alexametrics
29.6 C
Kudus
Saturday, May 14, 2022

Dintanpan Rembang Bentuk Tim Reaksi Cepat Atasi Penyakit Mulut dan Kuku Hewan

REMBANG – Dinas Pertanian dan Pangan (Dintanpan) Rembang membentuk tim reaksi cepat tingkat kabupaten. Tim itu, ditugasi supervisi ke tingkat kecamatan. Dibagi empat zona untuk memudahkan pelaporan, Tindakan, dan tindak lanjut lain. Ini menyikapi temuan empat ternak sapi yang positif penyakit mulut dan kuku (PMK) di Desa Sidomulyo, Kaliori.

Kepala Dintanpan Rembang Agus Iwan Haswanto menyampaikan, kerja tim reaksi cepat ini, ada petugas yang langsung melayani masyarakat. Jika ada keluhan atau diagnosa mendekati menyerupai PMK akan dilaporkan dokter hewan bersangkutan.

”Bisa langsung dilaporkan dokter hewan. Selanjutnya dilakukan diagnosa. Memastikan kalau betul langsung diberi tindakan isolasi, karantina atau disinfektan, pengobatan, dan seterusnya di bawah kendali dokter hewan,” katanya kepada Jawa Pos Radar Kudus.


Sedangkan wilayah kerja tim itu, dibagi empat zona. Meliputi, ada drh Dian dengan nomor 082144229155 tugas di Kecamatan Kaliori dan Sumber-Lasem; drh Eko dengan nomor 08175460350 di Kecamatan Sluke, Kragan, Sarang-Pancur; drh Ahyuni (085810552087) di Kecamatan Sulang, Rembang-Bulu; serta drh Fuad (081904670007) di Kecamatan Sedan, Sale, Pamotan-Gunem.

”Kami minta peternak peran aktif lapor jika menemui hewan terduga PMK. Sambil mencermati hewan yang dibeli. Jangan terkecoh harga murah,” pesannya.

Baca Juga :  Biar Tidak Semrawut, PKL Lasem Dibatasi Garis Jualan

Agus menuturkan, saat ini belum ada temuan PMK lagi di Rembang. Kalau ada laporan yang dicurigai, diharap melapor ke dokter hewan agar segeran ditindaklanjuti. Selanjutnya dilaporkan ke tingkat kabupaten.

Memang saat ini yang dikhawatirkan transaksi dari pasar hewan. Pada Sabtu (14/5) lalu, ada aktivitas pasar hewan di Kecamatan Kragan. Nanti tim dokter hewan Dintanpan Rembang memantau. Terutama sapi-sapi dari Tuban maupun Jatirogo yang masuk ke sana. ”Keresahan peternak ada. Karena ada tekanan di harga,” jelasnya.

Agus menyampaikan, kemarin sudah ada breafing langsung dari Menteri Pertanian di Boyolali melalui Zoom Meeting. Untuk Jateng harapannya kasus ini, bisa diatasi dengan cepat. Menteri juga mengimbau, agar masyarakat tak perlu panik. Harapannya idul kurban tetap bisa memastikan ketersediaan ternaknya.

”Belajar kasus pertama empat sampai lima hari sapi yang terkena PMK membaik. Hari ke-6 (kemarin, Red) sudah sehat sekali. Sepanjang (tanda-tanda PMK) diketahui lebih awal, kemungkinan masih bisa ditangani,” imbuhnya. (noe/lin)






Reporter: Wisnu Aji

REMBANG – Dinas Pertanian dan Pangan (Dintanpan) Rembang membentuk tim reaksi cepat tingkat kabupaten. Tim itu, ditugasi supervisi ke tingkat kecamatan. Dibagi empat zona untuk memudahkan pelaporan, Tindakan, dan tindak lanjut lain. Ini menyikapi temuan empat ternak sapi yang positif penyakit mulut dan kuku (PMK) di Desa Sidomulyo, Kaliori.

Kepala Dintanpan Rembang Agus Iwan Haswanto menyampaikan, kerja tim reaksi cepat ini, ada petugas yang langsung melayani masyarakat. Jika ada keluhan atau diagnosa mendekati menyerupai PMK akan dilaporkan dokter hewan bersangkutan.

”Bisa langsung dilaporkan dokter hewan. Selanjutnya dilakukan diagnosa. Memastikan kalau betul langsung diberi tindakan isolasi, karantina atau disinfektan, pengobatan, dan seterusnya di bawah kendali dokter hewan,” katanya kepada Jawa Pos Radar Kudus.

Sedangkan wilayah kerja tim itu, dibagi empat zona. Meliputi, ada drh Dian dengan nomor 082144229155 tugas di Kecamatan Kaliori dan Sumber-Lasem; drh Eko dengan nomor 08175460350 di Kecamatan Sluke, Kragan, Sarang-Pancur; drh Ahyuni (085810552087) di Kecamatan Sulang, Rembang-Bulu; serta drh Fuad (081904670007) di Kecamatan Sedan, Sale, Pamotan-Gunem.

”Kami minta peternak peran aktif lapor jika menemui hewan terduga PMK. Sambil mencermati hewan yang dibeli. Jangan terkecoh harga murah,” pesannya.

Baca Juga :  Sukses Berdayakan UMKM, PT Semen Gresik Terima PWI Jateng Award

Agus menuturkan, saat ini belum ada temuan PMK lagi di Rembang. Kalau ada laporan yang dicurigai, diharap melapor ke dokter hewan agar segeran ditindaklanjuti. Selanjutnya dilaporkan ke tingkat kabupaten.

Memang saat ini yang dikhawatirkan transaksi dari pasar hewan. Pada Sabtu (14/5) lalu, ada aktivitas pasar hewan di Kecamatan Kragan. Nanti tim dokter hewan Dintanpan Rembang memantau. Terutama sapi-sapi dari Tuban maupun Jatirogo yang masuk ke sana. ”Keresahan peternak ada. Karena ada tekanan di harga,” jelasnya.

Agus menyampaikan, kemarin sudah ada breafing langsung dari Menteri Pertanian di Boyolali melalui Zoom Meeting. Untuk Jateng harapannya kasus ini, bisa diatasi dengan cepat. Menteri juga mengimbau, agar masyarakat tak perlu panik. Harapannya idul kurban tetap bisa memastikan ketersediaan ternaknya.

”Belajar kasus pertama empat sampai lima hari sapi yang terkena PMK membaik. Hari ke-6 (kemarin, Red) sudah sehat sekali. Sepanjang (tanda-tanda PMK) diketahui lebih awal, kemungkinan masih bisa ditangani,” imbuhnya. (noe/lin)






Reporter: Wisnu Aji

Most Read

Artikel Terbaru

/