan pelebaran jalan. “Sudah kami lebarkan tahun ini,” ujarnya.

Baca Juga :  Sedekah Ilmu, PLTU Rembang Fasilitasi Pelatihan Menjahit pada Difabel

Diberitakan sebelumnya, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPU dan Taru) sudah memetakan titik jalan yang akan dilebarkan. Diantaranya, Jalan Yos Sudarso.

Semula lebar awal hanya 4 meter, direncanakan peningkatan menjadi 7 meter. Termasuk Sumberjo, awalnya 4 meter menjadi 5,5 meter.

Selanjutnya pelebaran Jalan A. Yani, dengan lebar awal 4 meter menjadi 5,5 meter, KS Tubun lebar awal 4 meter menjadi 5,5 meter, dan Jalan Slemet Riyadi dari 6 meter menjadi 7 meter.

Sehingga, menurut Hafidz yang menjadi PR saat ini adalah komunikasi dengan pedagang, agar berkenan pasar digeser ke sebelah barat. Hafidz juga menerima desas-desus kekhawatiran, apabila pasar dipindah, akan tidak laku.

Namun, menurutnya rumor tersebut tidak masuk akal. Karena pasar Rembang hanya satu. Ke depan, pihaknya akan teru berkoordinasi sehingga tahun depan pasar sudah bisa dibangun. (vah/ali)






Reporter: Vachry Rizaldi Luthfipambudi

Most Read

Artikel Terbaru

/