alexametrics
32.7 C
Kudus
Tuesday, August 2, 2022

HUT ke-43 SMPN 3 Rembang Dibuka Launching Satgas Prokes

REMBANG – HUT ke-43 SMPN 3 Rembang digelar sederhana, Kamis (17/2). Kegiatan dibuka launching satgas prokes pelajar Espega. Selain itu, doa besama, penampilan produk ekstra musik dan tari wonderful indonesia.

Kepala Sekolah SMPN 3 Rembang Menik Mustikatun menyampaikan sebagai pribadi pertama bersyukur. Karena bersama-sama bapak dan ibu guru bisa mempertahankan dan menjadikan SMPN 3 Rembang tetap mempertahankan sekolah brilian sesuai branding.

”Sesuai temanya menembus batas, satukan asa. Sadar manusia dengan berbagai latar belakang kondisi sosial, ekonomi banyak perbedaan. Tetapi perbedaan itu tidak menjadikan batas untuk kita. Tapi harus bisa kita tembus untuk bisa menyatukan asa, cita-cita untuk menjadikan SMPN 3 Rembang lebih baik, lebih baik dan semakin baik,” ungkapnya.


Dalam kondisi pandemi Covid-19 seperti saat ini. Membatasi ruang gerak. Tetapi harus bisa tembus itu semua untuk bisa menyatukan asa berjuang bersama-sama. Dalam membangun SMPN 3 Rembang.

“Moment ini, ditandai launching satgas prokes pelajar Espega. Bertugas bersama bapak dan ibu guru selaku tim satgas di sekolah. Menegakkan Prokes agar betul-betul bisa dilakukan oleh semua warga sekolah. Tugasnya untuk menjaga semua warga SMPN 3 Rembang dalam kondisi sehat walafiat. Sehingga pendidikan pembinaan tetap berjalan dengan baik,” harapnya.

Adapun rangkaian perayaan HUT Espega diawali doa bersama secara terbatas. Dipimpin guru agama. Anak-anak di kelas masing-masing didampingi wali kelas. Doa terpusat dioperator sekolah. Ditandai menyanyikan mars SMP 3 Rembang terpimpin terpusat. Sama anak-anak berada di kelas masing-masing. Setelah itu mereka dipulangkan.

Baca Juga :  Baru Anak Dokter Usia 12-17 Tahun di Grobogan Ikuti Vaksinasi Covid-19

”Kita lanjutkan live Instagram. Tetapi awal sudah berdoa bareng. Berkoordinasi orang tua penjemputan jam 09.30, anak sudah selesai, bersih. Lalu digelar upacara sederhana di sekolah,” ungkapnya.

Kemudian sambutan. Pemotongan tumpeng. Ada tampilan produk ekstra musik (kombinasi guru pelatih dengan siswa) dan tari wonderful Indonesia. Ada 5 anak. Dengan prokes ketat. Memakai face shield saat perform.

Dengan memunculkan musik dan tari memotivasi anak agar yang punya potensi dimunculkan. Karena dua tahun tidak bisa munculkan potensi. Karena ekstranya tidak bisa. Sehingga anak-anak potensinya belum bisa muncul. Tetapi dengan HUT sebagai momentum evaluasi diri, refleksi diri dan pembenahan yang lebih lanjut.

”Menembus batas, satukan asa kita tunjukan. Bahwa pandemi tidak halangi. Perbedaan tidak menghalangi untuk mengembangkan kreativitas.” Imbuhnya.

Ditambahkan kegiatan-kegiatan karena masih terhalang pandemi. Sehingga semua kegiatan ekstra belum bisa tereksplore dengan bagus. Karena awal bergerak 2022. Demikian lomba-lomba tetap ikut seperti Festival dan Lomba Siswa Nasional (FLS2N), Pekan Olahraga Pelajar Daerah (Popda). Kompetisi Olahraga Siswa Nasional (KOSN) tetap munculkan. (noe/ali)






Reporter: Wisnu Aji

REMBANG – HUT ke-43 SMPN 3 Rembang digelar sederhana, Kamis (17/2). Kegiatan dibuka launching satgas prokes pelajar Espega. Selain itu, doa besama, penampilan produk ekstra musik dan tari wonderful indonesia.

Kepala Sekolah SMPN 3 Rembang Menik Mustikatun menyampaikan sebagai pribadi pertama bersyukur. Karena bersama-sama bapak dan ibu guru bisa mempertahankan dan menjadikan SMPN 3 Rembang tetap mempertahankan sekolah brilian sesuai branding.

”Sesuai temanya menembus batas, satukan asa. Sadar manusia dengan berbagai latar belakang kondisi sosial, ekonomi banyak perbedaan. Tetapi perbedaan itu tidak menjadikan batas untuk kita. Tapi harus bisa kita tembus untuk bisa menyatukan asa, cita-cita untuk menjadikan SMPN 3 Rembang lebih baik, lebih baik dan semakin baik,” ungkapnya.

Dalam kondisi pandemi Covid-19 seperti saat ini. Membatasi ruang gerak. Tetapi harus bisa tembus itu semua untuk bisa menyatukan asa berjuang bersama-sama. Dalam membangun SMPN 3 Rembang.

“Moment ini, ditandai launching satgas prokes pelajar Espega. Bertugas bersama bapak dan ibu guru selaku tim satgas di sekolah. Menegakkan Prokes agar betul-betul bisa dilakukan oleh semua warga sekolah. Tugasnya untuk menjaga semua warga SMPN 3 Rembang dalam kondisi sehat walafiat. Sehingga pendidikan pembinaan tetap berjalan dengan baik,” harapnya.

Adapun rangkaian perayaan HUT Espega diawali doa bersama secara terbatas. Dipimpin guru agama. Anak-anak di kelas masing-masing didampingi wali kelas. Doa terpusat dioperator sekolah. Ditandai menyanyikan mars SMP 3 Rembang terpimpin terpusat. Sama anak-anak berada di kelas masing-masing. Setelah itu mereka dipulangkan.

Baca Juga :  Anggaran Perbaikan Jalan di Rembang Ngendon Rp 3,3 Miliar

”Kita lanjutkan live Instagram. Tetapi awal sudah berdoa bareng. Berkoordinasi orang tua penjemputan jam 09.30, anak sudah selesai, bersih. Lalu digelar upacara sederhana di sekolah,” ungkapnya.

Kemudian sambutan. Pemotongan tumpeng. Ada tampilan produk ekstra musik (kombinasi guru pelatih dengan siswa) dan tari wonderful Indonesia. Ada 5 anak. Dengan prokes ketat. Memakai face shield saat perform.

Dengan memunculkan musik dan tari memotivasi anak agar yang punya potensi dimunculkan. Karena dua tahun tidak bisa munculkan potensi. Karena ekstranya tidak bisa. Sehingga anak-anak potensinya belum bisa muncul. Tetapi dengan HUT sebagai momentum evaluasi diri, refleksi diri dan pembenahan yang lebih lanjut.

”Menembus batas, satukan asa kita tunjukan. Bahwa pandemi tidak halangi. Perbedaan tidak menghalangi untuk mengembangkan kreativitas.” Imbuhnya.

Ditambahkan kegiatan-kegiatan karena masih terhalang pandemi. Sehingga semua kegiatan ekstra belum bisa tereksplore dengan bagus. Karena awal bergerak 2022. Demikian lomba-lomba tetap ikut seperti Festival dan Lomba Siswa Nasional (FLS2N), Pekan Olahraga Pelajar Daerah (Popda). Kompetisi Olahraga Siswa Nasional (KOSN) tetap munculkan. (noe/ali)






Reporter: Wisnu Aji

Most Read

Artikel Terbaru

/