alexametrics
26.2 C
Kudus
Wednesday, May 18, 2022

Enam Tersangka Dumping Limbah Sawit di Rembang Ditahan

REMBANG – Kejaksaan Negeri (Kejari) kabupaten Rembang kemarin menahan Indra Lukito dan lima rekannya atas dugaan dumping (pembuangan) limbah Spent Bleaching Earth atau minyak sawit.  Penahan keenam tersangka ini, dilakukan selama 20 hari ke depan.

Tersangka Indra Lukito dan kawan-kawan tiba di kantor Kejaksaan setempat pukul 13.00. Dibawa penyidik Polda Jateng dan Polres Rembang. Setelah menjalani pemeriksaan tersangka dan pengecekan barang bukti selama 4 jam, mereka langsung digiring ke rutan kelas II B Rembang.

Kejari Rembang, Syahrul Juaksha Subuki melalui Kepala Sub Bagian Pembinaan Jaksa Penuntut Umum, Zico Extrada saat jumpa pers berkas dilaksanakan tahap dua. Atau penyerahan tersangka dan barang bukti dari penyidik Polda Jateng dan Polres Rembang kepada kejaksaan.


”Perkara dumping limbah Spent Bleaching Earth atau minyak sawit. Atas nama tersangka Indra Lukito dan kawan-kawan,” ujarnya kepada Jawa Pos Radar Kudus.

Selanjutnya para tersangka akan ditahan hingga 20 hari ke depan. Dan akan dilakukan pelimpahan ke Pengadilan segera.

Untuk berkas yang diterima lokasinya berbeda-beda. Baik dari Polda atau perkara yang ditangani penyidik Polres. “Tetapi semua  masih wilayah Kejaksaan Negeri Rembang.  Antara lain TKP ada di Desa Jatisari, Sudan, Sendangmulyo,” jelasnya.

Kejaksaan Negeri Rembang terpaksa melaksanakan penahanan. Sebab salah satu alasan tersangka tidak tinggal di Kabupaten Rembang. Sehingga Kejaksaan melakukan penahanan untuk mempermudah jalanya persidangan.

Baca Juga :  Kejar Deadline, Proyek Mal Publik Rembang Tambah Tenaga

“Ini untuk mengurangi risiko tersangka mengulangi perbuatannya. Menghilangkan barang bukti,” tegasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, dugaan tindak pidana terkait lingkungan hidup. Bermula adanya warga Sluke yang memprotes pembuangan limbah di wilayah Desa Jatisari, Sluke.

Limbah pengolahan sawit itu jika terkena air, seperti cairan minyak goreng dan menimbulkan bau.

Sebelumnya pantauan Jawa Pos Radar Kudus lokasi itu tak jauh dari Jalan Pantura Rembang-Tuban. Tepatnya di area perbukitan yang di bawahnya merupakan lahan pertanian.

Letaknya kira-kira 300 meter di sisi utara Jalan Pantura. Di persimpangan sebelah kanan dan terdapat gundukan tanah yang diduga limbah. Tanah itu menggunung setinggi sekitar lima meter. Tak jauh dari gundukan itu ada bekas kubangan air. Warnanya hitam dan terdapat cairan.

Polisi pun mendapat laporan pada 20 Oktober 2020. Kemudian, garis polisi sudah dipasang Jumat (30/10). Aduan tersebut sempat diadukan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Rembang dan dibahas melalui forum audiensi.

Para anggota dewan pun terjun ke lokasi.  DPRD kemudian merekomendasikan agar aktivitas terkait pembuangan limbah itu dihentikan sementara dan meminta kepada Dinas Lingkungan Hidup (DLH) untuk uji laboratorium. (ali)






Reporter: Wisnu Aji

REMBANG – Kejaksaan Negeri (Kejari) kabupaten Rembang kemarin menahan Indra Lukito dan lima rekannya atas dugaan dumping (pembuangan) limbah Spent Bleaching Earth atau minyak sawit.  Penahan keenam tersangka ini, dilakukan selama 20 hari ke depan.

Tersangka Indra Lukito dan kawan-kawan tiba di kantor Kejaksaan setempat pukul 13.00. Dibawa penyidik Polda Jateng dan Polres Rembang. Setelah menjalani pemeriksaan tersangka dan pengecekan barang bukti selama 4 jam, mereka langsung digiring ke rutan kelas II B Rembang.

Kejari Rembang, Syahrul Juaksha Subuki melalui Kepala Sub Bagian Pembinaan Jaksa Penuntut Umum, Zico Extrada saat jumpa pers berkas dilaksanakan tahap dua. Atau penyerahan tersangka dan barang bukti dari penyidik Polda Jateng dan Polres Rembang kepada kejaksaan.

”Perkara dumping limbah Spent Bleaching Earth atau minyak sawit. Atas nama tersangka Indra Lukito dan kawan-kawan,” ujarnya kepada Jawa Pos Radar Kudus.

Selanjutnya para tersangka akan ditahan hingga 20 hari ke depan. Dan akan dilakukan pelimpahan ke Pengadilan segera.

Untuk berkas yang diterima lokasinya berbeda-beda. Baik dari Polda atau perkara yang ditangani penyidik Polres. “Tetapi semua  masih wilayah Kejaksaan Negeri Rembang.  Antara lain TKP ada di Desa Jatisari, Sudan, Sendangmulyo,” jelasnya.

Kejaksaan Negeri Rembang terpaksa melaksanakan penahanan. Sebab salah satu alasan tersangka tidak tinggal di Kabupaten Rembang. Sehingga Kejaksaan melakukan penahanan untuk mempermudah jalanya persidangan.

Baca Juga :  Polres Rembang Kantongi Lima Calon Tersangka Kasus Blokade Jalan

“Ini untuk mengurangi risiko tersangka mengulangi perbuatannya. Menghilangkan barang bukti,” tegasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, dugaan tindak pidana terkait lingkungan hidup. Bermula adanya warga Sluke yang memprotes pembuangan limbah di wilayah Desa Jatisari, Sluke.

Limbah pengolahan sawit itu jika terkena air, seperti cairan minyak goreng dan menimbulkan bau.

Sebelumnya pantauan Jawa Pos Radar Kudus lokasi itu tak jauh dari Jalan Pantura Rembang-Tuban. Tepatnya di area perbukitan yang di bawahnya merupakan lahan pertanian.

Letaknya kira-kira 300 meter di sisi utara Jalan Pantura. Di persimpangan sebelah kanan dan terdapat gundukan tanah yang diduga limbah. Tanah itu menggunung setinggi sekitar lima meter. Tak jauh dari gundukan itu ada bekas kubangan air. Warnanya hitam dan terdapat cairan.

Polisi pun mendapat laporan pada 20 Oktober 2020. Kemudian, garis polisi sudah dipasang Jumat (30/10). Aduan tersebut sempat diadukan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Rembang dan dibahas melalui forum audiensi.

Para anggota dewan pun terjun ke lokasi.  DPRD kemudian merekomendasikan agar aktivitas terkait pembuangan limbah itu dihentikan sementara dan meminta kepada Dinas Lingkungan Hidup (DLH) untuk uji laboratorium. (ali)






Reporter: Wisnu Aji

Most Read

Artikel Terbaru

/