alexametrics
24.3 C
Kudus
Saturday, May 21, 2022

Perdalam Kitab Kuning dan Tahfidz, Bangun Boarding School

REMBANG – MTs Maslakul Huda, Sluke, merintis boarding school atau sekolah asrama. Kemarin peletakan batu pertama dihadiri para kiai sepuh dari empat kecamatan.

Asrama diberi nama Suluk Mazda Sluke (SMS) An Nahdliyah, MTs Maslakul Huda Sluke. Lokasinya di Dukuh Seketi, Desa Sluke, Kecamatan Sluke. Nantinya pembangunan pondok pesantren (ponpes) ini akan mendukung program unggulan sekolah yakni, kitab kuning dan tahfidz.

Pembangunan tahap awal akan dibangun dua lantai, diperuntukan menampung sekitar 50 santri. Sasarannya masyarakat Sluke dan Kabupaten Rembang dan sekitarnya.


Gedung dibangun di atas tanah milik yayasan seluas 5.000 meter persegi. Anggarannya bersumber dari bantuan sosial pemda setempat sebesar Rp 197 juta. Selain itu, juga berasal dari para donatur yang peduli terhadap pendidikan.

Prosesi peletakan batu pertama dihadiri muspika, danramil dan kapolsek. Kemudian dihadiri  para Kiai sepuh. Seperti KH. Said Abdurrohoim, pengasuh Ponpes MUS Sarang, KH. Rosyidin Mu’in Pengasuh Ponpes Ash Shiddiq, Narukan Kragan.

KH. Sarkoni Asmuni dari Sluke, KH. Rasmidi.  Drs KH. Syadulah (wakil Kemenag Rembang), KH Hamzani Syarif, Ir H. Yusuf. Selain sejumlah kiai dari Lasem, Sluke, Kragan dan Sarang.

Ketua Umum Yayasan Maslakul Huda, Ahmad Hadi Santoso melalui Kepala Sekolah MTs Maslakul Huda Sluke Achmad Sumardi menyampaikan pembangunan boarding school sudah menjadi cita-cita madrasah sejak lama.  Nantinya, asrama atau pondok ini akan mendidik anak-anak untuk bisa mencintai tanah air. Selain itu, mendukung program unggulannya kitab kuning dan tahfidz.

“Ini juga untuk mendukung program MTs Maslakul Huda Sluke,” ungkapnya kepada Jawa Pos Radar Kudus.

Baca Juga :  Izin Rumit, Akses Internet Desa Di Rembang Tak Merata

Para tamu undangan dan para tokoh agama, muda, masyarakat, unsur Forkompimcam dan kades sekitar memberikan doa restu pendirian boarding school.

“Harapan kami ke depan anak didik pagi di madrasah, setelah itu di ponpes. Jadi ilmu secara umum ada, agama lebih kuat di ponpes. Targetnya awal tahun 2021 selesai dan bisa ditempati para santri di Sluke dan sekitarnya,” harapnya.

Sementara Ketua PCNU Lasem, KH Moh Sholahuddin Fatawi diwakili Kyai H Hamzani Syarif menyampaikan ikut senang dan bangga. Lokasi ponpes SMS pernah dipakai untuk pendidikan kader penggerak NU untuk menjadi kader handal, militan. Tentu paham aswajanya, kebangsaan.

”Ponpes SMS untuk gembleng putra-putra bangsa. Ketua PCNU Lasem bangga. MTs Maslakul Huda satu-satunya madrasah di Sluke. Diakui eksistensinya dan kemajuan prestasi, dimulai motornya kepala sekolah MTs Maslakul Huda,” ujarnya.

Ke depan ia berharap dengan berdirinya ponpes atau istilahnya pontren SMS. Akan mengadopsi pendidikan salaf pesantren dan khususnya MUS Sarang.

”Harapan PCNU Lasem akan menjadi pesantren yang dikelola lebih serius dan bersama-sama. Mudah-mudahan akan menjadi mercusuarnya pesantren di Kecamatan Sluke,” ungkapnya.

Penasehat KH. Said Abdurrahim, pengasuh Ponpes MUS Sarang menambahkan amal jariyah salah satunya lewat pembangunan ponpes. Semangatnya sudah ada sejak nabi Muhammad SAW. Termasuk fungsi-fungsinya, salah satunya pengabdian masyarakat.

”Ponpes bisa dikatakan lembaga tertua dan benteng dan tiang agama. Banyak ahli pendidikan mengatakan demikian. Prinsipnya visi dan misinya mendidik anak ilmu agama, moral akhlak dan etika. Materinya gunakan kitab-kitab,” imbuhnya. (ali)






Reporter: Wisnu Aji

REMBANG – MTs Maslakul Huda, Sluke, merintis boarding school atau sekolah asrama. Kemarin peletakan batu pertama dihadiri para kiai sepuh dari empat kecamatan.

Asrama diberi nama Suluk Mazda Sluke (SMS) An Nahdliyah, MTs Maslakul Huda Sluke. Lokasinya di Dukuh Seketi, Desa Sluke, Kecamatan Sluke. Nantinya pembangunan pondok pesantren (ponpes) ini akan mendukung program unggulan sekolah yakni, kitab kuning dan tahfidz.

Pembangunan tahap awal akan dibangun dua lantai, diperuntukan menampung sekitar 50 santri. Sasarannya masyarakat Sluke dan Kabupaten Rembang dan sekitarnya.

Gedung dibangun di atas tanah milik yayasan seluas 5.000 meter persegi. Anggarannya bersumber dari bantuan sosial pemda setempat sebesar Rp 197 juta. Selain itu, juga berasal dari para donatur yang peduli terhadap pendidikan.

Prosesi peletakan batu pertama dihadiri muspika, danramil dan kapolsek. Kemudian dihadiri  para Kiai sepuh. Seperti KH. Said Abdurrohoim, pengasuh Ponpes MUS Sarang, KH. Rosyidin Mu’in Pengasuh Ponpes Ash Shiddiq, Narukan Kragan.

KH. Sarkoni Asmuni dari Sluke, KH. Rasmidi.  Drs KH. Syadulah (wakil Kemenag Rembang), KH Hamzani Syarif, Ir H. Yusuf. Selain sejumlah kiai dari Lasem, Sluke, Kragan dan Sarang.

Ketua Umum Yayasan Maslakul Huda, Ahmad Hadi Santoso melalui Kepala Sekolah MTs Maslakul Huda Sluke Achmad Sumardi menyampaikan pembangunan boarding school sudah menjadi cita-cita madrasah sejak lama.  Nantinya, asrama atau pondok ini akan mendidik anak-anak untuk bisa mencintai tanah air. Selain itu, mendukung program unggulannya kitab kuning dan tahfidz.

“Ini juga untuk mendukung program MTs Maslakul Huda Sluke,” ungkapnya kepada Jawa Pos Radar Kudus.

Baca Juga :  Genjot RPJMD, Pemkab Rembang Bikin OPD Anyar

Para tamu undangan dan para tokoh agama, muda, masyarakat, unsur Forkompimcam dan kades sekitar memberikan doa restu pendirian boarding school.

“Harapan kami ke depan anak didik pagi di madrasah, setelah itu di ponpes. Jadi ilmu secara umum ada, agama lebih kuat di ponpes. Targetnya awal tahun 2021 selesai dan bisa ditempati para santri di Sluke dan sekitarnya,” harapnya.

Sementara Ketua PCNU Lasem, KH Moh Sholahuddin Fatawi diwakili Kyai H Hamzani Syarif menyampaikan ikut senang dan bangga. Lokasi ponpes SMS pernah dipakai untuk pendidikan kader penggerak NU untuk menjadi kader handal, militan. Tentu paham aswajanya, kebangsaan.

”Ponpes SMS untuk gembleng putra-putra bangsa. Ketua PCNU Lasem bangga. MTs Maslakul Huda satu-satunya madrasah di Sluke. Diakui eksistensinya dan kemajuan prestasi, dimulai motornya kepala sekolah MTs Maslakul Huda,” ujarnya.

Ke depan ia berharap dengan berdirinya ponpes atau istilahnya pontren SMS. Akan mengadopsi pendidikan salaf pesantren dan khususnya MUS Sarang.

”Harapan PCNU Lasem akan menjadi pesantren yang dikelola lebih serius dan bersama-sama. Mudah-mudahan akan menjadi mercusuarnya pesantren di Kecamatan Sluke,” ungkapnya.

Penasehat KH. Said Abdurrahim, pengasuh Ponpes MUS Sarang menambahkan amal jariyah salah satunya lewat pembangunan ponpes. Semangatnya sudah ada sejak nabi Muhammad SAW. Termasuk fungsi-fungsinya, salah satunya pengabdian masyarakat.

”Ponpes bisa dikatakan lembaga tertua dan benteng dan tiang agama. Banyak ahli pendidikan mengatakan demikian. Prinsipnya visi dan misinya mendidik anak ilmu agama, moral akhlak dan etika. Materinya gunakan kitab-kitab,” imbuhnya. (ali)






Reporter: Wisnu Aji

Most Read

Artikel Terbaru

/