alexametrics
24.2 C
Kudus
Sunday, May 22, 2022

Tarik Wisatawan, Desa Suntri Rancang Eduwisata Unggas

REMBANG – Desa Suntri, Gunem mulai merintis wisata edukasi. Di Sendang Kaputren, ke depan akan diisi berbagai jenis satwa unggas.

Lokasi Sendang Kaputren sendiri berada di kawasan perbukitan. Memasuki Desa Suntri sudah ada petunjuk arah untuk menuju destinasi tersebut. Hanya saja, untuk sementara, wisata yang juga ada berbagai wahana permainan ini masih tutup.

Jumari, Ketua Pengelola Wisata Sendang Kaputren menyampaikan, karena saat ini masih tahap renovasi, untuk sementara wisata Sendang Kaputren masih tutup. Saat ini sedang dibangun area taman dan tampungan air. Rencana, air akan ditampung, sehingga jika musim hujan air bisa naik dan dimasukkan di kolam.


Beberapa waktu lalu, ketika masih Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) yang mengharuskan penutupan destinasi, sendang Kaputren juga sempat tidak beroperasi.

Namun setelah itu kembali buka, namun hanya sebentar. Kemudian kembali tutup karena renovasi. Di sini, perbaikan dilakukan secara bertahap. Saat ini ada sejumlah titik yang rampung. Diantaranya gapura pintu masuk dan taman yang berada di area kolam.

Wisata ini memiliki daya tarik lokasi yang adem dengan pepohonan rindang. Seperti hutan. Selain itu juga berada di perbukitan. Sehingga dari atas nampak view wilayah sekitar. Selain itu, di sini juga ada tempat pemandian. Biasanya, kata Jumari, juga ada pengunjung yang menginap mendirikan tenda.

Baca Juga :  Tok! Setiap Desa Wajib Anggarkan 40 Persen Dana Desa untuk BLT

Wisata Sendang Kaputren makin menarik dengan adanya wahana sepeda gantung, flying fox, dan kolam renang. Meski demikian, antusias pengunjung sendiri, menurutnya untuk sementara belum terlalu membludak. Sebab saat ini masih ada renovasi.

Ia selaku pengelola menargetkan tahun nanti sudah bisa dibuka. “Untuk pembangunannya belum maksimal. Paling Tidak 2022 sudah pantas untuk dibuka lagi,” ujarnya.

Ke depan wisata ini akan dikonsep sebagai wisata edukasi. Dengan menambahkan beberapa jenis satwa unggas. Targetnya untuk siswa mulai TK hingga SMA. “Ada unggas, burung kalkun, merak. Ya jenisnya unggas,” ujarnya.

Ide itu dipilih karena cuaca lokasi yang  mendukung. Sejauh ini persiapan sendiri, sudah ada burung kipas dan burung-burung lokal. Perawatannya sendiri sementara dilakukan oleh tim. Ada 15 orang yang terlibat dari kalangan pemuda suntri. Mulai bumdes hingga karang taruna. (vah/ali)






Reporter: Vachry Rizaldi Luthfipambudi

REMBANG – Desa Suntri, Gunem mulai merintis wisata edukasi. Di Sendang Kaputren, ke depan akan diisi berbagai jenis satwa unggas.

Lokasi Sendang Kaputren sendiri berada di kawasan perbukitan. Memasuki Desa Suntri sudah ada petunjuk arah untuk menuju destinasi tersebut. Hanya saja, untuk sementara, wisata yang juga ada berbagai wahana permainan ini masih tutup.

Jumari, Ketua Pengelola Wisata Sendang Kaputren menyampaikan, karena saat ini masih tahap renovasi, untuk sementara wisata Sendang Kaputren masih tutup. Saat ini sedang dibangun area taman dan tampungan air. Rencana, air akan ditampung, sehingga jika musim hujan air bisa naik dan dimasukkan di kolam.

Beberapa waktu lalu, ketika masih Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) yang mengharuskan penutupan destinasi, sendang Kaputren juga sempat tidak beroperasi.

Namun setelah itu kembali buka, namun hanya sebentar. Kemudian kembali tutup karena renovasi. Di sini, perbaikan dilakukan secara bertahap. Saat ini ada sejumlah titik yang rampung. Diantaranya gapura pintu masuk dan taman yang berada di area kolam.

Wisata ini memiliki daya tarik lokasi yang adem dengan pepohonan rindang. Seperti hutan. Selain itu juga berada di perbukitan. Sehingga dari atas nampak view wilayah sekitar. Selain itu, di sini juga ada tempat pemandian. Biasanya, kata Jumari, juga ada pengunjung yang menginap mendirikan tenda.

Baca Juga :  Dindagkop UMKM Rembang: Tak Ada Unsur Paksaan bagi Pedagang Pasar Kota

Wisata Sendang Kaputren makin menarik dengan adanya wahana sepeda gantung, flying fox, dan kolam renang. Meski demikian, antusias pengunjung sendiri, menurutnya untuk sementara belum terlalu membludak. Sebab saat ini masih ada renovasi.

Ia selaku pengelola menargetkan tahun nanti sudah bisa dibuka. “Untuk pembangunannya belum maksimal. Paling Tidak 2022 sudah pantas untuk dibuka lagi,” ujarnya.

Ke depan wisata ini akan dikonsep sebagai wisata edukasi. Dengan menambahkan beberapa jenis satwa unggas. Targetnya untuk siswa mulai TK hingga SMA. “Ada unggas, burung kalkun, merak. Ya jenisnya unggas,” ujarnya.

Ide itu dipilih karena cuaca lokasi yang  mendukung. Sejauh ini persiapan sendiri, sudah ada burung kipas dan burung-burung lokal. Perawatannya sendiri sementara dilakukan oleh tim. Ada 15 orang yang terlibat dari kalangan pemuda suntri. Mulai bumdes hingga karang taruna. (vah/ali)






Reporter: Vachry Rizaldi Luthfipambudi

Most Read

Artikel Terbaru

/