alexametrics
28.6 C
Kudus
Tuesday, August 2, 2022

Musim Kemarau, Seribu KK di Rembang mulai Paceklik Air Bersih

REMBANG – Kekeringan di Rembang mulai berdampak. Setidaknya ada sekitar seribu lebih KK yang tersebar di sembilan desa telah merasakan dampak kemarau tahun ini.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Rembang melalui Kepala Seksi Kedaruratan Pramujo menyampaikan, hingga kemarin sudah ada sembilan desa yang mengajukan. Diantaranya, di Rembang Kota ada Desa Ngotet dan Sidowayah.

Di Kecamatan Sulang, ada Desa Pedak dan Paranti. “Lasem itu Sendangcoyo, Pangkur, Kalitengah. Diantaranya itu ada sembilan desa,” jelasnya.


Saat ini, BPBD Rembang masih menanggulangi kekeringan menggunakan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD). Tahun ini dianggarkan Rp 50 juta. Apabila sudah tidak mencukupi, pihaknya akan menggandeng perusahaan melalui Corporate Social Responsibility (CSR).

“APBD dulu, nanti kalau anggaran habis kami bekerja sama dengan perusahaan,” imbuhnya.

Baca Juga :  Periksa Hewan Kurban di Sale Rembang, Petugas Temukan Cacing Bersarang di Hati Sapi

Saat ini anggaran dinilai masih mencukupi. Melihat baru sembilan desa yang mengajukan. “Kami sudah biasa bekerja sama dengan CSR. Nanti biasanya dari BUMN atau perusahaan swasta,” katanya.

Dari sembilan desa tadi, kata Pramujo, di setiap desa diperkirakan ada 200-300 KK. Sementara ini, BPBD Rembang melakukan droping air bersih sepekan dua kali.

Tahun ini, anggaran untuk penanggulangan kekeringan hanya sekitar Rp 50 juta. Dengan dana tersebut, nantinya akan mengcover desa-desa yang ada di 14 kecamatan. Dari pemetaan BPBD Rembang total ada 67 desa yang diperkirakan bisa terdampak yang tersebar di 14 Kecamatan. (ali)






Reporter: Vachry Rizaldi Luthfipambudi

REMBANG – Kekeringan di Rembang mulai berdampak. Setidaknya ada sekitar seribu lebih KK yang tersebar di sembilan desa telah merasakan dampak kemarau tahun ini.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Rembang melalui Kepala Seksi Kedaruratan Pramujo menyampaikan, hingga kemarin sudah ada sembilan desa yang mengajukan. Diantaranya, di Rembang Kota ada Desa Ngotet dan Sidowayah.

Di Kecamatan Sulang, ada Desa Pedak dan Paranti. “Lasem itu Sendangcoyo, Pangkur, Kalitengah. Diantaranya itu ada sembilan desa,” jelasnya.

Saat ini, BPBD Rembang masih menanggulangi kekeringan menggunakan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD). Tahun ini dianggarkan Rp 50 juta. Apabila sudah tidak mencukupi, pihaknya akan menggandeng perusahaan melalui Corporate Social Responsibility (CSR).

“APBD dulu, nanti kalau anggaran habis kami bekerja sama dengan perusahaan,” imbuhnya.

Baca Juga :  Terungkap! Pelaku Arisan dan Investasi Bodong di Rembang Ternyata Hidup Hedon sejak Kuliah

Saat ini anggaran dinilai masih mencukupi. Melihat baru sembilan desa yang mengajukan. “Kami sudah biasa bekerja sama dengan CSR. Nanti biasanya dari BUMN atau perusahaan swasta,” katanya.

Dari sembilan desa tadi, kata Pramujo, di setiap desa diperkirakan ada 200-300 KK. Sementara ini, BPBD Rembang melakukan droping air bersih sepekan dua kali.

Tahun ini, anggaran untuk penanggulangan kekeringan hanya sekitar Rp 50 juta. Dengan dana tersebut, nantinya akan mengcover desa-desa yang ada di 14 kecamatan. Dari pemetaan BPBD Rembang total ada 67 desa yang diperkirakan bisa terdampak yang tersebar di 14 Kecamatan. (ali)






Reporter: Vachry Rizaldi Luthfipambudi

Most Read

Artikel Terbaru

/