alexametrics
24 C
Kudus
Friday, May 20, 2022

Merasa di-PHP, Warga Geruduk Gudang Alfamart Rembang

REMBANG – Warga Desa Banggi menggeruduk Gudang Alfamart pada Senin (17/1). Mereka menuntut sejumlah janji-janji yang dianggap tidak ditepati oleh pihak perusahaan. Warga berduyun-duyun datang dari desa menyebrangi Jalan Pantura Rembang-Tuban. Tepat dilokasi berdirinya perusahaan yang bergerak di bidang minimarket itu.

Mereka membawa sejumlah tulisan yang berisi tuntutan. Ada satu warga yang berorasi menggunakan toa. Sementara yang lain nampak energik membenarkan tuntutan-tuntutan yang disampaikan. Diantaranya terkait janji perusahaan untuk memberdayakan warga sekitar.

Rasno, Kepala Desa Pasar Banggi menganggap pihak perusahaan sudah mengingkari janji. Pihaknya mengaku sudah melakukan berbagai Langkah pendekatan. ”Janji-janji itu tidak pernah diwujudkan. Maka kami selaku kepala desa, tidak bisa membendung masyarakat untuk ke sini,” jelasnya.


Diantaranya tuntutan yang disampaikan, lanjut Rasno, terkait tuntutan tenaga kerja. Bagi masyarakat yang usianya sudah tua. Dimana keahlian mereka dibidang kuli panggul. Pemerintah Desa Banggi bersama BUMDES berupaya memberdayakan warga melalui Kerjasama lelang kardus dengan perusahaan.
”Janjinya diprioritaskan untuk Pasarbanggi, malah orang luar,” katanya.

Baca Juga :  Pramuka Rembang Siap Genjot Vaksinasi untuk Pelajar

Pihaknya meminta kesepakatan agar warga sekitar bisa diprioritaskan sebagaimana poin-poin yang sudah dijanjikan. ”Kami hanya diberi janji-janji tidak pasti,” imbuhnya.

Setelah beberapa saat menyampaikan aspirasi, Rasno bersama perwakilan warga lainnya memasuki area perusahaan. Setelah di dalam sekitar 40 menit, juga masih belum menemui kepastian. Belum ada solusi. Langkah selanjutnya masyarakat masih menunggu jawaban itu. Jika tak kunjung mendapat jawaban, diperkirakan akan ada aksi lanjutan dengan masa yang lebih banyak.
”Itu dilempar ke pusat,” katanya.

Hingga sekitar pukul 14.00, warga masih berada di area perusahaan. Beberapa peserta aksi sudah masuk melewati gerbang. Sementara, di luar juga ada sejumlah karyawan yang tak bisa masuk.

Faruq, salah satu perwakilan manajemen Alfamart kepada Jawa Pos Radar Kudus menyampaikan, pihaknya masih belum mengetahui karena masih berada di luar kota.

“Saya nanti nyari data. Saya sendiri ya belum tahu. Nanti saya pastikan,” ujarnya.

Rencana pihaknya tetap akan berupaya menjembatani aspirasi dari masyarakat. (vah/khim)






Reporter: Vachry Rizaldi Luthfipambudi

REMBANG – Warga Desa Banggi menggeruduk Gudang Alfamart pada Senin (17/1). Mereka menuntut sejumlah janji-janji yang dianggap tidak ditepati oleh pihak perusahaan. Warga berduyun-duyun datang dari desa menyebrangi Jalan Pantura Rembang-Tuban. Tepat dilokasi berdirinya perusahaan yang bergerak di bidang minimarket itu.

Mereka membawa sejumlah tulisan yang berisi tuntutan. Ada satu warga yang berorasi menggunakan toa. Sementara yang lain nampak energik membenarkan tuntutan-tuntutan yang disampaikan. Diantaranya terkait janji perusahaan untuk memberdayakan warga sekitar.

Rasno, Kepala Desa Pasar Banggi menganggap pihak perusahaan sudah mengingkari janji. Pihaknya mengaku sudah melakukan berbagai Langkah pendekatan. ”Janji-janji itu tidak pernah diwujudkan. Maka kami selaku kepala desa, tidak bisa membendung masyarakat untuk ke sini,” jelasnya.

Diantaranya tuntutan yang disampaikan, lanjut Rasno, terkait tuntutan tenaga kerja. Bagi masyarakat yang usianya sudah tua. Dimana keahlian mereka dibidang kuli panggul. Pemerintah Desa Banggi bersama BUMDES berupaya memberdayakan warga melalui Kerjasama lelang kardus dengan perusahaan.
”Janjinya diprioritaskan untuk Pasarbanggi, malah orang luar,” katanya.

Baca Juga :  Trotoar Proyek Kota Pusaka Lasem Justru Jadi Tempat Parkir Liar, Dinas: Segera Ditertibkan

Pihaknya meminta kesepakatan agar warga sekitar bisa diprioritaskan sebagaimana poin-poin yang sudah dijanjikan. ”Kami hanya diberi janji-janji tidak pasti,” imbuhnya.

Setelah beberapa saat menyampaikan aspirasi, Rasno bersama perwakilan warga lainnya memasuki area perusahaan. Setelah di dalam sekitar 40 menit, juga masih belum menemui kepastian. Belum ada solusi. Langkah selanjutnya masyarakat masih menunggu jawaban itu. Jika tak kunjung mendapat jawaban, diperkirakan akan ada aksi lanjutan dengan masa yang lebih banyak.
”Itu dilempar ke pusat,” katanya.

Hingga sekitar pukul 14.00, warga masih berada di area perusahaan. Beberapa peserta aksi sudah masuk melewati gerbang. Sementara, di luar juga ada sejumlah karyawan yang tak bisa masuk.

Faruq, salah satu perwakilan manajemen Alfamart kepada Jawa Pos Radar Kudus menyampaikan, pihaknya masih belum mengetahui karena masih berada di luar kota.

“Saya nanti nyari data. Saya sendiri ya belum tahu. Nanti saya pastikan,” ujarnya.

Rencana pihaknya tetap akan berupaya menjembatani aspirasi dari masyarakat. (vah/khim)






Reporter: Vachry Rizaldi Luthfipambudi

Most Read

Artikel Terbaru

/