alexametrics
29.4 C
Kudus
Monday, June 27, 2022

Ngulahan Park Sedan Rembang Sehari Kantongi Rp 20 Juta, Pengelola: Bisa Tembus 3000 Pengunjung

REMBANG – Pembangunan Ngulahan Park, di Desa Ngulahan Kecamatan Sedan membawa dampak positif bagi pertumbuhan ekonomi desa. Dalam sehari perputaran uang bisa tembus sampai Rp 20 juta.

Baca Juga : Pedagang Tolak Dipindahkan, Relokasi Pasar Kota Rembang Gagal Tahun Ini

Wisata ini dirintis beberapa waktu lalu. Dari pantauan Jawa Pos Radar Kudus sekitar April 2021 lalu, taman ngulahan berada di samping lapangan. Saat itu, kondisi lapangan masih rerumputan biasa. Belum ada pernak pernik hiasan taman.


Sekarang, tempat itu makin cantik. Lahan seluas sekitar 3,5 hektare itu disulap menjadi taman dengan beberapa wahana. Di Ngulahan Park pengunjung bisa menikmati suasana asri dengan berbagai satwa burung dan lainnya.

Di sini ada 27 jenis satwa. Seperti merak, jalak urai, bangau tong-tong, hingga ular. Konsepnya, untuk satwa burung sebagian besar dibiarkan terbuka. Sementara, untuk ular dimasukkan di dalam kandang. “Kalau malam sudah ada Linmas yang jaga,” kata Hasan Efendi, Ketua Pengelola Ngulahan Park.

Ia mengaku belum ada grand launching secara resmi terkait pembukaan wisata ini. Antusias pengunjung mulai tampak ketika Ramadhan kemarin, di sini dibuka paket buka bersama.

Setelah itu, ia melihat ada antusias dari pengunjung. Sebelum berpenghasilan, Karang Taruna di Desa Ngulahan secara swadaya menjaga keamanan di lokasi ini. Sampai saat ini, di Ngulahan Park sudah bisa memberdayakan 16 pemuda karang taruna. Jika hari libur, ketika ramai-ramainya bisa menggandeng tenaga kerja dari desa tetangga.

Baca Juga :  Pekan Ketujuh Penataan Jalan Alternatif Kota Rembang masih Pengerukan

“Bantu supaya tidak macet. Mungkin ada sekitar 30 an, kalau hari minggu,” imbuhnya.

Saat ini, di Ngulahan Park juga sudah ada lapak-lapak pedagang penjual jajanan. Kata Hasan, total ada 27 UMKM, jumlah itu belum termasuk ibu-ibu yang menyetorkan atau menitipkan makanan. Jima dihitung, saat ini sudah ada 50 KK yang aktif. Disisi lain, di Ngulahan Park juga ada wahana kolam renang dan berkuda.”Ada enam warga yang beli kuda, 30 persennya masuk BUMDes,” imbuhnya.

Terkait dengan skema tarif, kata Hasan, saat ini belum ada harga tiket masuk. Pengunjung hanya dikenai parkir motor Rp 5 ribu dan mobil Rp 10 ribu. Bila ingin mencoba berkuda, bisa merogoh kocek Rp 15 ribu dan berenang Rp 10 ribu.

Dengan skema tarif demikian, jika puncak kunjungan bisa tembus sampai tiga ribu pengunjung. Perputaran uang sehari sekitar Rp 12 Juta, jika waktu ramai bahkan sampai sekitar Rp 20 Juta. “Tapi itu kotornya,” katanya. (vah/ali)






Reporter: Vachry Rizaldi Luthfipambudi

REMBANG – Pembangunan Ngulahan Park, di Desa Ngulahan Kecamatan Sedan membawa dampak positif bagi pertumbuhan ekonomi desa. Dalam sehari perputaran uang bisa tembus sampai Rp 20 juta.

Baca Juga : Pedagang Tolak Dipindahkan, Relokasi Pasar Kota Rembang Gagal Tahun Ini

Wisata ini dirintis beberapa waktu lalu. Dari pantauan Jawa Pos Radar Kudus sekitar April 2021 lalu, taman ngulahan berada di samping lapangan. Saat itu, kondisi lapangan masih rerumputan biasa. Belum ada pernak pernik hiasan taman.

Sekarang, tempat itu makin cantik. Lahan seluas sekitar 3,5 hektare itu disulap menjadi taman dengan beberapa wahana. Di Ngulahan Park pengunjung bisa menikmati suasana asri dengan berbagai satwa burung dan lainnya.

Di sini ada 27 jenis satwa. Seperti merak, jalak urai, bangau tong-tong, hingga ular. Konsepnya, untuk satwa burung sebagian besar dibiarkan terbuka. Sementara, untuk ular dimasukkan di dalam kandang. “Kalau malam sudah ada Linmas yang jaga,” kata Hasan Efendi, Ketua Pengelola Ngulahan Park.

Ia mengaku belum ada grand launching secara resmi terkait pembukaan wisata ini. Antusias pengunjung mulai tampak ketika Ramadhan kemarin, di sini dibuka paket buka bersama.

Setelah itu, ia melihat ada antusias dari pengunjung. Sebelum berpenghasilan, Karang Taruna di Desa Ngulahan secara swadaya menjaga keamanan di lokasi ini. Sampai saat ini, di Ngulahan Park sudah bisa memberdayakan 16 pemuda karang taruna. Jika hari libur, ketika ramai-ramainya bisa menggandeng tenaga kerja dari desa tetangga.

Baca Juga :  Buka Rakor PWRI, Wabup Rembang Paparkan Proyek Kota Pusaka Lasem

“Bantu supaya tidak macet. Mungkin ada sekitar 30 an, kalau hari minggu,” imbuhnya.

Saat ini, di Ngulahan Park juga sudah ada lapak-lapak pedagang penjual jajanan. Kata Hasan, total ada 27 UMKM, jumlah itu belum termasuk ibu-ibu yang menyetorkan atau menitipkan makanan. Jima dihitung, saat ini sudah ada 50 KK yang aktif. Disisi lain, di Ngulahan Park juga ada wahana kolam renang dan berkuda.”Ada enam warga yang beli kuda, 30 persennya masuk BUMDes,” imbuhnya.

Terkait dengan skema tarif, kata Hasan, saat ini belum ada harga tiket masuk. Pengunjung hanya dikenai parkir motor Rp 5 ribu dan mobil Rp 10 ribu. Bila ingin mencoba berkuda, bisa merogoh kocek Rp 15 ribu dan berenang Rp 10 ribu.

Dengan skema tarif demikian, jika puncak kunjungan bisa tembus sampai tiga ribu pengunjung. Perputaran uang sehari sekitar Rp 12 Juta, jika waktu ramai bahkan sampai sekitar Rp 20 Juta. “Tapi itu kotornya,” katanya. (vah/ali)






Reporter: Vachry Rizaldi Luthfipambudi

Most Read

Artikel Terbaru

/