alexametrics
26.5 C
Kudus
Saturday, October 1, 2022

Modeling Kriya Fest Ramaikan Car Free Night Perdana di Rembang, Begini Penampakannya

REMBANGCar Free Night (CFN) perdana di Kabupaten Rembang, Sabtu malam (13/8), berlangsung meriah. Event ini kian semarak dengan penampilan para modeling diajang Kriya Fest. Para pengunjung terus memadati Jalan dr Sutomo, meski gerimis mengguyur.

CFN mulai pukul 19.00-22.00. Sepanjang rute steril semua kendaraan. Penutupan jalan dimulai dari rumdin kapolres hingga timur rumdin Wakil Bupati.

Warga terus berduyun-duyun menuju lokasi CFN. Hadiri di CFN unsur Forkopimda, Forkompimcam dan perwakilan OPD. Acaranya dibuka Wakil Bupati Rembang, Muhammad Hanies Cholil Barro’.


Mendampingi pembukaan CFN, Dandim 0720 Rembang, Letkol Czi Parlindungan Simanjuntak, Kasatlantas AKP Dwi Panji Lestari. Tampak pula Ketua PN Rembang Baginda Rajoko Harahap.

Kejari Rembang diwakili Kasi Intelijen, Agus Yuliana Indra Santoso. DPRD ada Donny Kurniawan, serta Asisten II Sekda Rembang, Mardi. Serta Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (Dindagkop dan UKM) Kabupaten Rembang, Mohammad Mahfudz.

Acara dibuka dengan penampilan ruang seni budaya dan kreatifitas masyarakat. Openingnya thong-thonglek, parade fashion show kriya berdaya, parade desainer Rembang. Musik akustik, sendratari ramayana, stand kerajinan tangan dan UMKM.

Kepala Dindagkop dan UMKM Kabupaten Rembang Mohammad Mahfudz tujuan digelarnya CFN diharapkan menjadi ruang masyarakat. Untuk melaksanakan aktifitas. Meningkatkan kegiatan ekonomi, utamanya di sektor UMKM dan Kriya Fest atau industri kreatif bagi masyarakat.

”Produk UMKM ditampilkan. Dari pengembangan potensi dan sumber daya. Kemudian juga agar kegiatan masyarakat Rembang utama di Jalan dr Soetomo, kita bisa berikan ruang setiap malam Minggu bisa dijadikan zona CFN,” laporanya.

Baca Juga :  Naik Heli, KSAL Yudo Margono Cek Vaksinasi Nelayan di Rembang

Sementara Kriya Fest merupakan ajang kreatifitas untuk masyarakat. Utamanya budaya batik. “Dalam pementasan atau kegiatan festival, selain mengenakan batik akan juga dipadukan kerajinan-kerajinan kreatifitas di masyarakat. Dilengkapi aksesoris-aksesoris yang dikenakan. Tidak hanya batik, tetapi dengan aksesoris yang melengkapi. Bisa bermotif dan bercorak nuansa batik dan juga potensi-potensi alam. Kriya Fest peserta festival dari komunitas kelompok seni dan penggiat,” imbuhnya.

Setidaknya pada CFN perdana akhir pekan lalu diikuti beberapa UMKM. Mereka disediakan 20 tenda. “Kami juga mempersilahkan PKL yang khusus malam minggu di lokasi CFN,” terangnya.

Ia menambahkan melalui Kriya Fest berharap nanti agar masyarakat mengetahui. Batik bisa dipadu serasikan dengan unsur-unsur kreativitas masyarakat.

Wakil Bupati Rembang, Muhammad Hanies Cholil Barro’ menyampaikan kegiatan sengaja melibatkan UMKM, PKL serta pekerja seni kreatif. Dengan tujuan untuk membangkitkan perekonomian di Kabupaten setempat. Terutama pasca pandemi.

”Semua semoga tetap sehat. Sehingga bisa menikmati pertunjukan maupun karya seni dan tentunya kuliner. Ini baru pembukaan, ke depan bisa ditambah lagi kulinernya. Jadi masyarakat bisa menikmati kuliner, produk UMKM lebih leluasa,” ujarnya.

Wabup berpesan agar Dindagkop menggandeng OPD lain. Termasuk Dinas Perikanan dan Kelautan (Dinlutkan). “Produk ikan harus masuk di CFN akan datang. Ini penting karena laut panjang namun yang dikonsumsi 1,2 persen dari hasil laut. Harus ditambah lagi gemar makan ikannya,” imbuhnya. (noe/ali)






Reporter: Wisnu Aji

REMBANGCar Free Night (CFN) perdana di Kabupaten Rembang, Sabtu malam (13/8), berlangsung meriah. Event ini kian semarak dengan penampilan para modeling diajang Kriya Fest. Para pengunjung terus memadati Jalan dr Sutomo, meski gerimis mengguyur.

CFN mulai pukul 19.00-22.00. Sepanjang rute steril semua kendaraan. Penutupan jalan dimulai dari rumdin kapolres hingga timur rumdin Wakil Bupati.

Warga terus berduyun-duyun menuju lokasi CFN. Hadiri di CFN unsur Forkopimda, Forkompimcam dan perwakilan OPD. Acaranya dibuka Wakil Bupati Rembang, Muhammad Hanies Cholil Barro’.

Mendampingi pembukaan CFN, Dandim 0720 Rembang, Letkol Czi Parlindungan Simanjuntak, Kasatlantas AKP Dwi Panji Lestari. Tampak pula Ketua PN Rembang Baginda Rajoko Harahap.

Kejari Rembang diwakili Kasi Intelijen, Agus Yuliana Indra Santoso. DPRD ada Donny Kurniawan, serta Asisten II Sekda Rembang, Mardi. Serta Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (Dindagkop dan UKM) Kabupaten Rembang, Mohammad Mahfudz.

Acara dibuka dengan penampilan ruang seni budaya dan kreatifitas masyarakat. Openingnya thong-thonglek, parade fashion show kriya berdaya, parade desainer Rembang. Musik akustik, sendratari ramayana, stand kerajinan tangan dan UMKM.

Kepala Dindagkop dan UMKM Kabupaten Rembang Mohammad Mahfudz tujuan digelarnya CFN diharapkan menjadi ruang masyarakat. Untuk melaksanakan aktifitas. Meningkatkan kegiatan ekonomi, utamanya di sektor UMKM dan Kriya Fest atau industri kreatif bagi masyarakat.

”Produk UMKM ditampilkan. Dari pengembangan potensi dan sumber daya. Kemudian juga agar kegiatan masyarakat Rembang utama di Jalan dr Soetomo, kita bisa berikan ruang setiap malam Minggu bisa dijadikan zona CFN,” laporanya.

Baca Juga :  Serunya Liburan di KJB Rembang: Menyusuri KJB dengan ATV hingga Swafoto di Perahu Hias

Sementara Kriya Fest merupakan ajang kreatifitas untuk masyarakat. Utamanya budaya batik. “Dalam pementasan atau kegiatan festival, selain mengenakan batik akan juga dipadukan kerajinan-kerajinan kreatifitas di masyarakat. Dilengkapi aksesoris-aksesoris yang dikenakan. Tidak hanya batik, tetapi dengan aksesoris yang melengkapi. Bisa bermotif dan bercorak nuansa batik dan juga potensi-potensi alam. Kriya Fest peserta festival dari komunitas kelompok seni dan penggiat,” imbuhnya.

Setidaknya pada CFN perdana akhir pekan lalu diikuti beberapa UMKM. Mereka disediakan 20 tenda. “Kami juga mempersilahkan PKL yang khusus malam minggu di lokasi CFN,” terangnya.

Ia menambahkan melalui Kriya Fest berharap nanti agar masyarakat mengetahui. Batik bisa dipadu serasikan dengan unsur-unsur kreativitas masyarakat.

Wakil Bupati Rembang, Muhammad Hanies Cholil Barro’ menyampaikan kegiatan sengaja melibatkan UMKM, PKL serta pekerja seni kreatif. Dengan tujuan untuk membangkitkan perekonomian di Kabupaten setempat. Terutama pasca pandemi.

”Semua semoga tetap sehat. Sehingga bisa menikmati pertunjukan maupun karya seni dan tentunya kuliner. Ini baru pembukaan, ke depan bisa ditambah lagi kulinernya. Jadi masyarakat bisa menikmati kuliner, produk UMKM lebih leluasa,” ujarnya.

Wabup berpesan agar Dindagkop menggandeng OPD lain. Termasuk Dinas Perikanan dan Kelautan (Dinlutkan). “Produk ikan harus masuk di CFN akan datang. Ini penting karena laut panjang namun yang dikonsumsi 1,2 persen dari hasil laut. Harus ditambah lagi gemar makan ikannya,” imbuhnya. (noe/ali)






Reporter: Wisnu Aji

Most Read

Artikel Terbaru