alexametrics
29.8 C
Kudus
Sunday, May 15, 2022

Jalan Nasional Rembang-Blora Ambles, Begini Kondisinya

REMBANG – Jalan nasional Rembang-Blora mengalami retak dan ambles. Kondisi ini membahayakan pengguna jalan, karena kondisi jalan tidak rata dan minim penerang.
Titik kerusakan masing-masing terlihat di jalur Mantingan, Kecamatan Bulu, dan di Kemadu, Kecamatan Sulang.

Baca Juga : Empat Sapi di Rembang Positif Penyakit Mulut dan Kuku, Pedagang: Harga Daging Anjlok, Sepi Pembeli

Pejabat Pembuat Komitmen (PPKom) Jalan Rembang-Blora, Arif A Styawan saat dikonfirmasi membenarkan adanya sebagian ruas di Mantingan, Bulu yang alami kerusakan. Hal itu tidak hanya terjadi di Rembang-Blora, namun juga Blora-Cepu.


”Rembang-Blora, Blora-Cepu konturnya sama Purwodadi sekitarnya. Bahwa rata-rata tanah di sana daerah perbukitan,” katanya kepada Jawa Pos Radar Kudus.

Pihaknya hingga kini masih terus melakukan evaluasi salah satunya di lokasi Mantingan, Bulu. Di sana cekungan. Jika dari Rembang sisi bagian kiri ada tebing. Sebaliknya sisi kanan ada jurang. Disitu ada pergerakan dan sedang dipelajari apakah pergerakan kontur tanah atau kendala lainnya.

Baca Juga :  Sambut Ramadan, Anak-anak di Rembang Bagikan Kurma dan Migor ke Warga

“Beberapa waktu lalu saat posisi hujan. Kami tunggu di sana. Memang air dari sebelah kiri lereng lari semua ke jalan. Melintas ke jalan sampai jurang. Artinya tanah yang di sekitar sana menyebabkan jenu atau kondisi tertentu mengering. Kalau tanah akan menyusut. Kalau posisi basah akan mengembang. Kemarin sudah ada penanganan sementara,” katanya.

Ia mengaku penanganan memang belum maksimal. Karena penanganan sementara. Hingga kemarin pihaknya pun masih mencari solusi bagaimana membuang air yang mengenang agar tak menjadi jenuh.

“Pemetaan sudah dilakukan. Termasuk di Sulang. Ada sedikit turunan. Sebelah kiri. Itu juga akan segera dilakukan penanganan. Disana kondisinya hampir sama. Di sekitar berada di sekitar aliran sungai kecil. Hal itu berpengaruh posisi jalan,” tandasnya.

Soal penanganan permanen ia pun belum bisa memastikan. Karena semua disesuaikan dengan ketersediaan anggaran. ”Kita menyesuaikan anggaran,” imbuhnya. (noe/ali)






Reporter: Wisnu Aji

REMBANG – Jalan nasional Rembang-Blora mengalami retak dan ambles. Kondisi ini membahayakan pengguna jalan, karena kondisi jalan tidak rata dan minim penerang.
Titik kerusakan masing-masing terlihat di jalur Mantingan, Kecamatan Bulu, dan di Kemadu, Kecamatan Sulang.

Baca Juga : Empat Sapi di Rembang Positif Penyakit Mulut dan Kuku, Pedagang: Harga Daging Anjlok, Sepi Pembeli

Pejabat Pembuat Komitmen (PPKom) Jalan Rembang-Blora, Arif A Styawan saat dikonfirmasi membenarkan adanya sebagian ruas di Mantingan, Bulu yang alami kerusakan. Hal itu tidak hanya terjadi di Rembang-Blora, namun juga Blora-Cepu.

”Rembang-Blora, Blora-Cepu konturnya sama Purwodadi sekitarnya. Bahwa rata-rata tanah di sana daerah perbukitan,” katanya kepada Jawa Pos Radar Kudus.

Pihaknya hingga kini masih terus melakukan evaluasi salah satunya di lokasi Mantingan, Bulu. Di sana cekungan. Jika dari Rembang sisi bagian kiri ada tebing. Sebaliknya sisi kanan ada jurang. Disitu ada pergerakan dan sedang dipelajari apakah pergerakan kontur tanah atau kendala lainnya.

Baca Juga :  Berkas Komplet, Kades Tahunan Rembang Dijebloskan ke Penjara

“Beberapa waktu lalu saat posisi hujan. Kami tunggu di sana. Memang air dari sebelah kiri lereng lari semua ke jalan. Melintas ke jalan sampai jurang. Artinya tanah yang di sekitar sana menyebabkan jenu atau kondisi tertentu mengering. Kalau tanah akan menyusut. Kalau posisi basah akan mengembang. Kemarin sudah ada penanganan sementara,” katanya.

Ia mengaku penanganan memang belum maksimal. Karena penanganan sementara. Hingga kemarin pihaknya pun masih mencari solusi bagaimana membuang air yang mengenang agar tak menjadi jenuh.

“Pemetaan sudah dilakukan. Termasuk di Sulang. Ada sedikit turunan. Sebelah kiri. Itu juga akan segera dilakukan penanganan. Disana kondisinya hampir sama. Di sekitar berada di sekitar aliran sungai kecil. Hal itu berpengaruh posisi jalan,” tandasnya.

Soal penanganan permanen ia pun belum bisa memastikan. Karena semua disesuaikan dengan ketersediaan anggaran. ”Kita menyesuaikan anggaran,” imbuhnya. (noe/ali)






Reporter: Wisnu Aji

Most Read

Artikel Terbaru

/