alexametrics
31.5 C
Kudus
Saturday, July 2, 2022

Tebing Longsor di Rembang, Satu Orang Alami Luka-Luka

REMBANG – Sumardi dan Mudrikah pasutri warga Desa Ngeroto, Kecamatan Pancur masih syok. Sabtu malam (13/2) saat pasutri ini kumpul dengan anak dan cucunya nonton TV. Tiba-tiba tebing persis di samping rumahnya ambruk. Akibat insiden tersebut Mudrikah mengalami luka-luka.

Tebing longsor sepanjang sekitar 5 meter dengan tinggi 1,5 meter. Ini terlihat dari bagian pondasi. Belum kulitan. Usianya hampir sama dengan rumahnya. Persis di tahun 2021 korban mendapatkan program bedah rumah.

Rumah ini berada di daerah pegunungan. Jawa Pos Radar Kudus melihat langsung posisi rumah yang terkena musibah ini. Dindingnya hancur sampai ke belakang. Persis di belakang ruang TV digunakan dapur. Sekaligus ruang makan.


Rumahnya ukuranya kecil, namun sudah layak. Meski belum sempurna. Dindingnya belum kulitan. Atapnya menggunakan asbes. Beruntung tidak ikut ambrol. Kemarin sudah dikasih penyangga bambu.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BBPB) setempat. Kepala Pelaksana BPBD Rembang, Sri Jarwati turun langsung meninjau ke lokasi. Didampingi Sekretaris BPBD Pramujo dan Kabid Kedaruratan, Logistik dan Rehabilitasi Rekonstruksi, Dwi Agung Prasetyo, Pelaksana Sangga Sihombing dan 3 satgas BPBD.

Menyerahkan bantuan logistik. Sekaligus ikut kerja bakti. Menurunkan pasir. Untuk kembali mendirikan dinding. Setelah sebelumnya pagi hari dibantu warga dibersihkan puing-puing. Mengingat material turun ke bawah rumah.

Sumardi pemilik rumah mengaku kejadian longsor terjadi malam hari. Sekitar pukul 20.00- 21.00 malam. Saat dirinya santai-santai melihat TV bersama anak, istri dan cucunya. Saat itu hujan cukup deras di kampungnya.

Baca Juga :  Antisipasi Arak-arakan Malam Tahun Baru, Rembang Gelar Patroli Sinergi

”Kebetulan anak dan cucu baru main. Kalau sudah tidur mas tidak ada semua. Yang tidur hanya cucu saya, namanya Atar. Istri saya masih leyeh-leyeh. Karena hujan deras. Tahu-tahu langsung suara gemuruh,” ujarnya.

Ia mengaku sempat mendengar suara tanah gerak dari luar. Tahu-tahu dinding runtuh. Menghindar juga tidak bisa. Istrinya lari juga tidak bisa, karena pegang cucunya yang kecil. Makanya sempat dilempar dekat ruang tamu.

”Istri sudah kesakitan kena punggungnya. Tertindih material. Cucu dilempar. Saya bersama anak perempuan Rizki Amalia Safitri dan Ahmad Maulana Alfarizki sambil lari keluar. Lalu minta tolong” keteranganya.

Sebelumnya Sumardi sempat keluar. Bawa payung. Sempat mengecek samping rumah. Ternyata sudah banjir. Kotoran sudah dibersihkan. Karena terus tergerus air akhirnya tidak kuat. Kemungkinan ada rongga-rongga.

Sementara itu kepala Pelaksana BPBD Rembang, Sri Jarwati melaporkan di Jateng diprediksi sampai Februari 2022 cuaca ektrem. Namun baru kali ini, termasuk di Ngeroto, Pancur. Langkah BPBD jelas berikan sosialisasi masyarakat di sekitar daerah perbukitan selalu waspada saat hujan turun.

”Namanya bencana tidak bisa diprediksi. Maka saya himbau semua masyarakat di Kabupaten Rembang untuk selalu waspada apabila terjadi hujan. Karena prediksinya cuaca ekstrem. Jadi kita harus siap siaga,” ungkapnya.(noe/ali)






Reporter: Wisnu Aji

REMBANG – Sumardi dan Mudrikah pasutri warga Desa Ngeroto, Kecamatan Pancur masih syok. Sabtu malam (13/2) saat pasutri ini kumpul dengan anak dan cucunya nonton TV. Tiba-tiba tebing persis di samping rumahnya ambruk. Akibat insiden tersebut Mudrikah mengalami luka-luka.

Tebing longsor sepanjang sekitar 5 meter dengan tinggi 1,5 meter. Ini terlihat dari bagian pondasi. Belum kulitan. Usianya hampir sama dengan rumahnya. Persis di tahun 2021 korban mendapatkan program bedah rumah.

Rumah ini berada di daerah pegunungan. Jawa Pos Radar Kudus melihat langsung posisi rumah yang terkena musibah ini. Dindingnya hancur sampai ke belakang. Persis di belakang ruang TV digunakan dapur. Sekaligus ruang makan.

Rumahnya ukuranya kecil, namun sudah layak. Meski belum sempurna. Dindingnya belum kulitan. Atapnya menggunakan asbes. Beruntung tidak ikut ambrol. Kemarin sudah dikasih penyangga bambu.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BBPB) setempat. Kepala Pelaksana BPBD Rembang, Sri Jarwati turun langsung meninjau ke lokasi. Didampingi Sekretaris BPBD Pramujo dan Kabid Kedaruratan, Logistik dan Rehabilitasi Rekonstruksi, Dwi Agung Prasetyo, Pelaksana Sangga Sihombing dan 3 satgas BPBD.

Menyerahkan bantuan logistik. Sekaligus ikut kerja bakti. Menurunkan pasir. Untuk kembali mendirikan dinding. Setelah sebelumnya pagi hari dibantu warga dibersihkan puing-puing. Mengingat material turun ke bawah rumah.

Sumardi pemilik rumah mengaku kejadian longsor terjadi malam hari. Sekitar pukul 20.00- 21.00 malam. Saat dirinya santai-santai melihat TV bersama anak, istri dan cucunya. Saat itu hujan cukup deras di kampungnya.

Baca Juga :   Pemkab Rembang Gelontorkan Dana Rp 800 Juta untuk Pendampingan UMKM

”Kebetulan anak dan cucu baru main. Kalau sudah tidur mas tidak ada semua. Yang tidur hanya cucu saya, namanya Atar. Istri saya masih leyeh-leyeh. Karena hujan deras. Tahu-tahu langsung suara gemuruh,” ujarnya.

Ia mengaku sempat mendengar suara tanah gerak dari luar. Tahu-tahu dinding runtuh. Menghindar juga tidak bisa. Istrinya lari juga tidak bisa, karena pegang cucunya yang kecil. Makanya sempat dilempar dekat ruang tamu.

”Istri sudah kesakitan kena punggungnya. Tertindih material. Cucu dilempar. Saya bersama anak perempuan Rizki Amalia Safitri dan Ahmad Maulana Alfarizki sambil lari keluar. Lalu minta tolong” keteranganya.

Sebelumnya Sumardi sempat keluar. Bawa payung. Sempat mengecek samping rumah. Ternyata sudah banjir. Kotoran sudah dibersihkan. Karena terus tergerus air akhirnya tidak kuat. Kemungkinan ada rongga-rongga.

Sementara itu kepala Pelaksana BPBD Rembang, Sri Jarwati melaporkan di Jateng diprediksi sampai Februari 2022 cuaca ektrem. Namun baru kali ini, termasuk di Ngeroto, Pancur. Langkah BPBD jelas berikan sosialisasi masyarakat di sekitar daerah perbukitan selalu waspada saat hujan turun.

”Namanya bencana tidak bisa diprediksi. Maka saya himbau semua masyarakat di Kabupaten Rembang untuk selalu waspada apabila terjadi hujan. Karena prediksinya cuaca ekstrem. Jadi kita harus siap siaga,” ungkapnya.(noe/ali)






Reporter: Wisnu Aji

Most Read

Artikel Terbaru

/