alexametrics
31.6 C
Kudus
Friday, May 13, 2022

Waspada! Empat Sapi di Rembang Positif Terjangkit Penyakit Mulut dan Kuku, Ini Gejalanya

REMBANG – Penyebaran penyakit mulut dan kuku (PMK) hewan ternak sudah masuk di Kabupaten Rembang. Ada empat sapi yang ditemukan positif mengidap penyakit itu. Dari salah satu tempat peternak di Kecamatan Kaliori. Sapi itu berasal dari Jatirogo, Jawa Timur (Jatim).

Baca Juga : Masuki Babak Baru, PNS Tersangka Korupsi Retribusi Taman Kartini Rembang segera Disidangkan

Kepala Dinas Pertanian dan Pangan (Dintanpan) Rembang Agus Iwan Haswanto mengatakan, pekan lalu ada petugas dari Balai Besar Veteriner Wates (BBVet Wates) mengambil sample. ”Kami menjumpai sapi dengan gejala klinik sama dengan PMK. Gejalanya seperti nafas ngos-ngosan, suhu sekira 39-41 derajat, kaki pincang dan kuku lepas. Ternyata setelah diuji lab yang hasilnya keluar hari ini, empat ekor sapi positif. ” katanya kepada Jawa Pos Radar Kudus.


Dia menjelaskan, saat ini empat ekor milik peternak di Kecamatan Kaliori yang positif PMK kondisinya sudah membaik. Ini berkat gejala diketahui sejak ini oleh dokter hewan, sehingga langsung diobati.

Baca Juga :  Keluarga Pelapor Kecewa Terdakwa Pencuri Kayu Dituntut 2 Bulan Penjara

Peternak itu mengaku, sapi itu dibeli dari Jatirogo, Jawa Timur. Ada dua ekor yang dibeli di pasaran sebelumnya. Setelah masuk di kandang beberapa hari ternyata sakit. Lalu, sapi lain yang dimiliki ikut sakit. Dua dari kandang sebelumnya.

Sehubungan adanya temuan PMK di Kota Garam, Dintanpan Rembang melakukan mitigasi. Empat ekor sapi itu kini diisolasi. Tetap dikandang, tapi tidak ada mobilitas keluar.

Pemerintah kini mengantisipasi kejadian serupa dengan menyebar petugas Dintanpan. Ketika menemukan gejala serupa, segera dilaporkan ke dokter hewan untuk segera ditangani. ”Dikhawatirkan tingkat penyebarannya cepat. Meski PMK termasuk angka kesembuhannya tinggi dan angka kematian relatif rendah,” katanya. (noe/lin)






Reporter: Wisnu Aji

REMBANG – Penyebaran penyakit mulut dan kuku (PMK) hewan ternak sudah masuk di Kabupaten Rembang. Ada empat sapi yang ditemukan positif mengidap penyakit itu. Dari salah satu tempat peternak di Kecamatan Kaliori. Sapi itu berasal dari Jatirogo, Jawa Timur (Jatim).

Baca Juga : Masuki Babak Baru, PNS Tersangka Korupsi Retribusi Taman Kartini Rembang segera Disidangkan

Kepala Dinas Pertanian dan Pangan (Dintanpan) Rembang Agus Iwan Haswanto mengatakan, pekan lalu ada petugas dari Balai Besar Veteriner Wates (BBVet Wates) mengambil sample. ”Kami menjumpai sapi dengan gejala klinik sama dengan PMK. Gejalanya seperti nafas ngos-ngosan, suhu sekira 39-41 derajat, kaki pincang dan kuku lepas. Ternyata setelah diuji lab yang hasilnya keluar hari ini, empat ekor sapi positif. ” katanya kepada Jawa Pos Radar Kudus.

Dia menjelaskan, saat ini empat ekor milik peternak di Kecamatan Kaliori yang positif PMK kondisinya sudah membaik. Ini berkat gejala diketahui sejak ini oleh dokter hewan, sehingga langsung diobati.

Baca Juga :  Keluarga Pelapor Kecewa Terdakwa Pencuri Kayu Dituntut 2 Bulan Penjara

Peternak itu mengaku, sapi itu dibeli dari Jatirogo, Jawa Timur. Ada dua ekor yang dibeli di pasaran sebelumnya. Setelah masuk di kandang beberapa hari ternyata sakit. Lalu, sapi lain yang dimiliki ikut sakit. Dua dari kandang sebelumnya.

Sehubungan adanya temuan PMK di Kota Garam, Dintanpan Rembang melakukan mitigasi. Empat ekor sapi itu kini diisolasi. Tetap dikandang, tapi tidak ada mobilitas keluar.

Pemerintah kini mengantisipasi kejadian serupa dengan menyebar petugas Dintanpan. Ketika menemukan gejala serupa, segera dilaporkan ke dokter hewan untuk segera ditangani. ”Dikhawatirkan tingkat penyebarannya cepat. Meski PMK termasuk angka kesembuhannya tinggi dan angka kematian relatif rendah,” katanya. (noe/lin)






Reporter: Wisnu Aji

Most Read

Artikel Terbaru

/