alexametrics
23.2 C
Kudus
Saturday, July 2, 2022

Kawal Rembang Bebas Penyakit Masyarakat

REMBANG – Sejumlah masyarakat kembali mendesak terbentuknya regulasi bebas penyakit masyarakat (pekat). Pagi ini gabungan kelompok masyarakat menyambangi kantor bupati Rembang. Siang ini pukul 10.30, di ruang rapat Bupati sedang mengadakan rapat untuk membahas hal tersebut.

Simon selaku koordinator menyampaikan, berharap Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Rembang segera mengeluarkan regulasi tentang pekat. Dia mewakili 100-an warga ikut mengawal kebijakan tersebut.

“Dari berbagai elemen masyarakat sudah geram. Pinginnya ingin melakukan swiping di tempat tersebut,” katanya.


Apabila dari pemerintah lamban, lanjut dia, pihaknya akan terjun langsung ke lapangan. Saat ini ada 56 ormas dan mendapat dukungan dari 200 tokoh masyarakat. “Kami akan melakukan aksi. Sudah disetujui tokoh-tokoh,” ujarnya.

Baca Juga :  Bupati Rembang Janji Perda Miras Digarap Tahun Ini

Pihaknya prihatin di kota yang dijuluki kota santri namun masih ditemui praktik pekat. “Masyarakat sudah geram,” ujarnya.






Reporter: Vachry Rizaldi Luthfipambudi

REMBANG – Sejumlah masyarakat kembali mendesak terbentuknya regulasi bebas penyakit masyarakat (pekat). Pagi ini gabungan kelompok masyarakat menyambangi kantor bupati Rembang. Siang ini pukul 10.30, di ruang rapat Bupati sedang mengadakan rapat untuk membahas hal tersebut.

Simon selaku koordinator menyampaikan, berharap Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Rembang segera mengeluarkan regulasi tentang pekat. Dia mewakili 100-an warga ikut mengawal kebijakan tersebut.

“Dari berbagai elemen masyarakat sudah geram. Pinginnya ingin melakukan swiping di tempat tersebut,” katanya.

Apabila dari pemerintah lamban, lanjut dia, pihaknya akan terjun langsung ke lapangan. Saat ini ada 56 ormas dan mendapat dukungan dari 200 tokoh masyarakat. “Kami akan melakukan aksi. Sudah disetujui tokoh-tokoh,” ujarnya.

Baca Juga :  Dandy Jabat Kapolres Rembang, Rongre Geser ke Brimob Polda Jatim

Pihaknya prihatin di kota yang dijuluki kota santri namun masih ditemui praktik pekat. “Masyarakat sudah geram,” ujarnya.






Reporter: Vachry Rizaldi Luthfipambudi

Most Read

Artikel Terbaru

/