alexametrics
31.2 C
Kudus
Tuesday, July 5, 2022

Begini Sikap Pemkab Terkait Lonjakan Kasus Covid-19 di Rembang

REMBANG – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Rembang masih belum mengambil kebijakan khusus. Terkait adanya lonjakan jumlah kasus Covid-19. Untuk sementara Pemkab masih melakukan proses evaluasi.

Humas Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Penanganan Covid-19 Rembang Arief Dwi Sulistya menyampaikan, dengan adanya kenaikan kasus aktif akan mempengaruhi leveling pada Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM).

Selain kasus aktif, Arief menjelaskan, Level PPKM juga dipengaruhi angka kematian, capaian vaksinasi serta tracing dan tracking. Saat ini Rembang sudah menjadi level II per tanggal 8 Februari kemarin. Setelah sebelumnya sempat berada di level I.


Sehingga ada kebijakan-kebijakan yang diterapkan di beberapa sektor. Seperti di tempat wisata yang memberlakukan pembatasan kuota dari total kapasitas destinasi itu sendiri. Untuk sementara, Pemkab Rembang masih melakukan evaluasi.

Jika melihat daerah sebelah, lanjut Arief, sudah ada kebijakan khusus, untuk sementara rembang masih mempertimbangkan untuk itu. ”Sementara ini masih dalam proses eva luasi. Karena baru tadi dievaluasi oleh Kemenko Marifes,” katanya.

Baca Juga :  Kurang Rp 8 Miliar, Tiga Sektor Pajak di Rembang Digenjot

Diberitakan sebelumnya, sekitar akhir Januari lalu, Rembang sudah melakukan simulasi PTM 100 persen. Dengan adanya penambahan durasi jam pembelajaran. Dari yang sebelumnya lima jam menjadi enam jam.

Kenaikan kasus sendiri sendiri mulai tanggal 2 Februari. Dan hingga kemarin 12/2, berdasarkan website resmi https://covid19.rembangkab. go.id/, tercatat ada 108 kasus aktif. 22 merupakan pasien terkonfirmasi simptomatik, sisanya merupakan tanpa gejala.

Kata Arief, semenjak awal-awal terjadi lonjakan mayoritas warga terkonfirmasi asimptomatik atau tanpa gejala. Beberapa waktu lalu di Rumah Sakit, ada delapan warga yang menjalani perawatan.

”Sebagian besar itu tanpa gejala. Saat dilakukan tracing itu antigennya positif. Sebagian ada yang teruskan ke PCR. Sebagian hanya antigen, kemudian isoman (Isolasi mandiri),” imbuhnya. (ali)






Reporter: Vachry Rizaldi Luthfipambudi

REMBANG – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Rembang masih belum mengambil kebijakan khusus. Terkait adanya lonjakan jumlah kasus Covid-19. Untuk sementara Pemkab masih melakukan proses evaluasi.

Humas Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Penanganan Covid-19 Rembang Arief Dwi Sulistya menyampaikan, dengan adanya kenaikan kasus aktif akan mempengaruhi leveling pada Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM).

Selain kasus aktif, Arief menjelaskan, Level PPKM juga dipengaruhi angka kematian, capaian vaksinasi serta tracing dan tracking. Saat ini Rembang sudah menjadi level II per tanggal 8 Februari kemarin. Setelah sebelumnya sempat berada di level I.

Sehingga ada kebijakan-kebijakan yang diterapkan di beberapa sektor. Seperti di tempat wisata yang memberlakukan pembatasan kuota dari total kapasitas destinasi itu sendiri. Untuk sementara, Pemkab Rembang masih melakukan evaluasi.

Jika melihat daerah sebelah, lanjut Arief, sudah ada kebijakan khusus, untuk sementara rembang masih mempertimbangkan untuk itu. ”Sementara ini masih dalam proses eva luasi. Karena baru tadi dievaluasi oleh Kemenko Marifes,” katanya.

Baca Juga :  Dinas Penanaman Modal Rembang Canangkan Wilayah Bebas Korupsi dan Birokrasi Bersih

Diberitakan sebelumnya, sekitar akhir Januari lalu, Rembang sudah melakukan simulasi PTM 100 persen. Dengan adanya penambahan durasi jam pembelajaran. Dari yang sebelumnya lima jam menjadi enam jam.

Kenaikan kasus sendiri sendiri mulai tanggal 2 Februari. Dan hingga kemarin 12/2, berdasarkan website resmi https://covid19.rembangkab. go.id/, tercatat ada 108 kasus aktif. 22 merupakan pasien terkonfirmasi simptomatik, sisanya merupakan tanpa gejala.

Kata Arief, semenjak awal-awal terjadi lonjakan mayoritas warga terkonfirmasi asimptomatik atau tanpa gejala. Beberapa waktu lalu di Rumah Sakit, ada delapan warga yang menjalani perawatan.

”Sebagian besar itu tanpa gejala. Saat dilakukan tracing itu antigennya positif. Sebagian ada yang teruskan ke PCR. Sebagian hanya antigen, kemudian isoman (Isolasi mandiri),” imbuhnya. (ali)






Reporter: Vachry Rizaldi Luthfipambudi

Most Read

Artikel Terbaru

/