alexametrics
23.7 C
Kudus
Sunday, July 3, 2022

Umat Buddha di Lasem Rembang Makan Tumpeng Bersama Usai Ibadah Waisak,

REMBANG – Umat Buddha di Vihara Ratanavana Arama, Lasem, Rembang, melaksanakan ibadah detik-detik Waisak kemarin. Keakraban terlihat saat acara makan tumpeng bersama setelah melaksanakan ibadah.

Umat sudah berdatangan di vihara itu sekitar pukul 10.00 kemarin. Mereka hendak melaksanakan ibadah detik-detik waisak, pada pukul 11.14. Umat yang lainnya tengah sibuk mempersiapkan acara itu. Mereka mondar mandir menenteng tumpeng-tumpeng yang akan diletakkan di lokasi ibadah.

Sekitar 30 menit kemudian, mereka beranjak menuju tempat ibadah. Lokasinya di dalam gedung. Seperti aula. Di dalamnya terdapat altar dengan patung Buddha berwarna emas. Di sekitarnya sudah ditata buah-buahan dan tumpeng-tumpeng tadi.


Sembari bersiap memasuki ruangan, beberapa dari mereka membagikan dupa. Semerbak wangi langsung menyebar di sekitar tempat ibadah itu. Masing-masing membawa satu dupa.

Pelaksanaan ibadah kemarin diikuti dari berbagai kalangan. Mulai anak-anak hingga orang tua.  Bikkhu Piyadhiro Thera juga nampak sibuk mengatur duduk umat yang sudah memasuki ruangan. Total ada sekitar 50 orang.

Mereka duduk di kedua sisi ruangan berukuran sekitar 7×20 meter itu. Sehingga menyisakan space kosong di bagian tengah.

KHIKMAD: Umat Buddha melaksanakan ibadah Waisak di Vihara Ratanavana Arama, Lasem, Rembang, kemarin. (VACHRI RINALDY L/RADAR KUDUS)

Setelah semuanya siap, ibadahpun dimulai. Bikkhu duduk bersimpuh di depan altar. Beberapa dari umat nampak memegang kitab. Bikkhu membimbing bacaan mereka. Sekitar pukul 11.10, menjelang detik-detik Waisak, merekapun melakukan  meditasi. Suasana hening. Khidmat. Hingga pukul 10.13, saat detik-detik Waisak, bhikkhu pun membalikkan badan. Menghadap para umat lalu membacakan pesan Tri Suci Waisak.

Baca Juga :  Mahfudz MD Sowan ke Ponpes Leteh Rembang, Gus Mus: Ngobrol Perang Rusia

Tema Waisak tahun ini adalah Moderasi Beragama Membangun Kedamaian. Dalam pesan yang bhikkhu bacakan, ia menyampaikan, kedamaian hendaknya dibangun dari diri sendiri terlebih dahulu. Kemudian diterapkan ke luar.

”Kedamaian diri sendiri muncul karena telah berkurangnya bahkan lenyapnya kotoran pikiran. Seperti keserakahan, kebancian, dan tidak kebijaksanaan,” ujarnya.

Melalui pesan Tri Suci Waisak itu, umat Buddha diajak menerapkan moderasi beragama dengan cinta cinta kasih dan kasih sayang. Disertai kebijaksanaan, kesusilaan (moral), keteguhan pikiran (meditasi), agar kotoran pikiran dapat dikurangi, bahkan dilenyapkan sehingga terbangunlah kedamaian masyarakat Indonesia.

Setelah membacakan pesan Tri Suci Waisak, selanjutnya Bhikkhu berjalan di antara umat untuk memericikan air. Ibadah selesai. Tumpeng-tumpeng tadi dibawa menuju ruangan lain untuk dimakan bersama. Total ada sekitar delapan belas tumpeng. Lengkap dengan lauk pauknya. (vah/zen)






Reporter: Vachry Rizaldi Luthfipambudi

REMBANG – Umat Buddha di Vihara Ratanavana Arama, Lasem, Rembang, melaksanakan ibadah detik-detik Waisak kemarin. Keakraban terlihat saat acara makan tumpeng bersama setelah melaksanakan ibadah.

Umat sudah berdatangan di vihara itu sekitar pukul 10.00 kemarin. Mereka hendak melaksanakan ibadah detik-detik waisak, pada pukul 11.14. Umat yang lainnya tengah sibuk mempersiapkan acara itu. Mereka mondar mandir menenteng tumpeng-tumpeng yang akan diletakkan di lokasi ibadah.

Sekitar 30 menit kemudian, mereka beranjak menuju tempat ibadah. Lokasinya di dalam gedung. Seperti aula. Di dalamnya terdapat altar dengan patung Buddha berwarna emas. Di sekitarnya sudah ditata buah-buahan dan tumpeng-tumpeng tadi.

Sembari bersiap memasuki ruangan, beberapa dari mereka membagikan dupa. Semerbak wangi langsung menyebar di sekitar tempat ibadah itu. Masing-masing membawa satu dupa.

Pelaksanaan ibadah kemarin diikuti dari berbagai kalangan. Mulai anak-anak hingga orang tua.  Bikkhu Piyadhiro Thera juga nampak sibuk mengatur duduk umat yang sudah memasuki ruangan. Total ada sekitar 50 orang.

Mereka duduk di kedua sisi ruangan berukuran sekitar 7×20 meter itu. Sehingga menyisakan space kosong di bagian tengah.

KHIKMAD: Umat Buddha melaksanakan ibadah Waisak di Vihara Ratanavana Arama, Lasem, Rembang, kemarin. (VACHRI RINALDY L/RADAR KUDUS)

Setelah semuanya siap, ibadahpun dimulai. Bikkhu duduk bersimpuh di depan altar. Beberapa dari umat nampak memegang kitab. Bikkhu membimbing bacaan mereka. Sekitar pukul 11.10, menjelang detik-detik Waisak, merekapun melakukan  meditasi. Suasana hening. Khidmat. Hingga pukul 10.13, saat detik-detik Waisak, bhikkhu pun membalikkan badan. Menghadap para umat lalu membacakan pesan Tri Suci Waisak.

Baca Juga :  Mahfudz MD Sowan ke Ponpes Leteh Rembang, Gus Mus: Ngobrol Perang Rusia

Tema Waisak tahun ini adalah Moderasi Beragama Membangun Kedamaian. Dalam pesan yang bhikkhu bacakan, ia menyampaikan, kedamaian hendaknya dibangun dari diri sendiri terlebih dahulu. Kemudian diterapkan ke luar.

”Kedamaian diri sendiri muncul karena telah berkurangnya bahkan lenyapnya kotoran pikiran. Seperti keserakahan, kebancian, dan tidak kebijaksanaan,” ujarnya.

Melalui pesan Tri Suci Waisak itu, umat Buddha diajak menerapkan moderasi beragama dengan cinta cinta kasih dan kasih sayang. Disertai kebijaksanaan, kesusilaan (moral), keteguhan pikiran (meditasi), agar kotoran pikiran dapat dikurangi, bahkan dilenyapkan sehingga terbangunlah kedamaian masyarakat Indonesia.

Setelah membacakan pesan Tri Suci Waisak, selanjutnya Bhikkhu berjalan di antara umat untuk memericikan air. Ibadah selesai. Tumpeng-tumpeng tadi dibawa menuju ruangan lain untuk dimakan bersama. Total ada sekitar delapan belas tumpeng. Lengkap dengan lauk pauknya. (vah/zen)






Reporter: Vachry Rizaldi Luthfipambudi

Most Read

Artikel Terbaru

/