alexametrics
24.2 C
Kudus
Wednesday, May 25, 2022

Antrean Penyaluran Bansos Membeludak, Pukul 09.30 Petugas Baru Datang

REMBANG –  Antrean warga penerima bantuan tunai di pendapa Kantor Kecamatan Rembang membeludak pada Jumat (13/1). Warga yang sudah menunggu sejak pukul 07.00 langsung mendatangi petugas yang baru datang pukul 09.30.

Penyaluran Bantuan Tunai sebagai pengganti Program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) bermasalah tahun 2021 lalu tak bisa berjalan mulus. Ini terjadi karena ditemukan tambahan data Keluarga Penerima Manfaat (KPM) sebanyak 3.000 KPM. Meski begitu Dinas Sosial dan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinsos dan PPKB) Kabupaten Rembang mengklaim distribusi telah rampung secara keseluruhan.

Sementara pantauan penyaluran di wilayah Kecamatan Rembang kota sempat menjadi sorotan. Ini karena terjadi penumpukan antrean. Kondisi ini dipicu karena pihak bank penyalur datang siang. Padahal para calon penerima sudah datang sejak pagi. Hingga pukul 09.30. calon penerima tak kunjung menerima kartu tabungan dan ATM diterima.


Camat Rembang, Mustolih tidak menampik terjadinya antrean panjang di kantornya. Menurutnya mereka antre sejak pagi pukul 07.30. Ia pun menyayangkan kesiapan pihak bank penyalur karena tak mempersiapkan secara matang saat penyaluran program.

“Kamis lalu (13/1) dari pihak bank penyalur. Mohon izin pinjam tempat. Sebetulnya jadwalnya hari Kamis. Kemudian malam menginformasikan harinya diundur. Minta maaf mundur Jumat. Saya tanya berapa yang dihadirkan, sekitar 700 KPM,” jelasnya saat di konfirmasi Jawa Pos Radar Kudus.

Menurutnya, pihak kecamatan sebenarnya sudah memberikan masukan. Karena hari Jumat apakah tidak lebih baik di jadwal tiap desa. Ternyata tidak. Mereka hanya diinformasikan yang datang 10 orang petugas.

“Kemudian ditanya kembali fasilitasi apa yang perlu disiapkan. Informasi sudah cukup. Meja-meja tidak perlu dirubah. Ternyata ditunggu sampai pukul 09.00  pagi belum hadir. Sedangkan warga sudah menumpuk,” imbuhnya.

Baca Juga :  Biar Tidak Semrawut, PKL Lasem Dibatasi Garis Jualan

Sementara saat konfirmasi ulang Dinas Sosial dan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinsos dan PPKB), pukul 09.20 tiba namun petugas baru menata dan memilih kartu. Beruntung Polsek Rembang kota tanggap. Memberikan bantuan ke pendapa kecamatan. Lalu dibantu juga Satpol PP membantu. “Seharusnya pihak bank penyalur bisa memperkirakan hal-hal demikian,” ujarnya.

Menurutnya jika petugas datang tepat waktu. Pukul 08.00 pagi. Tidak sampai menumpuk dan menunggu. Karena KPM sudah ada datang pukul 07.30. Satu jam berikutnya semakin menumpuk. “Meski akhirnya pukul 11.45 mulai terurai dan normal,” jelasnya.

Terpisah, Kabid Perlindungan Jaminan Sosial dan Pemberdayaan Sosial pada Dinsos dan PPKB Kabupaten Rembang Etty Apriliana menyebutkan jika distribusi tabungan dan kartu KKS kemarin merupakan susulan. Sementara, 16 ribu data KPM sudah clear di 9 kecamatan, di Kaliori, Sumber, Sulang, Bulu, Gunem, Pamotan, Sale, Sedan dan Sarang.

Namun, Rabu sore ada tambahan kartu 3.000 untuk 14 kecamatan. Itu yang tidak bisa diproses keseluruhan. Meski sudah dicoba sampai pukul 01.30. Mulai Bulu, Kragan, Rembang, Gunem, Kaliori, Sale, Sedan dan Sumber. Akhirnya diambil jalan tengah.

“Administrasi diselesaikan sebagai undangan hari Jumat untuk diambil. Untuk menengahi antara pendamping dengan pihak penyalur. Karena petugas pendamping juga kasihan sudah datang ke KPM langsung,” jelasnya.

Tetapi kondisi sistem. Mungkin se-Indonesia untuk mencetak tambahan 3.000 kartu KKS no-respon atau trouble. Dipantau sampai pukul 05.00 belum bisa.

”Kamis sudah dirapatkan untuk Rembang dan Kragan. Karena di sistem  trouble. Sudah diusahakan sampai pukul 02.00 dinihari. Perkembangannya sampai delapan kecamatan. Memang tidak bisa didistribusikan hari Kamis dan ditunda Jumat. Untuk distribusi tabungan dan KKS,” terangnya. (noe/ali)






Reporter: Wisnu Aji

REMBANG –  Antrean warga penerima bantuan tunai di pendapa Kantor Kecamatan Rembang membeludak pada Jumat (13/1). Warga yang sudah menunggu sejak pukul 07.00 langsung mendatangi petugas yang baru datang pukul 09.30.

Penyaluran Bantuan Tunai sebagai pengganti Program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) bermasalah tahun 2021 lalu tak bisa berjalan mulus. Ini terjadi karena ditemukan tambahan data Keluarga Penerima Manfaat (KPM) sebanyak 3.000 KPM. Meski begitu Dinas Sosial dan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinsos dan PPKB) Kabupaten Rembang mengklaim distribusi telah rampung secara keseluruhan.

Sementara pantauan penyaluran di wilayah Kecamatan Rembang kota sempat menjadi sorotan. Ini karena terjadi penumpukan antrean. Kondisi ini dipicu karena pihak bank penyalur datang siang. Padahal para calon penerima sudah datang sejak pagi. Hingga pukul 09.30. calon penerima tak kunjung menerima kartu tabungan dan ATM diterima.

Camat Rembang, Mustolih tidak menampik terjadinya antrean panjang di kantornya. Menurutnya mereka antre sejak pagi pukul 07.30. Ia pun menyayangkan kesiapan pihak bank penyalur karena tak mempersiapkan secara matang saat penyaluran program.

“Kamis lalu (13/1) dari pihak bank penyalur. Mohon izin pinjam tempat. Sebetulnya jadwalnya hari Kamis. Kemudian malam menginformasikan harinya diundur. Minta maaf mundur Jumat. Saya tanya berapa yang dihadirkan, sekitar 700 KPM,” jelasnya saat di konfirmasi Jawa Pos Radar Kudus.

Menurutnya, pihak kecamatan sebenarnya sudah memberikan masukan. Karena hari Jumat apakah tidak lebih baik di jadwal tiap desa. Ternyata tidak. Mereka hanya diinformasikan yang datang 10 orang petugas.

“Kemudian ditanya kembali fasilitasi apa yang perlu disiapkan. Informasi sudah cukup. Meja-meja tidak perlu dirubah. Ternyata ditunggu sampai pukul 09.00  pagi belum hadir. Sedangkan warga sudah menumpuk,” imbuhnya.

Baca Juga :  Tok! Kepala Puskesmas Pancur Terpilih Sebagai Ketua PMI Rembang 2022-2027

Sementara saat konfirmasi ulang Dinas Sosial dan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinsos dan PPKB), pukul 09.20 tiba namun petugas baru menata dan memilih kartu. Beruntung Polsek Rembang kota tanggap. Memberikan bantuan ke pendapa kecamatan. Lalu dibantu juga Satpol PP membantu. “Seharusnya pihak bank penyalur bisa memperkirakan hal-hal demikian,” ujarnya.

Menurutnya jika petugas datang tepat waktu. Pukul 08.00 pagi. Tidak sampai menumpuk dan menunggu. Karena KPM sudah ada datang pukul 07.30. Satu jam berikutnya semakin menumpuk. “Meski akhirnya pukul 11.45 mulai terurai dan normal,” jelasnya.

Terpisah, Kabid Perlindungan Jaminan Sosial dan Pemberdayaan Sosial pada Dinsos dan PPKB Kabupaten Rembang Etty Apriliana menyebutkan jika distribusi tabungan dan kartu KKS kemarin merupakan susulan. Sementara, 16 ribu data KPM sudah clear di 9 kecamatan, di Kaliori, Sumber, Sulang, Bulu, Gunem, Pamotan, Sale, Sedan dan Sarang.

Namun, Rabu sore ada tambahan kartu 3.000 untuk 14 kecamatan. Itu yang tidak bisa diproses keseluruhan. Meski sudah dicoba sampai pukul 01.30. Mulai Bulu, Kragan, Rembang, Gunem, Kaliori, Sale, Sedan dan Sumber. Akhirnya diambil jalan tengah.

“Administrasi diselesaikan sebagai undangan hari Jumat untuk diambil. Untuk menengahi antara pendamping dengan pihak penyalur. Karena petugas pendamping juga kasihan sudah datang ke KPM langsung,” jelasnya.

Tetapi kondisi sistem. Mungkin se-Indonesia untuk mencetak tambahan 3.000 kartu KKS no-respon atau trouble. Dipantau sampai pukul 05.00 belum bisa.

”Kamis sudah dirapatkan untuk Rembang dan Kragan. Karena di sistem  trouble. Sudah diusahakan sampai pukul 02.00 dinihari. Perkembangannya sampai delapan kecamatan. Memang tidak bisa didistribusikan hari Kamis dan ditunda Jumat. Untuk distribusi tabungan dan KKS,” terangnya. (noe/ali)






Reporter: Wisnu Aji

Most Read

Artikel Terbaru

/