alexametrics
28 C
Kudus
Tuesday, September 27, 2022

Warga Rembang Risau Kampungnya Bisa Hilang jika Tol Demak-Tuban Lewati Pusat Kota

REMBANG – Rencana tol Demak-Tuban masuk Kabupaten Rembang masih hangat diperbincangkan. Satu sisi ada warga risau kampungnya akan hilang. Sebab, rencananya letak tol di dalam kota.

Salah satunya tokoh masyarakat Sutrisno. Dia mengaku, jalan tol memang untuk mempemudah lalu lintas cepat, di sisi lain agar tidak merusak tatanan kota. ”Kawasan Rembang Kota hanya 2 kilometer. Jika di tengah-tengah kota yang melewati Rumbutmalang, kampung Rumbutmalang bisa hancur mumur. Habis,” bebernya.

Sutrisno sebagai masyarakat hanya bisa usul. Lebih baik digeser ke Rembang bagian selatan. Pertimbangannya, bagian selatan banyak lahan kosong. ”Sebagai warga hanya memberi saran dan masukan. Sebab itu program pemerintah. Kalau bisa dialihkan ke selatan. Disana tanah luas dan justru lebih murah dibandingkan di kota. Mending yang kena sawah-sawah daripada rumah, sekolahan, dan lainnya,” jelasnya.

Baca Juga :  Pemkab Rembang Buka Peluang Ikatan Saudagar Muslim Indonesia (ISMI) Olah Potensi Daerah

Masukan itu ditanggapi Direktorat Jenderal Pembiayaan Infrasktuktur (DJPI) Pekerjaan Umum dan Perumahan Kementrian (PUPR) dengan berterima kasih. Masukan itu akan dikooordinasikan lebih lanjut dengan pihak terkait. ”Apabila ada kepastian akan disampaikan lebih lanjut,” ujarnya.

Sementara itu, tim konsultan yang diketuai Ir Supriadi D Tumpatih menyebut, ruas jalur tol di sebelah utara, karena punya kepentingan visibilitas jalan tol. Dengan begitu, bisa menangkap arus lalu lintas sebanyak-banyaknya. Kendaraan-kendaraan yang sebelumnya lewat Jalur Pantura harapannya bisa masuk ke jalan tol.

”Dengan begitu, beban pemeliharaan Jalur Pantura bisa berkurang. Pengeluaran pemerintah pun berkurang. Sedangkan pemasukan jalan tol naik,” imbuhnya. (noe/lin)






Reporter: Wisnu Aji

REMBANG – Rencana tol Demak-Tuban masuk Kabupaten Rembang masih hangat diperbincangkan. Satu sisi ada warga risau kampungnya akan hilang. Sebab, rencananya letak tol di dalam kota.

Salah satunya tokoh masyarakat Sutrisno. Dia mengaku, jalan tol memang untuk mempemudah lalu lintas cepat, di sisi lain agar tidak merusak tatanan kota. ”Kawasan Rembang Kota hanya 2 kilometer. Jika di tengah-tengah kota yang melewati Rumbutmalang, kampung Rumbutmalang bisa hancur mumur. Habis,” bebernya.

Sutrisno sebagai masyarakat hanya bisa usul. Lebih baik digeser ke Rembang bagian selatan. Pertimbangannya, bagian selatan banyak lahan kosong. ”Sebagai warga hanya memberi saran dan masukan. Sebab itu program pemerintah. Kalau bisa dialihkan ke selatan. Disana tanah luas dan justru lebih murah dibandingkan di kota. Mending yang kena sawah-sawah daripada rumah, sekolahan, dan lainnya,” jelasnya.

Baca Juga :  Lakukan Perawatan Rutin 6 Ribu Lampu, Dishub Rembang Butuh Crane Memadai

Masukan itu ditanggapi Direktorat Jenderal Pembiayaan Infrasktuktur (DJPI) Pekerjaan Umum dan Perumahan Kementrian (PUPR) dengan berterima kasih. Masukan itu akan dikooordinasikan lebih lanjut dengan pihak terkait. ”Apabila ada kepastian akan disampaikan lebih lanjut,” ujarnya.

Sementara itu, tim konsultan yang diketuai Ir Supriadi D Tumpatih menyebut, ruas jalur tol di sebelah utara, karena punya kepentingan visibilitas jalan tol. Dengan begitu, bisa menangkap arus lalu lintas sebanyak-banyaknya. Kendaraan-kendaraan yang sebelumnya lewat Jalur Pantura harapannya bisa masuk ke jalan tol.

”Dengan begitu, beban pemeliharaan Jalur Pantura bisa berkurang. Pengeluaran pemerintah pun berkurang. Sedangkan pemasukan jalan tol naik,” imbuhnya. (noe/lin)






Reporter: Wisnu Aji

Most Read

Artikel Terbaru