alexametrics
25.9 C
Kudus
Wednesday, May 25, 2022

Lakukan Penyegaran, Bupati Rembang Rombak 17 Kepala Puskesmas

REMBANG – Penyegaran kembali dilakukan Pemkab Rembang. Kali ini giliran di lingkungan Dinas Kesehatan setempat. Totalnya ada 33. Terinci 3 pejabat administrator, 13 pengawas dan 17 kepala puskesmas.

Kemarin upacara pelantikan dan pengambilan sumpah janji pejabat administrasi pengawas dan kepala puskesmas di lingkungan Pemkab setempat digelar dilantai IV Setda Rembang. Bupati Rembang Abdul Hafidz hadir langsung untuk melantik.

Selain itu ada pula Wakil Bupati Rembang M Hanies Cholil Barro dan Sekda Rembang, Fahrudin. Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Rembang, dr Ali Syofi’i. Dalam kesempatan tesebut Bupati mewanti-wanti para petugas kesehatan harus benar-benar bekerja keras untuk menekan AKI dan AKB (Angka Kematian Ibu dan Bayi), vaksinasi dan stunting.


“Ada tiga point adanya pelantikan dan pengambilan sumpah pegawai kesehatan ini. Pertama memenuhi tuntutan regulasi. Dua minimal dua tahun sampai lima tahun harus dimutasi. Kedua penyegaran. Ketiga menghindari permasalahan yang berkepanjangan,” tegas Bupati Rembang Abdul Hafidz.

Bupati menekankan menempati harus ada suasana baru ada pemikiran, inovasi, keinginan baru. Menurutnya itu yang diharapkan akan bisa mengubah yang lebih baik, untuk menuju Rembang Gemilang.

Baca Juga :  Polemik Pemindahan Pasar Kota Rembang, Pemkab Dorong Gelar Audiensi Resmi

Ia mencontohkan. Pertama ada PR besar tentang kematian bayi yang dilahirkan dan ibu melahirkan. Di Rembang untuk ibu agak mending. Sebaliknya untuk kematian bayi masih tinggi.

”Itu yang harus dituntaskan. Di sini buka membahas takdir, namun usaha. Jadi jangan sampai diplintir semua takdir. Kalau daerah lain bisa, kenapa Rembang tidak,” tegasnya.

Kedua tentang penanganan Covid-19. Terutama vaksin. Untuk supaya ada percepatan-percepatan. Memang sempat terkendala distribusinya. “Tetapi Insya allah satu sampai dua bulan ini, untuk vaksin tidak ada masalah. Sehingga kami optimistis di akhir tahun bisa menuju 70 persen sehingga masuk level I,” harapnya.

Kemudian anak stunting. Itu juga PR besar. Karena di RPJMN memang 2025 stunting harus dibawah 20 persen secara nasional. “Rembang sudah posisi 22 persen. Diturunkan lagi 2 persen. Sehingga memenuhi target dari pemerintah,” imbuhnya. (ali)






Reporter: Wisnu Aji

REMBANG – Penyegaran kembali dilakukan Pemkab Rembang. Kali ini giliran di lingkungan Dinas Kesehatan setempat. Totalnya ada 33. Terinci 3 pejabat administrator, 13 pengawas dan 17 kepala puskesmas.

Kemarin upacara pelantikan dan pengambilan sumpah janji pejabat administrasi pengawas dan kepala puskesmas di lingkungan Pemkab setempat digelar dilantai IV Setda Rembang. Bupati Rembang Abdul Hafidz hadir langsung untuk melantik.

Selain itu ada pula Wakil Bupati Rembang M Hanies Cholil Barro dan Sekda Rembang, Fahrudin. Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Rembang, dr Ali Syofi’i. Dalam kesempatan tesebut Bupati mewanti-wanti para petugas kesehatan harus benar-benar bekerja keras untuk menekan AKI dan AKB (Angka Kematian Ibu dan Bayi), vaksinasi dan stunting.

“Ada tiga point adanya pelantikan dan pengambilan sumpah pegawai kesehatan ini. Pertama memenuhi tuntutan regulasi. Dua minimal dua tahun sampai lima tahun harus dimutasi. Kedua penyegaran. Ketiga menghindari permasalahan yang berkepanjangan,” tegas Bupati Rembang Abdul Hafidz.

Bupati menekankan menempati harus ada suasana baru ada pemikiran, inovasi, keinginan baru. Menurutnya itu yang diharapkan akan bisa mengubah yang lebih baik, untuk menuju Rembang Gemilang.

Baca Juga :  Petani di Rembang Menjerit, Pupuk Subsidi Tembus Rp 250 Ribu

Ia mencontohkan. Pertama ada PR besar tentang kematian bayi yang dilahirkan dan ibu melahirkan. Di Rembang untuk ibu agak mending. Sebaliknya untuk kematian bayi masih tinggi.

”Itu yang harus dituntaskan. Di sini buka membahas takdir, namun usaha. Jadi jangan sampai diplintir semua takdir. Kalau daerah lain bisa, kenapa Rembang tidak,” tegasnya.

Kedua tentang penanganan Covid-19. Terutama vaksin. Untuk supaya ada percepatan-percepatan. Memang sempat terkendala distribusinya. “Tetapi Insya allah satu sampai dua bulan ini, untuk vaksin tidak ada masalah. Sehingga kami optimistis di akhir tahun bisa menuju 70 persen sehingga masuk level I,” harapnya.

Kemudian anak stunting. Itu juga PR besar. Karena di RPJMN memang 2025 stunting harus dibawah 20 persen secara nasional. “Rembang sudah posisi 22 persen. Diturunkan lagi 2 persen. Sehingga memenuhi target dari pemerintah,” imbuhnya. (ali)






Reporter: Wisnu Aji

Most Read

Artikel Terbaru

/