alexametrics
26.9 C
Kudus
Saturday, January 22, 2022

Naik Kelas, Pemkab Rembang Tambah 13 Produk UMKM Masuk Toko Modern

REMBANG – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Rembang menambah 13 produk Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) tembus toko modern tahun ini. Nantinya, dalam waktu dekat akan dilaksanakan launching.

Hal ini disampaikan Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan UKM Rembang Mahfudz. Saat ini telah dilaksanakan program untuk menaik kelaskan pelaku UMKM. Tahun ini, pihaknya akan bekerjasama dengan ritel mini market. Sehingga, ke depan akan ada dua ritel ternama yang menggandeng UMKM Kota Santri.

Hingga kemarin sejumlah UMKM telah melalui proses kurasi. Dan, besar kemungkinan mereka akan lolos. “Ada sekitar 13 produk UMKM yang nanti akan bisa ikut pampang di gerai-gerai,” ujarnya.

Saat ini, lanjut Mahfudz, hasil kurasi sudah keluar. Selanjutnya, tinggal menyelesaikan beberapa tahapan. Pihak Organisasi Perangkat Daerah (OPD) akan mencukupi persyaratan administrasi yang dibutuhkan. Seperti scan barcode dan lain-lain. Agar produk yang dimaksud sudah siap dipasarkan.

Dalam waktu dekat, pihaknya juga akan melaunching program ini. “Semuanya sudah berjalan,” katanya.

Terkait dengan tahapan agar bisa lolos, Mahfudz menjelaskan, 13 UMKM tersebut telah difalisitasi. Mereka dinilai sudah layak setelah mengikuti proses kurasi.. Mayoritas merupakan produk makanan ringan. Setelah ini seluruhnya, akan dipasarkan di seluruh gerai yang tersebar di Rembang.

Baca Juga :  Dikeluhkan Peternak Ayam, Pemkab: Tak Ada Anggaran untuk Subsidi Pakan

Jika dibandingkan tahun lalu, jumlah produk yang tembus toko modern tahun ini mengalami penambahan. Pada 2021 kemarin, tercatat ada tujuh produk yang masuk di salah satu ritel minimarket.

Disinggung terkait rencana penambahan produk, selanjutnya Dinindagkop UMKM Rembang akan mengoptimalkan potensi yang ada. Melalui program pendampingan. Pembinaan khusus sendiri dilakukan oleh OPD lintas sektor. Tak hanya Indagkop, namun juga dinas lain. Seperti Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Rembang.

“Pemasaran ini juga menjadi rencana kegiatan, kemudian di prosesnya. Akan selalu kami berikan pendampingan,”

Pihaknya berharap masyarakat bisa memanfaatkan potensi desa. Melalui sentuhan inovasi dan kreatifitas. Agar tidak hanya menjual bahan-bahan mentah. “Kami berharap kreatifitas masyarakat untuk mengoptimalkan potensi sumber daya,” imbuhnya.






Reporter: Vachry Rizaldi Luthfipambudi

REMBANG – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Rembang menambah 13 produk Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) tembus toko modern tahun ini. Nantinya, dalam waktu dekat akan dilaksanakan launching.

Hal ini disampaikan Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan UKM Rembang Mahfudz. Saat ini telah dilaksanakan program untuk menaik kelaskan pelaku UMKM. Tahun ini, pihaknya akan bekerjasama dengan ritel mini market. Sehingga, ke depan akan ada dua ritel ternama yang menggandeng UMKM Kota Santri.

Hingga kemarin sejumlah UMKM telah melalui proses kurasi. Dan, besar kemungkinan mereka akan lolos. “Ada sekitar 13 produk UMKM yang nanti akan bisa ikut pampang di gerai-gerai,” ujarnya.

Saat ini, lanjut Mahfudz, hasil kurasi sudah keluar. Selanjutnya, tinggal menyelesaikan beberapa tahapan. Pihak Organisasi Perangkat Daerah (OPD) akan mencukupi persyaratan administrasi yang dibutuhkan. Seperti scan barcode dan lain-lain. Agar produk yang dimaksud sudah siap dipasarkan.

Dalam waktu dekat, pihaknya juga akan melaunching program ini. “Semuanya sudah berjalan,” katanya.

Terkait dengan tahapan agar bisa lolos, Mahfudz menjelaskan, 13 UMKM tersebut telah difalisitasi. Mereka dinilai sudah layak setelah mengikuti proses kurasi.. Mayoritas merupakan produk makanan ringan. Setelah ini seluruhnya, akan dipasarkan di seluruh gerai yang tersebar di Rembang.

Baca Juga :  "Si Anak Kampung" kini Jadi Nahkoda ASN Rembang

Jika dibandingkan tahun lalu, jumlah produk yang tembus toko modern tahun ini mengalami penambahan. Pada 2021 kemarin, tercatat ada tujuh produk yang masuk di salah satu ritel minimarket.

Disinggung terkait rencana penambahan produk, selanjutnya Dinindagkop UMKM Rembang akan mengoptimalkan potensi yang ada. Melalui program pendampingan. Pembinaan khusus sendiri dilakukan oleh OPD lintas sektor. Tak hanya Indagkop, namun juga dinas lain. Seperti Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Rembang.

“Pemasaran ini juga menjadi rencana kegiatan, kemudian di prosesnya. Akan selalu kami berikan pendampingan,”

Pihaknya berharap masyarakat bisa memanfaatkan potensi desa. Melalui sentuhan inovasi dan kreatifitas. Agar tidak hanya menjual bahan-bahan mentah. “Kami berharap kreatifitas masyarakat untuk mengoptimalkan potensi sumber daya,” imbuhnya.






Reporter: Vachry Rizaldi Luthfipambudi

Most Read

Artikel Terbaru