alexametrics
29.6 C
Kudus
Wednesday, May 18, 2022

Nekat Buka saat Ramadan, Dua Kafe di Rembang Terancam Disegel

REMBANG – Dua kafe di Rembang terancam disegel. Bahkan dilakukan tindakan tipiring. Atas pelanggaran yang dilakukan, yakni nekat beroperasional saat bulan Ramadan. Disamping kucing-kucingan menyimpan dan menyediakan miras.

Temuan terkini ini diperoleh Satpol PP Rembang. Dalam kegiatan operasi penegakan Perda No 2 Tahun 2019 tentang ketertiban umum Kamis malam hingga Jumat dini hari kemarin. Petugas mendapati dua kafe masih beroperasional.

Dua tempat usaha tersebut melanggar Inbup Kabupaten Rembang, nomor 300/0388/2022 tentang pengaturan kegiatan operasional usaha pariwisata lainnya pada bulan ramadan dan hari raya idul fitri. Padahal bupati dengan tegas minta tutup. Mulai 2 hari sebelum bulan Ramadan, sampai dengan 10 hari setelah penetapan 1 syawal 1443 H oleh pemerintah.


Kepala Satpol PP Rembang, Sulistiyono saat dikonfirmasi menyampaikan giat dimulai usai shalat tarwih hingga pukul 24.00 WIB. Menindaklanjuti aduan masyarakat yang masuk di portal. Ditindaklanjuti dan dilakukan penertiban.

”Di Satpol ada nomor pengaduan. Di nomor telp 081211702049. Nomor whatshap/ telp aduan satpol PP Rembang sebagai sarama layanan kepada masyarakat terkait pelanggaran Perda/Perkoda dan gangguan Trantibum. Dasar aduan kita tindaklanjuti,” teranganya kepada Jawa Pos Radar Kudus.

Dilapangan petugas mendapati dua kafe karaoke beroperasi. Dengan tegas Sulistiyono mereka yang membandel ditutup  tempat usahanya. Disegel. Sambil perkembangan baik atau tidak. Jika baik bisa dipertimbangkan.

Baca Juga :  Cegah Kecurangan, Wabup Rembang Intruksikan Pendataan Ulang Alat Pertanian

Tidak hanya segel. Namun juga dipertimbangkan denda dan sebagainya. Tindak lanjut dilakukan pemanggilan. Lalu diadakan penyidikan. Investigisasi dan intrograsi kenapa masih dibuka dan sebagainya baru diberi sanksi.

”Paling berat bisa perijinanya di cabut dan sebagainya. Bisa juga tipiring. Cuma prosesnya agak lama, sampai proses pemberkasan, koordinasi dengan koordinasi pengawas (korwas) penyidik dari Kepolisian, Kejaksaan sampai Pengadilan. Cuma kita istilahnya seperti gelar perkara. Nanti setelah dipanggil pelaku-pelakunya, pertimbanganya apa, baru diberikan saksi,” tegasnya.

Kembali lagi tergantung hasil penyidikan. Karena baru Kamis malam. Sehingga kemarin belum bisa diambil putusan saksinya. Baru pemanggilan. Baru setelah ada hasilnya akan disampaikan.

Diluar kafe karaoke yang beroperasional, pengelola juga kucing-kucingan dengan petugas terkait miras. Kalau pelaku baru sekali dipertimbangkan. Untuk memberikan saksi berikutnya. Sebaliknya beberapa kali diberi sangsi tindakan tegas.

”Kita juga amankan alat musik sementara dari salah satu warkop berfasilitas karaoke. Ada satu dua yang bisa diambil. Sebelumnya diperingatkan, fasilitas karaokenya tutup. Kalau tidak boleh, harusnya tidak boleh dilakukan. Kalau dilakukan disita,” tutupnya. (noe/lid)






Reporter: Wisnu Aji

REMBANG – Dua kafe di Rembang terancam disegel. Bahkan dilakukan tindakan tipiring. Atas pelanggaran yang dilakukan, yakni nekat beroperasional saat bulan Ramadan. Disamping kucing-kucingan menyimpan dan menyediakan miras.

Temuan terkini ini diperoleh Satpol PP Rembang. Dalam kegiatan operasi penegakan Perda No 2 Tahun 2019 tentang ketertiban umum Kamis malam hingga Jumat dini hari kemarin. Petugas mendapati dua kafe masih beroperasional.

Dua tempat usaha tersebut melanggar Inbup Kabupaten Rembang, nomor 300/0388/2022 tentang pengaturan kegiatan operasional usaha pariwisata lainnya pada bulan ramadan dan hari raya idul fitri. Padahal bupati dengan tegas minta tutup. Mulai 2 hari sebelum bulan Ramadan, sampai dengan 10 hari setelah penetapan 1 syawal 1443 H oleh pemerintah.

Kepala Satpol PP Rembang, Sulistiyono saat dikonfirmasi menyampaikan giat dimulai usai shalat tarwih hingga pukul 24.00 WIB. Menindaklanjuti aduan masyarakat yang masuk di portal. Ditindaklanjuti dan dilakukan penertiban.

”Di Satpol ada nomor pengaduan. Di nomor telp 081211702049. Nomor whatshap/ telp aduan satpol PP Rembang sebagai sarama layanan kepada masyarakat terkait pelanggaran Perda/Perkoda dan gangguan Trantibum. Dasar aduan kita tindaklanjuti,” teranganya kepada Jawa Pos Radar Kudus.

Dilapangan petugas mendapati dua kafe karaoke beroperasi. Dengan tegas Sulistiyono mereka yang membandel ditutup  tempat usahanya. Disegel. Sambil perkembangan baik atau tidak. Jika baik bisa dipertimbangkan.

Baca Juga :  PSDKU Undip Rembang Pasang CCTV untuk Uji Coba Perkuliahan

Tidak hanya segel. Namun juga dipertimbangkan denda dan sebagainya. Tindak lanjut dilakukan pemanggilan. Lalu diadakan penyidikan. Investigisasi dan intrograsi kenapa masih dibuka dan sebagainya baru diberi sanksi.

”Paling berat bisa perijinanya di cabut dan sebagainya. Bisa juga tipiring. Cuma prosesnya agak lama, sampai proses pemberkasan, koordinasi dengan koordinasi pengawas (korwas) penyidik dari Kepolisian, Kejaksaan sampai Pengadilan. Cuma kita istilahnya seperti gelar perkara. Nanti setelah dipanggil pelaku-pelakunya, pertimbanganya apa, baru diberikan saksi,” tegasnya.

Kembali lagi tergantung hasil penyidikan. Karena baru Kamis malam. Sehingga kemarin belum bisa diambil putusan saksinya. Baru pemanggilan. Baru setelah ada hasilnya akan disampaikan.

Diluar kafe karaoke yang beroperasional, pengelola juga kucing-kucingan dengan petugas terkait miras. Kalau pelaku baru sekali dipertimbangkan. Untuk memberikan saksi berikutnya. Sebaliknya beberapa kali diberi sangsi tindakan tegas.

”Kita juga amankan alat musik sementara dari salah satu warkop berfasilitas karaoke. Ada satu dua yang bisa diambil. Sebelumnya diperingatkan, fasilitas karaokenya tutup. Kalau tidak boleh, harusnya tidak boleh dilakukan. Kalau dilakukan disita,” tutupnya. (noe/lid)






Reporter: Wisnu Aji

Most Read

Artikel Terbaru

/