alexametrics
27 C
Kudus
Sunday, May 15, 2022

Sedekah Laut di Rembang Berlangsung Singkat Hanya Satu Jam

REMBANG – Sedekah laut di Rembang akan digelar di Desaasekitar satu jam.

Kepala Desa Tasikagung Riyanto menyampaikan tradisi sedekah laut tahun ini sama seperti tahun kemarin. Hanya dilaksanakan kegiatan yang dinilai inti dan memiliki nilai kesakralan. Yakni larung sesaji dan barongan keliling dukuh.

”Yang penting tidak mengurangi kesakralan. Dan yang utama memang larung sajinya setiap sedekah laut itu. (Rencananya) hari Jumat pagi pukul 08.00,” katanya.


Sesaji akan dilarung dua kapal. Dari dua perdukuhan. Sehingga diharapkan bisa mengurangi kerumunan masa. Satu kapal biasanya diisi sekitar sepuluh orang. Agar tidak melebihi kapasitas.

Sementara, untuk acara barongan keliling dilaksanakan Kamis (20/7) sore. Pihaknya sudah berkoordinasi dengan polsek dan polres. Pemberitahuan kegiatan dan keamanan. Sehingga saat hari H ada pemantau dari pihak kepolisian dan satuan tugas (Satgas) percepatan penanganan Covid-19 tingkat kecamatan. Untuk mengondisikan lokasi di lapangan.

Baca Juga :  Inovasi Telponi UPT Puskesmas Sluke Bawa Rembang Masuk Tahap Penilaian II

Agar tak ada kerumunan dan sesuai dengan protokol kesehatan, ia akan mengikuti surat edaran (SE) dari Bupati Rembang terkait batasan kapasitas maksimal pengunjung.

”Jadi kami mengikuti anjuran. Kalau dirasa nanti di lapangan ada kerumunan yang mungkin tidak bisa dihindari, dari pihak keamanan bisa membubarkan,” katanya.

Namun pihaknya memperkirakan acara akan berlangsung singkat. Sekitar satu jam. Dari pihak desa sendiri sudah mempersiapkan relawan untuk melaksanakan protokol kesehatan. Mulai tim pemantau suhu tubuh, penyemprot disinfektan, dan sebagainya.

”Dari panitia sendiri juga sudah menyiapkan kebutuhan protokol kesehatan. Seperti cuci tangan, disinfektan, dan masker-masker,” ujarnya.






Reporter: Vachry Rizaldi Luthfipambudi

REMBANG – Sedekah laut di Rembang akan digelar di Desaasekitar satu jam.

Kepala Desa Tasikagung Riyanto menyampaikan tradisi sedekah laut tahun ini sama seperti tahun kemarin. Hanya dilaksanakan kegiatan yang dinilai inti dan memiliki nilai kesakralan. Yakni larung sesaji dan barongan keliling dukuh.

”Yang penting tidak mengurangi kesakralan. Dan yang utama memang larung sajinya setiap sedekah laut itu. (Rencananya) hari Jumat pagi pukul 08.00,” katanya.

Sesaji akan dilarung dua kapal. Dari dua perdukuhan. Sehingga diharapkan bisa mengurangi kerumunan masa. Satu kapal biasanya diisi sekitar sepuluh orang. Agar tidak melebihi kapasitas.

Sementara, untuk acara barongan keliling dilaksanakan Kamis (20/7) sore. Pihaknya sudah berkoordinasi dengan polsek dan polres. Pemberitahuan kegiatan dan keamanan. Sehingga saat hari H ada pemantau dari pihak kepolisian dan satuan tugas (Satgas) percepatan penanganan Covid-19 tingkat kecamatan. Untuk mengondisikan lokasi di lapangan.

Baca Juga :  Sukses Berdayakan UMKM, PT Semen Gresik Terima PWI Jateng Award

Agar tak ada kerumunan dan sesuai dengan protokol kesehatan, ia akan mengikuti surat edaran (SE) dari Bupati Rembang terkait batasan kapasitas maksimal pengunjung.

”Jadi kami mengikuti anjuran. Kalau dirasa nanti di lapangan ada kerumunan yang mungkin tidak bisa dihindari, dari pihak keamanan bisa membubarkan,” katanya.

Namun pihaknya memperkirakan acara akan berlangsung singkat. Sekitar satu jam. Dari pihak desa sendiri sudah mempersiapkan relawan untuk melaksanakan protokol kesehatan. Mulai tim pemantau suhu tubuh, penyemprot disinfektan, dan sebagainya.

”Dari panitia sendiri juga sudah menyiapkan kebutuhan protokol kesehatan. Seperti cuci tangan, disinfektan, dan masker-masker,” ujarnya.






Reporter: Vachry Rizaldi Luthfipambudi

Most Read

Artikel Terbaru

/