alexametrics
30.8 C
Kudus
Sunday, May 29, 2022

Penutupan TMMD di Trembes Rembang Diawali Gowes dan Main Wood Ball

REMBANG – Rangkaian penutupan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) reguler ke-112 tahun 2021 di Trembes, Gunem, digelar berbeda. Kegiatan yang dihadiri jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkompimda) diawali dengan olahraga gowes dan Wood Ball. Kemudian disambung dengan mengecek bangunan infrastruktur jalan.

Bupati Rembang Abdul Hafidz mengapresiasi program TMMD mulai dari sisi pelaksana melalui seleksi ketat untuk bagaimana bisa sangat bermanfaat bagi desa-desa yang dianggap membutuhkan. “Ini akan meningkatkan ekonomi atau kegiatan sosial masyarakat,” ujarnya.

Menurutnya pembangunan fisik lengkap. Ada gorong-gorong dan saluran. Jadi baik sekali. Ia mengaku puas dengan program TMMD.


“Setelah di lokasi puas sekali. Karena yang pertama dari segi kualitas bagus. Dari sisi manfaat akses yang bisa menumbuhkan ekonomi. Khususnya di pertanian. Kanan kiri lahan pertanian, serta akses sosial masyarakat bisa memotong sekitar 4-5 km. Kurangi BBM, waktu dan sangat mudah menjangkau lebih cepat,” ungkapnya.

Bupati secara khusus berharap masyarakat bisa merawat lebih baik. Jangan dibiarkan. Utamanya desa harus memperhatikan  program yang dijalankan tersebut. Sehingga benar-benar bermanfaat, berkelanjutan. Jangan sampai 1-2 tahun.

Baca Juga :  Ultimatum Pegawai Dishub Soal Pungutan Liar, Bupati: Jangan Coba - Coba

”Selamanya tidak pernah dilewati manusia. Kalau lewat pasti akan putus di jembatan tersebut. Kini tanpa putus bisa dilewati,” bangganya.

Sementara itu Dandim 0720/Rembang, Letkol Kav Donan Wahyu Sejati menyampaikan TMMD berjalan sesuai dengan waktu pelaksanaan. Kiat pertama pembangunan sepertinya mustahil karena membangun jembatan kurang lebih waktu sebulan.

Sehingga strategi pertama melalukan pra TMMD mulai tanggal 5. Hampir sebulan sebelum TMMD. Dengan bersama-sama masyarakat desa Trembes menyiapkan. Termasuk pengecoran pondasi awal dilaksanakan terlebih dahulu.

Strategi kedua gotong royong. Dalam arti bukan hanya satgas yang bekerja. Tetapi TNI selalu  bersama aparat pemerintahan dari kepolisian, masyarakat dan unsur yang lain. Sehingga dari pagi sampai sore dimaksimalkan.

”Tanpa diminta. Dukungan masyarakat luar biasa. Bukan hanya tenaga. Tetapi juga dukungan semuanya,” imbuhnya. (ali)






Reporter: Wisnu Aji

REMBANG – Rangkaian penutupan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) reguler ke-112 tahun 2021 di Trembes, Gunem, digelar berbeda. Kegiatan yang dihadiri jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkompimda) diawali dengan olahraga gowes dan Wood Ball. Kemudian disambung dengan mengecek bangunan infrastruktur jalan.

Bupati Rembang Abdul Hafidz mengapresiasi program TMMD mulai dari sisi pelaksana melalui seleksi ketat untuk bagaimana bisa sangat bermanfaat bagi desa-desa yang dianggap membutuhkan. “Ini akan meningkatkan ekonomi atau kegiatan sosial masyarakat,” ujarnya.

Menurutnya pembangunan fisik lengkap. Ada gorong-gorong dan saluran. Jadi baik sekali. Ia mengaku puas dengan program TMMD.

“Setelah di lokasi puas sekali. Karena yang pertama dari segi kualitas bagus. Dari sisi manfaat akses yang bisa menumbuhkan ekonomi. Khususnya di pertanian. Kanan kiri lahan pertanian, serta akses sosial masyarakat bisa memotong sekitar 4-5 km. Kurangi BBM, waktu dan sangat mudah menjangkau lebih cepat,” ungkapnya.

Bupati secara khusus berharap masyarakat bisa merawat lebih baik. Jangan dibiarkan. Utamanya desa harus memperhatikan  program yang dijalankan tersebut. Sehingga benar-benar bermanfaat, berkelanjutan. Jangan sampai 1-2 tahun.

Baca Juga :  Dapat Hibah Tanah 1 Ha, Polres Rembang Bangun Kantor Satlantas dan Satpas

”Selamanya tidak pernah dilewati manusia. Kalau lewat pasti akan putus di jembatan tersebut. Kini tanpa putus bisa dilewati,” bangganya.

Sementara itu Dandim 0720/Rembang, Letkol Kav Donan Wahyu Sejati menyampaikan TMMD berjalan sesuai dengan waktu pelaksanaan. Kiat pertama pembangunan sepertinya mustahil karena membangun jembatan kurang lebih waktu sebulan.

Sehingga strategi pertama melalukan pra TMMD mulai tanggal 5. Hampir sebulan sebelum TMMD. Dengan bersama-sama masyarakat desa Trembes menyiapkan. Termasuk pengecoran pondasi awal dilaksanakan terlebih dahulu.

Strategi kedua gotong royong. Dalam arti bukan hanya satgas yang bekerja. Tetapi TNI selalu  bersama aparat pemerintahan dari kepolisian, masyarakat dan unsur yang lain. Sehingga dari pagi sampai sore dimaksimalkan.

”Tanpa diminta. Dukungan masyarakat luar biasa. Bukan hanya tenaga. Tetapi juga dukungan semuanya,” imbuhnya. (ali)






Reporter: Wisnu Aji

Most Read

Artikel Terbaru

/