alexametrics
28.4 C
Kudus
Wednesday, September 28, 2022

Bupati Rembang Tak Setuju Jalan Tol Melintasi Rembang Kota, Ini Alasannya

REMBANG – Bupati Rembang, Abdul Hafidz tak setuju Pembangunan Tol Demak-Tuban melintasi wilayah Rembang Kota. Terbaru, dalam acara Konsultasi Publik Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal) Rencana Pembangunan Jalan Tol Demak-Tuban di Museum Kartini Rembang, Jumat (12/8). Hafidz mengaku menyayangkan trase awal rencana pembangunan yang justru melintasi kawasan Rembang kota.

Baca Juga : Satpol PP Rembang Gerebek Empat Pasangan Mesum di Kos dan Temukan Kondom, Ini Lokasinya

“Sementara yang terdengar, bahwa jalan tol justru melewati tengah kota. Ini yang sangat berat. Mengingat, wilayah Rembang yang tidak terlalu besar. Mau jadi apa kota ini?” ujarnya.


Oleh karenanya, Bupati meminta kepada pihak yang berkepentingan mengenai hal tersebut untuk diperhatikan betul. Baik dari dampak sosial maupun ekonomi maupun tata ruang.

”Saya selaku bupati menyampaikan uneg-uneg kepada Direktur. Meskipun, kami kemarin sudah menghadap Dirjen. Bahwa jalan tol akan dialihkan ke kota. Akibatnya, masyarakat resah, jika ada satu atau dua yang berkepentingan,” uneg-unengnya.

Tak hanya itu, dalam acara yang berlangsung pukul 08.00 tersebut. Lebih lanjut, Hafidz sesekali menanyakan kepada peserta forum yang dihadiri dari kepala desa, tokoh masyarakat serta pihak-pihak yang berkepentingan. “Kira-kira jika jalan tol lewat ditengah kota setuju tidak?” semua kompak menjawab “tidak”.

Hafidz menekankan, bahwa hal tersebut bukalah provokasi. Tetapi, ingin meyakinkan kepada Direktur jika masyarakat sangat keberatan jika nantinya proyek tersebut akan melewati wilayah dalam kota.

Baca Juga :  Atasi Korban Kecelakaan, RS PKU Muhammadiyah Pamotan Gandeng Jasa Raharja

”Saya sampaikan apa adanya, bukan provokasi. Tapi, membaca dari suara masyarakat. Saya sampaikan di forum ini. Memang forum strategis untuk konsultasi,” penekananya ketika dikonfirmasi Jawa Pos Radar Kudus.

Terpisah, SKBT Penyiapan Wilayah Direktorat PTIGD PUPR, Handini menuturkan terkait masukan tersebut. Pihaknya mengaku akan terus mengkoordinasikan dengan pihak terkait, apakah nantinya ada perubahan atau tidak. Mengingat, banyak masukan yang ada di kabupaten Rembang.

“Kalau rencana trase itu memang dari awal sudah kami sepakati ya, jika memang lewat kota. Tetapi, melihat animo masyarakat bahwa ada penolakan. Nanti kami koordinasi lanjut dengan pihak yang berkepentingan,” imbuhnya. (khim)






Reporter: Wisnu Aji

REMBANG – Bupati Rembang, Abdul Hafidz tak setuju Pembangunan Tol Demak-Tuban melintasi wilayah Rembang Kota. Terbaru, dalam acara Konsultasi Publik Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal) Rencana Pembangunan Jalan Tol Demak-Tuban di Museum Kartini Rembang, Jumat (12/8). Hafidz mengaku menyayangkan trase awal rencana pembangunan yang justru melintasi kawasan Rembang kota.

Baca Juga : Satpol PP Rembang Gerebek Empat Pasangan Mesum di Kos dan Temukan Kondom, Ini Lokasinya

“Sementara yang terdengar, bahwa jalan tol justru melewati tengah kota. Ini yang sangat berat. Mengingat, wilayah Rembang yang tidak terlalu besar. Mau jadi apa kota ini?” ujarnya.

Oleh karenanya, Bupati meminta kepada pihak yang berkepentingan mengenai hal tersebut untuk diperhatikan betul. Baik dari dampak sosial maupun ekonomi maupun tata ruang.

”Saya selaku bupati menyampaikan uneg-uneg kepada Direktur. Meskipun, kami kemarin sudah menghadap Dirjen. Bahwa jalan tol akan dialihkan ke kota. Akibatnya, masyarakat resah, jika ada satu atau dua yang berkepentingan,” uneg-unengnya.

Tak hanya itu, dalam acara yang berlangsung pukul 08.00 tersebut. Lebih lanjut, Hafidz sesekali menanyakan kepada peserta forum yang dihadiri dari kepala desa, tokoh masyarakat serta pihak-pihak yang berkepentingan. “Kira-kira jika jalan tol lewat ditengah kota setuju tidak?” semua kompak menjawab “tidak”.

Hafidz menekankan, bahwa hal tersebut bukalah provokasi. Tetapi, ingin meyakinkan kepada Direktur jika masyarakat sangat keberatan jika nantinya proyek tersebut akan melewati wilayah dalam kota.

Baca Juga :  Serapan di Bawah 40 Persen, OPD Janji Selesaikan Paket Konstruksi

”Saya sampaikan apa adanya, bukan provokasi. Tapi, membaca dari suara masyarakat. Saya sampaikan di forum ini. Memang forum strategis untuk konsultasi,” penekananya ketika dikonfirmasi Jawa Pos Radar Kudus.

Terpisah, SKBT Penyiapan Wilayah Direktorat PTIGD PUPR, Handini menuturkan terkait masukan tersebut. Pihaknya mengaku akan terus mengkoordinasikan dengan pihak terkait, apakah nantinya ada perubahan atau tidak. Mengingat, banyak masukan yang ada di kabupaten Rembang.

“Kalau rencana trase itu memang dari awal sudah kami sepakati ya, jika memang lewat kota. Tetapi, melihat animo masyarakat bahwa ada penolakan. Nanti kami koordinasi lanjut dengan pihak yang berkepentingan,” imbuhnya. (khim)






Reporter: Wisnu Aji

Most Read

Artikel Terbaru