alexametrics
29.4 C
Kudus
Monday, June 27, 2022

Draft Rencana Tata Ruang Wilayah Jalan Lingkar Rembang-Lasem Belum Jelas

REMBANG – Draf Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) untuk proyek jalan lingkar Rembang belum ada kejelasan. Tak hanya itu, hingga Jumat (17/6) rencana pinjaman untuk pembebasan tanah juga masih abu-abu.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUTaru) Kabupaten Rembang EC Ganti Arto membenarkan jika draft RTRW belum jelas. Namun menurutnya mungkin menyesuaikan atau jalan yang menyesuaikan.

”Karena jalan lingkar segera mungkin. Tidak mungkin jika menunggu RTRW,” katanya saat dikonfirmasi Jawa Pos Radar Kudus.


Gantiantor menyebutkan draf RTRW butuh banyak unsur untuk menyusunya. Karena bukan pihak DPUTaru saja. Tetapi juga OPD, termasuk dari unsur DPRD, tenaga ahli dari Bandung. Kemudian juga melibatkan dari ESDM dan Kementerian.

”Butuh melibatkan banyak unsur. Untuk menetapkan draf RTRW,” terangnya.

Pihaknya mengaku untuk proses DPUTaru bersama DPRD sudah ke Bandung. Ke Dirjen. Dari hasil diskusi disana memang masih banyak kekurangan yang dikaji lagi. Diteliti lagi terkait drat tersebut.

Baca Juga :  Zero Konflik, Desa Pamotan Jadi Percontohan Rumah Restorative Justice

“Lalu bagaimana dengan lokasi jalan lingkar? Lokasinya sebagai apa? Hal itu juga belum jelas hingga pertengahan tahun ini. Kebetulan Rembang masih mengejar dana pinjam bank. Untuk nantinya digunakan pembebasan lahan,” katanya.

Ia menambahkan lokasi nanti setelah ada jalan lingkar, Pak Bupati mengatakan UMKM bisa memanfaatkan jalur tersebut. Untuk pengembangan UMKM di zona tersebut.

“Gambaran perbandingan. Untuk jalur tol daerah tidak dapat apa-apa. Cuma kalau ada jalan lingkar untuk UMKM diharapkan bisa bergerak disitu. Karena selama ini UMKM terpencar. Mungkin jadi jalan lingkar bisa terpusat jadi satu. Mungkin juga bisa menangkap industri-industri. Investor-investor yang akan mengembangkan usahanya,” imbuhnya. (noe/ali)






Reporter: Wisnu Aji

REMBANG – Draf Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) untuk proyek jalan lingkar Rembang belum ada kejelasan. Tak hanya itu, hingga Jumat (17/6) rencana pinjaman untuk pembebasan tanah juga masih abu-abu.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUTaru) Kabupaten Rembang EC Ganti Arto membenarkan jika draft RTRW belum jelas. Namun menurutnya mungkin menyesuaikan atau jalan yang menyesuaikan.

”Karena jalan lingkar segera mungkin. Tidak mungkin jika menunggu RTRW,” katanya saat dikonfirmasi Jawa Pos Radar Kudus.

Gantiantor menyebutkan draf RTRW butuh banyak unsur untuk menyusunya. Karena bukan pihak DPUTaru saja. Tetapi juga OPD, termasuk dari unsur DPRD, tenaga ahli dari Bandung. Kemudian juga melibatkan dari ESDM dan Kementerian.

”Butuh melibatkan banyak unsur. Untuk menetapkan draf RTRW,” terangnya.

Pihaknya mengaku untuk proses DPUTaru bersama DPRD sudah ke Bandung. Ke Dirjen. Dari hasil diskusi disana memang masih banyak kekurangan yang dikaji lagi. Diteliti lagi terkait drat tersebut.

Baca Juga :  Semen Gresik ”Nyawiji” dan Berbagi dengan Sedulur Sikep

“Lalu bagaimana dengan lokasi jalan lingkar? Lokasinya sebagai apa? Hal itu juga belum jelas hingga pertengahan tahun ini. Kebetulan Rembang masih mengejar dana pinjam bank. Untuk nantinya digunakan pembebasan lahan,” katanya.

Ia menambahkan lokasi nanti setelah ada jalan lingkar, Pak Bupati mengatakan UMKM bisa memanfaatkan jalur tersebut. Untuk pengembangan UMKM di zona tersebut.

“Gambaran perbandingan. Untuk jalur tol daerah tidak dapat apa-apa. Cuma kalau ada jalan lingkar untuk UMKM diharapkan bisa bergerak disitu. Karena selama ini UMKM terpencar. Mungkin jadi jalan lingkar bisa terpusat jadi satu. Mungkin juga bisa menangkap industri-industri. Investor-investor yang akan mengembangkan usahanya,” imbuhnya. (noe/ali)






Reporter: Wisnu Aji

Most Read

Artikel Terbaru

/