alexametrics
24.9 C
Kudus
Saturday, May 14, 2022

Pemanggul Kayu Bakar Ditemukan Tewas di Belakang Balai Desa Kajar, Lasem

REMBANG – Seorang pria payuh baya ditemukan tergeletak meninggal di jalan setapak belakang balai desa Kajar, Lasem. Diketahui bernama Suryadi, 55, warga Desa Ngargomulyo. Dia diduga kelelahan usai menebas kayu bakar. Korban punya riwayat asma dan pernah mutah darah.

Kepala Desa Kajar Kecamatan Lasem, Widayat saat dikonfirmasi membenarkan adanya penemuan laki-laki yang merenggang nyawa dibelakang jalan setapak balai desa. Diketahui domisilinya desa Ngargomulyo. Jaraknya sekira 2 kilo dari Kajar.

”Ada warga cari rumput. Lalu lewat jalan itu (belakang balai desa). Melihat korban sudah tergeletak. Lalu minta tolong di balai desa. Jaraknya dekat balai desa. Bilang ada orang semaput,” keteranganya kepada Jawa Pos Radar Kudus (12/3).


Begitu dikasih kabar langsung mengecek bersama-sama perangkat desa. Setelah itu menghubungi Polsek dan Puskesmas setempat. Untuk segera merapat. Setelah dilakukan pengecekan sudah meninggal.

Widayat menduga korban meninggal mungkin kelelahan. Karena riwayat istrinya punya asma dan batuk berdarah. Kemungkinan kecepekan saat mengangkut kayu. Kebetulan pagi hari korban sempat ngopi di warung.

Baca Juga :  Jembatan TMMD Rampung, Warga Rembang Tak Perlu Memutar 7 Km

”Sempat ngopi di warung. Ada yang bilang sepedane ditawakno, ape di dol (sepeda ditawarkan, mau dijual). Dari rumah pukul 09.00. Mungkin ngopi, hujan tadi panggul kayu bakar, ” keteranganya.

Kapolsek Lasem, Iptu Arif Kristiawan menyampaikan ada salah satu saksi atas nama Suhut. Kebetun rumah sebelah kanan TKP. Saksi melihat korban membawa kayu dari dalam hutan ke pinggir jalan tersebut.

”Saksi melihat korban menaruh kayu. Lalu duduk disamping kursi. Dikira saksi kelelahan. Istirahat saja. Selang beberapa saat kemudian saksi liwat situ. Tiduran. Panggil-panggil namanya tidak nyaut, didekati diem saja akhirnya panggil kepala desa. Lalu hubungi kami bersama puskesmas,” katanya.

Setelah itu Polsek dan Puskesmas bersama perangkat desa datang di TKP. Memastikan sebab-sebab kematianya. Memang tidak ada tanda-tanda kekerasan. Sehingga menghubungi pihak keluarga, kemudian diputuskan langsung di makamkan.

”Ketika kejadian posisi juga turun hujan. Kami hubungi keluarga, maunya seperti apa, lalu dimakamkan. Kami juga didampingi Kades Ngargomulyo untuk pemakamanya,” imbuhnya. (noe)






Reporter: Wisnu Aji

REMBANG – Seorang pria payuh baya ditemukan tergeletak meninggal di jalan setapak belakang balai desa Kajar, Lasem. Diketahui bernama Suryadi, 55, warga Desa Ngargomulyo. Dia diduga kelelahan usai menebas kayu bakar. Korban punya riwayat asma dan pernah mutah darah.

Kepala Desa Kajar Kecamatan Lasem, Widayat saat dikonfirmasi membenarkan adanya penemuan laki-laki yang merenggang nyawa dibelakang jalan setapak balai desa. Diketahui domisilinya desa Ngargomulyo. Jaraknya sekira 2 kilo dari Kajar.

”Ada warga cari rumput. Lalu lewat jalan itu (belakang balai desa). Melihat korban sudah tergeletak. Lalu minta tolong di balai desa. Jaraknya dekat balai desa. Bilang ada orang semaput,” keteranganya kepada Jawa Pos Radar Kudus (12/3).

Begitu dikasih kabar langsung mengecek bersama-sama perangkat desa. Setelah itu menghubungi Polsek dan Puskesmas setempat. Untuk segera merapat. Setelah dilakukan pengecekan sudah meninggal.

Widayat menduga korban meninggal mungkin kelelahan. Karena riwayat istrinya punya asma dan batuk berdarah. Kemungkinan kecepekan saat mengangkut kayu. Kebetulan pagi hari korban sempat ngopi di warung.

Baca Juga :  Keropos, Atap Terminal Rembang Diganti Baja Ringan

”Sempat ngopi di warung. Ada yang bilang sepedane ditawakno, ape di dol (sepeda ditawarkan, mau dijual). Dari rumah pukul 09.00. Mungkin ngopi, hujan tadi panggul kayu bakar, ” keteranganya.

Kapolsek Lasem, Iptu Arif Kristiawan menyampaikan ada salah satu saksi atas nama Suhut. Kebetun rumah sebelah kanan TKP. Saksi melihat korban membawa kayu dari dalam hutan ke pinggir jalan tersebut.

”Saksi melihat korban menaruh kayu. Lalu duduk disamping kursi. Dikira saksi kelelahan. Istirahat saja. Selang beberapa saat kemudian saksi liwat situ. Tiduran. Panggil-panggil namanya tidak nyaut, didekati diem saja akhirnya panggil kepala desa. Lalu hubungi kami bersama puskesmas,” katanya.

Setelah itu Polsek dan Puskesmas bersama perangkat desa datang di TKP. Memastikan sebab-sebab kematianya. Memang tidak ada tanda-tanda kekerasan. Sehingga menghubungi pihak keluarga, kemudian diputuskan langsung di makamkan.

”Ketika kejadian posisi juga turun hujan. Kami hubungi keluarga, maunya seperti apa, lalu dimakamkan. Kami juga didampingi Kades Ngargomulyo untuk pemakamanya,” imbuhnya. (noe)






Reporter: Wisnu Aji

Most Read

Artikel Terbaru

/