alexametrics
32 C
Kudus
Monday, August 1, 2022

Pemkab Rembang Gagas Program Orang Tua Asuh Korban Covid-19

REMBANG – Kabupaten Rembang menggagas gerakan orang tua asuh bagi anak-anak yang kehilangan orang tuanya karena Covid-19. Di Kota Santri tercatat ada 371 anak-anak yang nantinya akan dilibatkan bersama melalui berbagai program.

Kepala Bidang Pemberdayaan Perlindungan Anak Lilik melalui Sub Koorditor Perlindungan Anak Yulidar Maisaroh menyampaikan pihaknya telah menggelar workshop terkait aksi dukungan bagi anak-anak yang kehilangan salah satu atau kedua orang tuanya karena covid-19. Kegiatan tersebut merupakan inisiasi provinsi kerja sama UNICEF dan yayasan Setara.

“Hadir ada dari Dinas Pendidikan, Dinkes, Dindukcapil, Dinpermades, Kemenag, Fatayat, Aisyiyah, PKK, Puspaga, Bappeda, Forum Anak, RSUD, Dinsos,” keteranganya.


Sesuai data yang dimasukan aplikasi di provinsi ada 371 anak-anak yatim, piatu dan yatim-piatu di Kota Santri. Data tersebut sesuai dengan yang sudah masuk awal dan sudah disampaikan kementerian.

“Awal dulu 364 yatim piatu, yatim-piatu. Kemudian ada gelombang bulan Juni-Juli-Agustus 2021. Sampai terakhir memasukan Aplikasi Pemetaan Kelompok Perempuan dan Anak Kelompok Rentan (APEM KETAN) sebanyak 371. Disesuaikan. Namanya rencana aksi bersama OPD lain yang terkait dan ada beberapa lembaga. Ditunjukkan program masing-masing,” jelasnya.

Baca Juga :  HUT ke-49 SMPN 1 Lasem: Diawali Lomba Mapel, Ditutup Potong Tumpeng

Pihaknya mencontohkan, misalnya Dinas Pendidikan terkait pendidikan. Jadi program-program apa yang sudah diimplementasikan untuk berikan dukungan terdampak covid-19. Intinya membuat rencana aksi setiap OPD maupun lembaga untuk berikan dukungan kepada anak-anak yang terdampak.

Seperti tahun lalu, dukungan yang sudah berjalan di Dinsos kepada pengasuh. Dari ibunya atau Jandanya diberikan pelatihan. Ikutkan pelatihan untuk janda yang status rumah tangga. Untuk penguatan ekonomi. Ada tergabung industri rumahan.

Untuk anak-anak yang remaja. Pernah juga dikumpulkan bersama forum anak Rembang. Lalu ada juga beberapa bantuan sosial. “Nanti masih ada tetap terus berlangsung. Seperti industri rumahan ada beberapa bertahap. Karena banyak tempatnya,” ujarnya.

Kepala DinsosPPKB Rembang Subhan saat membuka acara mengharapkan dukungan tidak hanya dalam bentuk tali asih. Tetapi ada perhatian khusus untuk anak-anak yang ditinggal orang tuanya karena covid-19.

”Ke depan seperti apa. Syukur ada orang tua asuh. Jika tidak punya sama sekali. Mungkin kakek neneknya sudah sepuh. Sehingga ada perhatian,” imbuhnya. (noe/ali)






Reporter: Wisnu Aji

REMBANG – Kabupaten Rembang menggagas gerakan orang tua asuh bagi anak-anak yang kehilangan orang tuanya karena Covid-19. Di Kota Santri tercatat ada 371 anak-anak yang nantinya akan dilibatkan bersama melalui berbagai program.

Kepala Bidang Pemberdayaan Perlindungan Anak Lilik melalui Sub Koorditor Perlindungan Anak Yulidar Maisaroh menyampaikan pihaknya telah menggelar workshop terkait aksi dukungan bagi anak-anak yang kehilangan salah satu atau kedua orang tuanya karena covid-19. Kegiatan tersebut merupakan inisiasi provinsi kerja sama UNICEF dan yayasan Setara.

“Hadir ada dari Dinas Pendidikan, Dinkes, Dindukcapil, Dinpermades, Kemenag, Fatayat, Aisyiyah, PKK, Puspaga, Bappeda, Forum Anak, RSUD, Dinsos,” keteranganya.

Sesuai data yang dimasukan aplikasi di provinsi ada 371 anak-anak yatim, piatu dan yatim-piatu di Kota Santri. Data tersebut sesuai dengan yang sudah masuk awal dan sudah disampaikan kementerian.

“Awal dulu 364 yatim piatu, yatim-piatu. Kemudian ada gelombang bulan Juni-Juli-Agustus 2021. Sampai terakhir memasukan Aplikasi Pemetaan Kelompok Perempuan dan Anak Kelompok Rentan (APEM KETAN) sebanyak 371. Disesuaikan. Namanya rencana aksi bersama OPD lain yang terkait dan ada beberapa lembaga. Ditunjukkan program masing-masing,” jelasnya.

Baca Juga :  Pilkades di Rembang segera Dimulai, Pemkab Gelontorkan Rp 1,6 Miliar

Pihaknya mencontohkan, misalnya Dinas Pendidikan terkait pendidikan. Jadi program-program apa yang sudah diimplementasikan untuk berikan dukungan terdampak covid-19. Intinya membuat rencana aksi setiap OPD maupun lembaga untuk berikan dukungan kepada anak-anak yang terdampak.

Seperti tahun lalu, dukungan yang sudah berjalan di Dinsos kepada pengasuh. Dari ibunya atau Jandanya diberikan pelatihan. Ikutkan pelatihan untuk janda yang status rumah tangga. Untuk penguatan ekonomi. Ada tergabung industri rumahan.

Untuk anak-anak yang remaja. Pernah juga dikumpulkan bersama forum anak Rembang. Lalu ada juga beberapa bantuan sosial. “Nanti masih ada tetap terus berlangsung. Seperti industri rumahan ada beberapa bertahap. Karena banyak tempatnya,” ujarnya.

Kepala DinsosPPKB Rembang Subhan saat membuka acara mengharapkan dukungan tidak hanya dalam bentuk tali asih. Tetapi ada perhatian khusus untuk anak-anak yang ditinggal orang tuanya karena covid-19.

”Ke depan seperti apa. Syukur ada orang tua asuh. Jika tidak punya sama sekali. Mungkin kakek neneknya sudah sepuh. Sehingga ada perhatian,” imbuhnya. (noe/ali)






Reporter: Wisnu Aji

Most Read

Artikel Terbaru

/