alexametrics
27.8 C
Kudus
Saturday, August 13, 2022

Sidak, Dindakop UKM Rembang Temui Kasus Borong Minyak Goreng untuk Hajatan

REMBANG – Dinas Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (Dindakop UKM) Kabupaten Rembang mendapati kasus borong minyak goreng secara berlebih saat melakukan sidak di gudang penyedia minyak goreng pada Selasa (15/2). Hal Itu dilakukan oleh sejumlah pembeli dengan dalih memenuhi pesanan orang punya hajatan.

Kepala Dindakop dan UKM Rembang, M. Mahfudz melalui Kabid Perdagangan Tri Handayani mengklaim pemantauan setiap hari terus dilakukan gudang. Di Rembang ada di Alfamart, Wings, Wahyu, dan Sinarmas.

”Pantauan kemarin ada isinya. Hampir sebulan mulai tanggal 19 Januari-15 Februari 2022. Perkembangan selalu di pasar, memang kendalanya di masyarakat ketika beli di toko modern. Hari itu di stok, satu-dua jam akan habis,” ujarnya.


Menurutnya, kendali ada di masyarakat. Jika tak ada panic buying. Seharusnya jika membeli untuk keperluan harian satu pot untuk dua minggu rata-rata. Karena untuk konsumsi hitungannya 0,2 liter/minggu. Artinya satu bulan satu orang butuh 1 liter. Kurang lebihnya cukup.

”Kalau di stok ada. Rata-rata 2.000 dus di masing-masing gudang. Seharusnya untuk sepekan ke depan aman masyarakat,” terangnya.

Harga minyak di Rembang masih blending atau campur. Ada yang sudah mengikuti harga baru. Ada juga yang masih mengikuti harga lama.

“Tapi akan mengikuti harga kulakan. Ketika beli harga baru juga akan mengikuti. Itu yang dipantau hampir 15 pasar tradisional demikian. Subsidi diterima produsen. Bukan diterima masyarakat langsung. Jadi ketika harga sudah turun atau keluar dari pabrik sudah mengandung subsidi. Jadi sampai ke bawah pun mengambil masing-masing empat distributor yang dipantau semua harga sudah dibawah HET. Di bawah Rp 14 ribu. Artinya mengambil keuntungan tidak banyak bisa mengambil ke masyarakat Rp 14 ribu,” imbuhnya.

Baca Juga :  Ramaikan HUT ke-76 Bhayangkara Polres Rembang, Yeni Inka Hipnotis Ribuan Goweser

Permasalahan baik dari hulu sampai hilir ada semua. Jadi permasalahannya ketika produsen memproduksi alasan keterbatasan bahan baku. Namun diantaranya distributor dan produsen ada jeda pengiriman yang mengakibatkan stok di gundang tidak mesti ada. Karena jeda pengiriman.

Kemudian ketika distributor ingin mengeluarkan dari gudangnya menunggu klem subsidi dari produsen dulu. “Kalau masyarakat masih bisa mengendalikan diri, Insha Allah bisa teratasi. Setelah keliling monitor sebulan ini kesimpulan bahwa edukasi masyarakat. Karena penjual sudah sampai taraf di pasar sampai retail modern sudah harga HET. Justru yang dicurigai online. Untuk pedagang kecil kasihan, habiskan stok. Ketika harga baru mengikuti. HET baru berdasarkan ada tiga curah Rp 11.500, Rp13.500 hingga Rp 14.000 untuk yang premium,” imbuhnya.

Saat ini edukasi masyarakat perlu digencarkan. Ketika bahasa langka masyarakat akan mencari. Selama ada akan membeli berapa pun. Ketika survei sampai pembeli, diperoleh mereka dapat memenuhi pesanan seseorang karena ada hajatan.

”Butuh minyak. Saya berani berapapun harganya yang penting ada. Ini yang menyebabkan. Pekan ini kita akan fokus edukasi dulu. Pekan depan ada langkah nyata dari pihak dinas terkait,” imbuhnya. (noe/ali)






Reporter: Wisnu Aji

REMBANG – Dinas Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (Dindakop UKM) Kabupaten Rembang mendapati kasus borong minyak goreng secara berlebih saat melakukan sidak di gudang penyedia minyak goreng pada Selasa (15/2). Hal Itu dilakukan oleh sejumlah pembeli dengan dalih memenuhi pesanan orang punya hajatan.

Kepala Dindakop dan UKM Rembang, M. Mahfudz melalui Kabid Perdagangan Tri Handayani mengklaim pemantauan setiap hari terus dilakukan gudang. Di Rembang ada di Alfamart, Wings, Wahyu, dan Sinarmas.

”Pantauan kemarin ada isinya. Hampir sebulan mulai tanggal 19 Januari-15 Februari 2022. Perkembangan selalu di pasar, memang kendalanya di masyarakat ketika beli di toko modern. Hari itu di stok, satu-dua jam akan habis,” ujarnya.

Menurutnya, kendali ada di masyarakat. Jika tak ada panic buying. Seharusnya jika membeli untuk keperluan harian satu pot untuk dua minggu rata-rata. Karena untuk konsumsi hitungannya 0,2 liter/minggu. Artinya satu bulan satu orang butuh 1 liter. Kurang lebihnya cukup.

”Kalau di stok ada. Rata-rata 2.000 dus di masing-masing gudang. Seharusnya untuk sepekan ke depan aman masyarakat,” terangnya.

Harga minyak di Rembang masih blending atau campur. Ada yang sudah mengikuti harga baru. Ada juga yang masih mengikuti harga lama.

“Tapi akan mengikuti harga kulakan. Ketika beli harga baru juga akan mengikuti. Itu yang dipantau hampir 15 pasar tradisional demikian. Subsidi diterima produsen. Bukan diterima masyarakat langsung. Jadi ketika harga sudah turun atau keluar dari pabrik sudah mengandung subsidi. Jadi sampai ke bawah pun mengambil masing-masing empat distributor yang dipantau semua harga sudah dibawah HET. Di bawah Rp 14 ribu. Artinya mengambil keuntungan tidak banyak bisa mengambil ke masyarakat Rp 14 ribu,” imbuhnya.

Baca Juga :  Pasar Kreatif Lasem bakal Dikelola Pihak Ketiga, Ini Alasannya

Permasalahan baik dari hulu sampai hilir ada semua. Jadi permasalahannya ketika produsen memproduksi alasan keterbatasan bahan baku. Namun diantaranya distributor dan produsen ada jeda pengiriman yang mengakibatkan stok di gundang tidak mesti ada. Karena jeda pengiriman.

Kemudian ketika distributor ingin mengeluarkan dari gudangnya menunggu klem subsidi dari produsen dulu. “Kalau masyarakat masih bisa mengendalikan diri, Insha Allah bisa teratasi. Setelah keliling monitor sebulan ini kesimpulan bahwa edukasi masyarakat. Karena penjual sudah sampai taraf di pasar sampai retail modern sudah harga HET. Justru yang dicurigai online. Untuk pedagang kecil kasihan, habiskan stok. Ketika harga baru mengikuti. HET baru berdasarkan ada tiga curah Rp 11.500, Rp13.500 hingga Rp 14.000 untuk yang premium,” imbuhnya.

Saat ini edukasi masyarakat perlu digencarkan. Ketika bahasa langka masyarakat akan mencari. Selama ada akan membeli berapa pun. Ketika survei sampai pembeli, diperoleh mereka dapat memenuhi pesanan seseorang karena ada hajatan.

”Butuh minyak. Saya berani berapapun harganya yang penting ada. Ini yang menyebabkan. Pekan ini kita akan fokus edukasi dulu. Pekan depan ada langkah nyata dari pihak dinas terkait,” imbuhnya. (noe/ali)






Reporter: Wisnu Aji

Most Read

Artikel Terbaru

/