alexametrics
31.3 C
Kudus
Saturday, July 23, 2022

Biaya Program Smart City Tinggi, Bupati Rembang: Tidak Dianggarkan Penuh

REMBANG – Program smart city sudah dianggarkan tahun 2022. Namun, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Rembang masih belum bisa menggelontorkan anggaran penuh untuk program prioritas Bupati dan Wakil Bupati itu.

Bupati Rembang Abdul Hafidz menyebutkan pelaksanaan program smart city, tujuannya sebagai dukungan atas capaian ataupun kemajuan yang sudah diraih oleh Pemkab Rembang.

Dia sendiri menilai dengan adanya pengembangan dan pengelolaan kota dengan memanfaatkan teknologi informasi (TI) ini dinilai bisa lebih efektif dan efisien. Diharapkan tahun ini program tersebut sudah bisa dimulai.


Smart city ini lebih efektif, lebih efisien. Mudah-mudahan tahun ini sudah kami mulai,” katanya beberapa waktu lalu.

Disisi lain, Dia menyadari. Bahwa ketersediaan anggaran untuk program ini masih terbatas. Pemkab Rembang baru bisa mengucurkan Rp 1,3 miliar. Jumlah tersebut dinilai masih jauh jika dibandingkan dengan daerah lain. Yang sudah merealisasikan smart city di wilayah mereka.

Baca Juga :  Firman Kenalkan Teknologi Proliga pada Petani Cabai di Rembang

Hafidz menyampaikan, dia menerima informasi, daerah lain habis Rp 13 miliar untuk merealisasikan smart city. ”Meskipun anggarannya terbatas, kalau kemudian di daerah lain habis Rp 13 miliar. Kami baru mampu menganggarkan Rp 1,3 miliar. Baru sepuluh persennya, jadi memang tidak dianggarkan penuh,” ujarnya.

Paling tidak, lanjut Hafidz, saat ini Rembang sudah bisa memulai program ini. Menurutnya peralatan untuk menunjang smart city tergolong mahal. Ada item tertentu yang harganya mencapai Rp 1,6 miliar.

Sementara itu, Hafidz melanjutkan, dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan RB), telah menyampaikan penetapan terkait dengan indeks Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE). Salah satunya adalah Rembang memiliki indeks SPBE yang dinilai baik. (vah/ali)






Reporter: Vachry Rizaldi Luthfipambudi

REMBANG – Program smart city sudah dianggarkan tahun 2022. Namun, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Rembang masih belum bisa menggelontorkan anggaran penuh untuk program prioritas Bupati dan Wakil Bupati itu.

Bupati Rembang Abdul Hafidz menyebutkan pelaksanaan program smart city, tujuannya sebagai dukungan atas capaian ataupun kemajuan yang sudah diraih oleh Pemkab Rembang.

Dia sendiri menilai dengan adanya pengembangan dan pengelolaan kota dengan memanfaatkan teknologi informasi (TI) ini dinilai bisa lebih efektif dan efisien. Diharapkan tahun ini program tersebut sudah bisa dimulai.

Smart city ini lebih efektif, lebih efisien. Mudah-mudahan tahun ini sudah kami mulai,” katanya beberapa waktu lalu.

Disisi lain, Dia menyadari. Bahwa ketersediaan anggaran untuk program ini masih terbatas. Pemkab Rembang baru bisa mengucurkan Rp 1,3 miliar. Jumlah tersebut dinilai masih jauh jika dibandingkan dengan daerah lain. Yang sudah merealisasikan smart city di wilayah mereka.

Baca Juga :  Firman Kenalkan Teknologi Proliga pada Petani Cabai di Rembang

Hafidz menyampaikan, dia menerima informasi, daerah lain habis Rp 13 miliar untuk merealisasikan smart city. ”Meskipun anggarannya terbatas, kalau kemudian di daerah lain habis Rp 13 miliar. Kami baru mampu menganggarkan Rp 1,3 miliar. Baru sepuluh persennya, jadi memang tidak dianggarkan penuh,” ujarnya.

Paling tidak, lanjut Hafidz, saat ini Rembang sudah bisa memulai program ini. Menurutnya peralatan untuk menunjang smart city tergolong mahal. Ada item tertentu yang harganya mencapai Rp 1,6 miliar.

Sementara itu, Hafidz melanjutkan, dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan RB), telah menyampaikan penetapan terkait dengan indeks Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE). Salah satunya adalah Rembang memiliki indeks SPBE yang dinilai baik. (vah/ali)






Reporter: Vachry Rizaldi Luthfipambudi

Most Read

Artikel Terbaru

/