alexametrics
31.5 C
Kudus
Saturday, July 2, 2022

Stok Terbatas, Satu RT di Rembang Kirim Wakil Ngantre Solar

REMBANG – Nelayan di Kragan masih sabar mengantre datangnya solar. Sampai berjam-jam. Kadang menginap. Mereka baru bisa membawa pulang solar sekitar pukul 14.00.

Pantauan Jawa Pos Radar Kudus di salah satu SPBU Kragan sekitar pukul 16.00, para pengantre solar masih sibuk mengisi dirigen-dirigen mereka yang di letakkan di bak. Satu baiknya ada sekitar 40 an jerigen.

Ada juga jirigen yang masih “nganggur”. Sebab, jadwal mengisi berdasarkan antrean. Tarno, salah satu warga yang mengantre menyampaikan, solar baru datang sekitar pukul 14.00. Sebelumnya, ia sudah menunggu dari pukul 16.00. Hampir 14 jam.


Kesulitan mencari solar sudah dialami sekitar satu bulan lalu. Ada yang antre dari pagi. Bahkan malah sampai menginap.”Ini masih terkendala. Jika ada solarnya baru berangkat (melaut,Red),” kata Suyitno.

Baca Juga :  Rembang Butuh Perda untuk Tingkatkan PAD Sektor Pariwisata

Kendala ini berpengaruh pada aktivitas melaut. Apabila solar lancar, biasanya bisa melaut empat hari. Sekarang harus menunggu solar datang.

Untuk perahu kecil biasanya membutuhkan satu dirigen. Tak hanya ia sendiri yang merasakan kesulitan solar. Tetangga di sekitar rumah juga demikian.

Seperti cerita Ahmad Rumai saat mengantre  kemarin. Ia mengakomodir warga di sekitar rumah untuk mengantri. Artinya satu RT yang mengantri satu orang dengan membawa motor bak. Satu bak ada sekitar 40 drigen.

“Kalau tidak ditampung (di SPBU) malah ramai,” katanya.

Ia berharap, bisa difasilitasi SPBU khusus nelayan yang memadai. Menurutnya, kebutuhan nelayan untuk mendapatkan solar bisa 40 ton. “Satu perahu kalau kapal besar sekali berangkat satu ton lebih,” imbuhnya. (ali)






Reporter: Vachry Rizaldi Luthfipambudi

REMBANG – Nelayan di Kragan masih sabar mengantre datangnya solar. Sampai berjam-jam. Kadang menginap. Mereka baru bisa membawa pulang solar sekitar pukul 14.00.

Pantauan Jawa Pos Radar Kudus di salah satu SPBU Kragan sekitar pukul 16.00, para pengantre solar masih sibuk mengisi dirigen-dirigen mereka yang di letakkan di bak. Satu baiknya ada sekitar 40 an jerigen.

Ada juga jirigen yang masih “nganggur”. Sebab, jadwal mengisi berdasarkan antrean. Tarno, salah satu warga yang mengantre menyampaikan, solar baru datang sekitar pukul 14.00. Sebelumnya, ia sudah menunggu dari pukul 16.00. Hampir 14 jam.

Kesulitan mencari solar sudah dialami sekitar satu bulan lalu. Ada yang antre dari pagi. Bahkan malah sampai menginap.”Ini masih terkendala. Jika ada solarnya baru berangkat (melaut,Red),” kata Suyitno.

Baca Juga :  Soal Rencana Relokasi Pasar Rembang, PPP akan Panggil Bupati Abdul Hafidz

Kendala ini berpengaruh pada aktivitas melaut. Apabila solar lancar, biasanya bisa melaut empat hari. Sekarang harus menunggu solar datang.

Untuk perahu kecil biasanya membutuhkan satu dirigen. Tak hanya ia sendiri yang merasakan kesulitan solar. Tetangga di sekitar rumah juga demikian.

Seperti cerita Ahmad Rumai saat mengantre  kemarin. Ia mengakomodir warga di sekitar rumah untuk mengantri. Artinya satu RT yang mengantri satu orang dengan membawa motor bak. Satu bak ada sekitar 40 drigen.

“Kalau tidak ditampung (di SPBU) malah ramai,” katanya.

Ia berharap, bisa difasilitasi SPBU khusus nelayan yang memadai. Menurutnya, kebutuhan nelayan untuk mendapatkan solar bisa 40 ton. “Satu perahu kalau kapal besar sekali berangkat satu ton lebih,” imbuhnya. (ali)






Reporter: Vachry Rizaldi Luthfipambudi

Most Read

Artikel Terbaru

/