alexametrics
29.4 C
Kudus
Monday, June 27, 2022

Taman Kartini Rembang Dirombak, Pemkab Kucurkan Rp 40 Miliar

REMBANG – Pemkab Rembang berencana merombak wisata Taman Kartini. Namun, Proyeksi dana dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) baru bisa mengcover Rp 10 miliar. Sementara, estimasi biaya diperkirakan mencapai Rp 40 miliar.

Baca Juga : Warga Tasikagung Rembang Tersengat Listrik saat Pasang Antena, Begini Kronologinya

Bupati Rembang Abdul Hafidz menyampaikan rencana pengembangan pariwisata. Menurutnya, saat ini desa-desa di Rembang sudah bergerak untuk mengelola wisata. Total ada 28 desa yang menggerakkan potensi destinasi melalui Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). Di sisi lain, pihaknya juga berencana mengembangkan wisata taman kartini.


Salah satu alasan mengembangkan Pelabuhan Perikanan Pantai (PPP) Tasikagung yakni dinilai berdampak pada TRP Pantai Kartini yang lokasinya bersebelahan dengan rencana breakwater PPP Tasikagung di sebelah Timur.

Selain itu, TRP Taman Kartini dinilai perlu dilakukan revitalisasi untuk percepatan pemulihan pasca Covid-19 di sektor pariwisata. Ke depan, destinasi ini juga berfungsi sebagai shelter Pedagang Kaki Lima (PKL) dan pusat kuliner Rembang.

Baca Juga :  Urai Kemacetan Rembang-Pati, Sopir Truk Diimbau Menunggu di 10 Area Parkir

Namun, untuk saat ini pihak nya belum bisa merubah lokasi ini sepenuhnya. Untuk merevitalisasi TRP Taman Kartini yang rencananya akan dilaksanakan pada 2023 nanti. Hafidz menambahkan, dibutuhkan anggaran sekitar Rp 40 Miliar. Pihaknya berencana menganggarkan melalui APBD sekitar Rp 10 Miliar.

Sisanya, beberapa waktu lalu, saat melaksanakan Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) Provinsi di Blora, Hafidz mengusulkan tambahan anggaran Rp 30 Miliar kepada Pemerintah Provinsi (Pemprov). “Itu (revitalisasi Taman Kartini, Red) prioritas,” ujarnya.

Terpisah, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Dinbudpar) Rembang Muttaqin menyampaikan, penataan Taman Kartini akan sesuai dengan perencanaan, sehingga terkait dengan penyelenggaraan kegiatan di destinasi ke depan akan disesuaikan dengan pelaksanaan revitalisasi. “Jadi kami sesuaikan dulu dengan keadaan di 2023,” ujarnya. (vah/mal)






Reporter: Vachry Rizaldi Luthfipambudi

REMBANG – Pemkab Rembang berencana merombak wisata Taman Kartini. Namun, Proyeksi dana dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) baru bisa mengcover Rp 10 miliar. Sementara, estimasi biaya diperkirakan mencapai Rp 40 miliar.

Baca Juga : Warga Tasikagung Rembang Tersengat Listrik saat Pasang Antena, Begini Kronologinya

Bupati Rembang Abdul Hafidz menyampaikan rencana pengembangan pariwisata. Menurutnya, saat ini desa-desa di Rembang sudah bergerak untuk mengelola wisata. Total ada 28 desa yang menggerakkan potensi destinasi melalui Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). Di sisi lain, pihaknya juga berencana mengembangkan wisata taman kartini.

Salah satu alasan mengembangkan Pelabuhan Perikanan Pantai (PPP) Tasikagung yakni dinilai berdampak pada TRP Pantai Kartini yang lokasinya bersebelahan dengan rencana breakwater PPP Tasikagung di sebelah Timur.

Selain itu, TRP Taman Kartini dinilai perlu dilakukan revitalisasi untuk percepatan pemulihan pasca Covid-19 di sektor pariwisata. Ke depan, destinasi ini juga berfungsi sebagai shelter Pedagang Kaki Lima (PKL) dan pusat kuliner Rembang.

Baca Juga :  Lima Kecamatan di Rembang Berpotensi Ikuti Transmigrasi, ini Daftarnya

Namun, untuk saat ini pihak nya belum bisa merubah lokasi ini sepenuhnya. Untuk merevitalisasi TRP Taman Kartini yang rencananya akan dilaksanakan pada 2023 nanti. Hafidz menambahkan, dibutuhkan anggaran sekitar Rp 40 Miliar. Pihaknya berencana menganggarkan melalui APBD sekitar Rp 10 Miliar.

Sisanya, beberapa waktu lalu, saat melaksanakan Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) Provinsi di Blora, Hafidz mengusulkan tambahan anggaran Rp 30 Miliar kepada Pemerintah Provinsi (Pemprov). “Itu (revitalisasi Taman Kartini, Red) prioritas,” ujarnya.

Terpisah, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Dinbudpar) Rembang Muttaqin menyampaikan, penataan Taman Kartini akan sesuai dengan perencanaan, sehingga terkait dengan penyelenggaraan kegiatan di destinasi ke depan akan disesuaikan dengan pelaksanaan revitalisasi. “Jadi kami sesuaikan dulu dengan keadaan di 2023,” ujarnya. (vah/mal)






Reporter: Vachry Rizaldi Luthfipambudi

Most Read

Artikel Terbaru

/