alexametrics
25.7 C
Kudus
Sunday, October 2, 2022

Masjid Jami’ Lasem Diberi Sentuhan Demakan, Ini Penampakannya

REMBANG – Masjid Jami’ Lasem sedang dilakukan renovasi. Rencananya, bangunan ikonik Kota Santri ini akan dikonsep arsitektur ala demakan.

Senin (15/8) aktivitas pekerja tampak sibuk di kawasan masjid. Ada para tukang yang berada di atas genteng. Mengecat dinding. Hingga menata pos di sekitar gerbang masuk. Dari depan, terlihat tatanan material sebagai hiasan dinding. Warnanya didominasi cokelat. Seperti batu bata. Kemudian ada warna putih yang membentuk lekukan-lekukan seperti kaligrafi.

Abdullah Hamid, salah satu pengurus Masjid menyampaikan, sebagai gambaran, nantinya Masjid Jami Lasem akan dikonsep dengan unsur klasik. ”Yang semula bentuknya ada kubah, dibentuk joglo, seperti masjid Demak-an,” ujarnya.


Diharapkan, konsep masjid dengan desain corak arsitektur Jawa bisa konsisten dengan detail-detailnya. ”Tidak setengah-setengah. Desain arsitektur, motif, detail-detailnya konsisten,” ujarnya.

Baca Juga :  Diverifikasi, Jenis Bantuan untuk Anak Yatim Piatu Malah Tak Jelas

Selain itu, juga diharapkan bisa memberikan manfaat kepada jamaah. Seperti dengan penataan parkir kendaraan. Sehingga bisa memberikan kenyamanan jamaah. ”Bisa membuat mereka tertib, memberikan kenyamanan. Jadi desainnya nyaman gitu,” imbuhnya.

Diberitakan sebelumnya, di atas masjid juga dipasang replika mustoko. Bentuknya seperti kerucut sepanjang sekitar dua meter. Di setiap sisinya terdapat lengkungan-lengkungan.

Beberapa waktu lalu, replika Mustoko tersebut juga dikirab. Kirab diikuti peserta khitan masal saat peringatan haul Mbah Sambu. Mereka mengikuti prosesi ini dengan naik kereta. Acara juga dimeriahkan drum band dari berbagai sekolah di Lasem dan sekitarnya. Mustoko dibawa berkeliling area Desa Karangturi, Sumbergirang, melewati Jalan Pantura hingga sampai Masjid Jami Lasem. (vah/ali)






Reporter: Vachry Rizaldi Luthfipambudi

REMBANG – Masjid Jami’ Lasem sedang dilakukan renovasi. Rencananya, bangunan ikonik Kota Santri ini akan dikonsep arsitektur ala demakan.

Senin (15/8) aktivitas pekerja tampak sibuk di kawasan masjid. Ada para tukang yang berada di atas genteng. Mengecat dinding. Hingga menata pos di sekitar gerbang masuk. Dari depan, terlihat tatanan material sebagai hiasan dinding. Warnanya didominasi cokelat. Seperti batu bata. Kemudian ada warna putih yang membentuk lekukan-lekukan seperti kaligrafi.

Abdullah Hamid, salah satu pengurus Masjid menyampaikan, sebagai gambaran, nantinya Masjid Jami Lasem akan dikonsep dengan unsur klasik. ”Yang semula bentuknya ada kubah, dibentuk joglo, seperti masjid Demak-an,” ujarnya.

Diharapkan, konsep masjid dengan desain corak arsitektur Jawa bisa konsisten dengan detail-detailnya. ”Tidak setengah-setengah. Desain arsitektur, motif, detail-detailnya konsisten,” ujarnya.

Baca Juga :  Kartu Identitas Anak di Rembang Baru 32 Persen, Dinas: Keterbatasan Alat dan SDM

Selain itu, juga diharapkan bisa memberikan manfaat kepada jamaah. Seperti dengan penataan parkir kendaraan. Sehingga bisa memberikan kenyamanan jamaah. ”Bisa membuat mereka tertib, memberikan kenyamanan. Jadi desainnya nyaman gitu,” imbuhnya.

Diberitakan sebelumnya, di atas masjid juga dipasang replika mustoko. Bentuknya seperti kerucut sepanjang sekitar dua meter. Di setiap sisinya terdapat lengkungan-lengkungan.

Beberapa waktu lalu, replika Mustoko tersebut juga dikirab. Kirab diikuti peserta khitan masal saat peringatan haul Mbah Sambu. Mereka mengikuti prosesi ini dengan naik kereta. Acara juga dimeriahkan drum band dari berbagai sekolah di Lasem dan sekitarnya. Mustoko dibawa berkeliling area Desa Karangturi, Sumbergirang, melewati Jalan Pantura hingga sampai Masjid Jami Lasem. (vah/ali)






Reporter: Vachry Rizaldi Luthfipambudi

Most Read

Artikel Terbaru