alexametrics
25 C
Kudus
Thursday, May 19, 2022

Jalur Lingkar Sarang Dihantam Ombak Besar, Masyarakat Diimbau Waspada

REMBANG – Tiga hari terakhir, Jalur Lingkar Sarang dihantam air laut pasang. Luapan air sebagian menggenangi jalan dan membawa sampah. Termasuk pelataran warga, namun tidak sampai rumah.

Air laut meluber terjadi saat dini hari. Biasanya mulai pukul 02.00. Kemudian berangsur surut hingga siang. Ini lantaran musim timuran. Derasnya ombak menghantam beberapa batu berukuran besar yang digunakan sebagai sabuk pantai.

Pengguna jalan yang melintas harus hati-hati. Sebab, meski saat siang hari air pasang tidak menggenangi jalan, namun ombak tinggi masih menghantam badan jalan.


”Rob sudah terjadi tiga hari ini (kemarin, Red). Kalau ombak besar langsung byur. Terhalau batu-batu besar. Meski tetap ada yang limpas ke jalan,” kata Umar, nelayan di sekitar lokasi atau di Desa Sarangmeduro, Sarang.

Baca Juga :  Meski Efek Pertamax Belum Terasa, Pekerja di Rembang Malah Minta Gaji Naik

Namun, hal itu diakui sudah tidak sebesar dulu. Setelah adanya penahan ombak. Sebelumnya, air hingga masuk ke rumah yang lokasinya di pinggir laut.

Dia menambahkan, saat kondisi musim timuran seperti saat ini, sebagian nelayan memilih tidak melaut. Meski masih ada yang tetap melaut. Sebab mendekati Idul Adha, agar bisa memenuhi kebutuhan saat Lebaran besar itu.

Sebelumnya, BMKG mengeluarkan peringatan dini banjir pesisir alias rob. Berlaku 12-13 Juli. Akibat adanya aktivitas pasang air laut dapat mempengaruhi dinamika pesisir di wilayah Pantai Utara Jateng berupa banjir pesisir. Untuk itu, masyarakat pesisir pantai diimbau waspada.






Reporter: Wisnu Aji

REMBANG – Tiga hari terakhir, Jalur Lingkar Sarang dihantam air laut pasang. Luapan air sebagian menggenangi jalan dan membawa sampah. Termasuk pelataran warga, namun tidak sampai rumah.

Air laut meluber terjadi saat dini hari. Biasanya mulai pukul 02.00. Kemudian berangsur surut hingga siang. Ini lantaran musim timuran. Derasnya ombak menghantam beberapa batu berukuran besar yang digunakan sebagai sabuk pantai.

Pengguna jalan yang melintas harus hati-hati. Sebab, meski saat siang hari air pasang tidak menggenangi jalan, namun ombak tinggi masih menghantam badan jalan.

”Rob sudah terjadi tiga hari ini (kemarin, Red). Kalau ombak besar langsung byur. Terhalau batu-batu besar. Meski tetap ada yang limpas ke jalan,” kata Umar, nelayan di sekitar lokasi atau di Desa Sarangmeduro, Sarang.

Baca Juga :  Sidak, Dindakop UKM Rembang Temui Kasus Borong Minyak Goreng untuk Hajatan

Namun, hal itu diakui sudah tidak sebesar dulu. Setelah adanya penahan ombak. Sebelumnya, air hingga masuk ke rumah yang lokasinya di pinggir laut.

Dia menambahkan, saat kondisi musim timuran seperti saat ini, sebagian nelayan memilih tidak melaut. Meski masih ada yang tetap melaut. Sebab mendekati Idul Adha, agar bisa memenuhi kebutuhan saat Lebaran besar itu.

Sebelumnya, BMKG mengeluarkan peringatan dini banjir pesisir alias rob. Berlaku 12-13 Juli. Akibat adanya aktivitas pasang air laut dapat mempengaruhi dinamika pesisir di wilayah Pantai Utara Jateng berupa banjir pesisir. Untuk itu, masyarakat pesisir pantai diimbau waspada.






Reporter: Wisnu Aji

Most Read

Artikel Terbaru

/