alexametrics
29.2 C
Kudus
Thursday, May 12, 2022

Sampah Sumbat Jembatan di Sedan Rembang, 21 Kades Di-Warning

REMBANG – Gunungan sampah bambu kiriman dari atas gunung menyumbat jembatan Sidorejo, Kecamatan Sedan. Akibatnya air meluap ke beberapa rumah warga sekitar Tidak ingin kecolongan banjir dan longsor, 21 kades di-warning proaktif memantau sungai dan mengoptimalkan relawan.

Camat Sedan Dwi Martopo menyampaikan kronologi seputar sampah di jembatan Sidorejo. Pemicunya tidak gara-gara hujan lebat. Sebab pada Minggu dan Senin (14 dan 15/11) hanya mendung dan grimis.

”Itu air gunung dari arah selatan. Lewat sungai Karas. Naik ke dukuh Ngedeng, Sedan ke arah Kalijambe, turun ke Karas dikirim lewat Sidorejo. Jadi sampah-sampah turunnya ke sana,” jelasnya, Kemarin (15/11).


Menurut karakteristik sungai banyak tikungannya. Berkelok-kelok dan banyak  bambu-bambu. ”Karena bambu malang -melintang akhirnya terjadi sumbatan. Untuk Sedan, sungai-sungai sudah kita perintahkan dibersihkan. Beberapa waktu lalu bersama Dinas Lingkungan Hidup (DLH),” terangnya.

Baca Juga :  Telan Rp 1,1 M, Kantor Kecamatan Sedan Rembang Belum Beres

Martopo menambahkan soal antisipasi kebencanaan. Ia mengaku sudah meminta kades di supaya waspada untuk informasikan perkembangan terkini. “Misalnya ada curah hujan tidak normal. Selain terbangun beberapa relawan. Teman-teman Linmas yang dilatih penanganan bencana juga sudah mulai. Kita latih sekitar bulan Agustus. Kita latih minimal dua orang tiap desa. Harapannya bisa menginspirasi teman-teman lain,” imbuhnya.






Reporter: Wisnu Aji

REMBANG – Gunungan sampah bambu kiriman dari atas gunung menyumbat jembatan Sidorejo, Kecamatan Sedan. Akibatnya air meluap ke beberapa rumah warga sekitar Tidak ingin kecolongan banjir dan longsor, 21 kades di-warning proaktif memantau sungai dan mengoptimalkan relawan.

Camat Sedan Dwi Martopo menyampaikan kronologi seputar sampah di jembatan Sidorejo. Pemicunya tidak gara-gara hujan lebat. Sebab pada Minggu dan Senin (14 dan 15/11) hanya mendung dan grimis.

”Itu air gunung dari arah selatan. Lewat sungai Karas. Naik ke dukuh Ngedeng, Sedan ke arah Kalijambe, turun ke Karas dikirim lewat Sidorejo. Jadi sampah-sampah turunnya ke sana,” jelasnya, Kemarin (15/11).

Menurut karakteristik sungai banyak tikungannya. Berkelok-kelok dan banyak  bambu-bambu. ”Karena bambu malang -melintang akhirnya terjadi sumbatan. Untuk Sedan, sungai-sungai sudah kita perintahkan dibersihkan. Beberapa waktu lalu bersama Dinas Lingkungan Hidup (DLH),” terangnya.

Baca Juga :  Sinta Penderita Tumor Asal Rembang Boleh Pulang, Begini Kondisinya

Martopo menambahkan soal antisipasi kebencanaan. Ia mengaku sudah meminta kades di supaya waspada untuk informasikan perkembangan terkini. “Misalnya ada curah hujan tidak normal. Selain terbangun beberapa relawan. Teman-teman Linmas yang dilatih penanganan bencana juga sudah mulai. Kita latih sekitar bulan Agustus. Kita latih minimal dua orang tiap desa. Harapannya bisa menginspirasi teman-teman lain,” imbuhnya.






Reporter: Wisnu Aji

Most Read

Artikel Terbaru

/