alexametrics
22.4 C
Kudus
Tuesday, June 28, 2022

Tunggu Surat Izin Penangkapan Ikan, Nelayan di Rembang Nganggur Dua Bulan

REMBANG – Para nelayan di Kabupaten Rembang nganggur sekitar dua bulan. Mereka tak bisa berlayar karena menunggu Surat Izin Penangkapan Ikan (SIPI). Tentunya mereka pun mengeluh dan meminta diperbolehkan melaut sembari menunggu perizinan itu.

Jumat (11/2), para nelayan telah mengadu kepada Bupati Rembang Abdul Hafidz. Mereka ditemui di ruang rapat bupati. Wakil Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Rembang Kartono menyampaikan, pihaknya meminta audiensi bersama bupati. Terkait sulitnya kepengurusan izin. ”Sekarang (turunnya SIPI) agak terlambat. Nelayan selalu menunggu,” jelasnya.

Katanya, dalam satu kapal harus memiliki banyak jenis surat. Sehingga perlu memakan waktu panjang. Seperti adanya ukur ulang dan cek fisik.


Karena prosedur itu, para nelayan pun sampai menganggur dua bulan. ”Ini jeritan dari nelayan,” ujarnya. Ia meminta kelonggaran, sembari menunggu izin keluar, para nelayan bisa diperbolehkan melaut. Apalagi beberapa bulan ke depan memasuki musim lebaran.

Baca Juga :  Bupati Rembang: Jajaran Dindikpora Jangan Ngopi Saja

Saat ini, yang sudah mengurus perizinan ada sekitar 130 kapal yang di atas 30 GT. Total kapal tipe itu ada 193 kapal. ”Yang sudah jadi ada 18 kapal. Yang lain masih menunggu proses,” jelasnya. Sementara itu, kapal-kapal di bawah 30 GT ada sekitar 60 kapal. Yang izinnya sudah jadi ada empat kapal.

Menanggapi hal ini, Bupati Rembang Abdul Hafidz menyampaikan, pihaknya akan menampung dan mengusahakan aspirasi ini. ”Di masa menunggu pengurusan SIPI, kami akan mencoba negosiasikan agar nelayan tetap bisa melaut,” imbuhnya. (vah/lin)






Reporter: Vachry Rizaldi Luthfipambudi

REMBANG – Para nelayan di Kabupaten Rembang nganggur sekitar dua bulan. Mereka tak bisa berlayar karena menunggu Surat Izin Penangkapan Ikan (SIPI). Tentunya mereka pun mengeluh dan meminta diperbolehkan melaut sembari menunggu perizinan itu.

Jumat (11/2), para nelayan telah mengadu kepada Bupati Rembang Abdul Hafidz. Mereka ditemui di ruang rapat bupati. Wakil Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Rembang Kartono menyampaikan, pihaknya meminta audiensi bersama bupati. Terkait sulitnya kepengurusan izin. ”Sekarang (turunnya SIPI) agak terlambat. Nelayan selalu menunggu,” jelasnya.

Katanya, dalam satu kapal harus memiliki banyak jenis surat. Sehingga perlu memakan waktu panjang. Seperti adanya ukur ulang dan cek fisik.

Karena prosedur itu, para nelayan pun sampai menganggur dua bulan. ”Ini jeritan dari nelayan,” ujarnya. Ia meminta kelonggaran, sembari menunggu izin keluar, para nelayan bisa diperbolehkan melaut. Apalagi beberapa bulan ke depan memasuki musim lebaran.

Baca Juga :  Proyek Jalan Lingkar Rembang-Lasem Makin Matang, Pemkab Mulai Bebaskan Lahan

Saat ini, yang sudah mengurus perizinan ada sekitar 130 kapal yang di atas 30 GT. Total kapal tipe itu ada 193 kapal. ”Yang sudah jadi ada 18 kapal. Yang lain masih menunggu proses,” jelasnya. Sementara itu, kapal-kapal di bawah 30 GT ada sekitar 60 kapal. Yang izinnya sudah jadi ada empat kapal.

Menanggapi hal ini, Bupati Rembang Abdul Hafidz menyampaikan, pihaknya akan menampung dan mengusahakan aspirasi ini. ”Di masa menunggu pengurusan SIPI, kami akan mencoba negosiasikan agar nelayan tetap bisa melaut,” imbuhnya. (vah/lin)






Reporter: Vachry Rizaldi Luthfipambudi

Most Read

Artikel Terbaru

/