alexametrics
25.3 C
Kudus
Thursday, June 30, 2022

Banding Ditolak, Terdakwa Pembunuhan Dalang di Rembang Tetap Pidana Mati

REMBANG – Sumani, terdakwa kasus pembunuhan dalang dan keluarga di Desa Turusgede, Rembang, masih mengusahakan upaya hukum untuk meringankan putusan hakim. Putusan itu, berupa hukuman mati. Setelah banding ditolak, kini ia berencana mengajukan kasasi.

Sebelumnya, Pengadilan Negeri (PN) Rembang telah mengetok palu dan menjatuhi pembunuh empat nyawa itu, dengan pidana mati. Ia yang sempat ditahan di Rumah Tahanan (Rutan) Kelas II B Rembang kini telah di pindah ke Lapas Pati beberapa waktu lalu.

Dalam persidangan terakhirnya di Rutan Rembang, dia sempat mengucapkan akan mengajukan banding. Namun setelah menjalani proses hukum tersebut, hasilnya tetap sama. Pengadilan Tinggi Jawa Tengah tetap memutuskan hukuman mati.


Informasi dari Kepaniteraan PN Rembang, saat ini Sumani kembali menempuh upaya hukum dengan mengajukan kasasi ke Mahkamah Agung (MA). Humas Pengadilan Negeri Rembang Eri Sutanto menyampaikan, berkas permohonan kasasi atas permohonan Sumani tersebut telah diterima PN. ”Lama tidaknya (putusan kasasi, Red) tergantung Mahkamah Agung,” ujarnya.

Sekitar Oktober lalu, lokasi penahanan Sumani memang dipindahkan ke pati. Alasan pihak Rutan Kelas II B Rembang memindahkan terdakwa, agar yang bersangkutan mendapatkan pembinaan dan pengamanan yang lebih memadahi di lapas. Selain itu, juga berdasarkan arahan kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kanwil Kemenkum HAM).

Baca Juga :  Kaliombo Ditutup, Tujuh Pasangan Mesum di Rembang Terciduk

”Berdasarkan petunjuk pelaksana dan petunjuk teknis (juklak dan juknis), apabila sudah divonis terdakwa akan dipindah ke lapas. Karena yang bersangkutan dijatuhi hukuman mati,” ujarnya.

Diberitakan sebelumnya, Sumani dipindahkan dari Rutan Kelas IIB Rembang ke Lapas Kelas IIB Pati sejak (21/10) lalu. Dalam perjalanan, dia dikawal dua petugas dari Rutan Rembang dan dua personel polisi.

Selama di Rutan Rembang, dia dinilai tertib atau tidak pernah melanggar peraturan. Pelayanan yang diberikan tidak dibedakan dengan tahanan lain serta dipenuhi semua hak-haknya.

Selama di rutan Rembang, kondisi Sumani dikabarkan cenderung tenang. Ia ditempatkan di sel bersama warga binaan lain. Sebab, kepala rutan menilai, secara psikis dan kejiwaan, apabila orang dengan vonis pidana mati disendirikan, dikhawatirkan bisa menambah guncangan kejiwaan. (lin)






Reporter: Vachry Rizaldi Luthfipambudi

REMBANG – Sumani, terdakwa kasus pembunuhan dalang dan keluarga di Desa Turusgede, Rembang, masih mengusahakan upaya hukum untuk meringankan putusan hakim. Putusan itu, berupa hukuman mati. Setelah banding ditolak, kini ia berencana mengajukan kasasi.

Sebelumnya, Pengadilan Negeri (PN) Rembang telah mengetok palu dan menjatuhi pembunuh empat nyawa itu, dengan pidana mati. Ia yang sempat ditahan di Rumah Tahanan (Rutan) Kelas II B Rembang kini telah di pindah ke Lapas Pati beberapa waktu lalu.

Dalam persidangan terakhirnya di Rutan Rembang, dia sempat mengucapkan akan mengajukan banding. Namun setelah menjalani proses hukum tersebut, hasilnya tetap sama. Pengadilan Tinggi Jawa Tengah tetap memutuskan hukuman mati.

Informasi dari Kepaniteraan PN Rembang, saat ini Sumani kembali menempuh upaya hukum dengan mengajukan kasasi ke Mahkamah Agung (MA). Humas Pengadilan Negeri Rembang Eri Sutanto menyampaikan, berkas permohonan kasasi atas permohonan Sumani tersebut telah diterima PN. ”Lama tidaknya (putusan kasasi, Red) tergantung Mahkamah Agung,” ujarnya.

Sekitar Oktober lalu, lokasi penahanan Sumani memang dipindahkan ke pati. Alasan pihak Rutan Kelas II B Rembang memindahkan terdakwa, agar yang bersangkutan mendapatkan pembinaan dan pengamanan yang lebih memadahi di lapas. Selain itu, juga berdasarkan arahan kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kanwil Kemenkum HAM).

Baca Juga :  Tunggu Eksekusi Mati, Tersangka Pembunuh Sekeluarga di Rembang Taat Ibadah

”Berdasarkan petunjuk pelaksana dan petunjuk teknis (juklak dan juknis), apabila sudah divonis terdakwa akan dipindah ke lapas. Karena yang bersangkutan dijatuhi hukuman mati,” ujarnya.

Diberitakan sebelumnya, Sumani dipindahkan dari Rutan Kelas IIB Rembang ke Lapas Kelas IIB Pati sejak (21/10) lalu. Dalam perjalanan, dia dikawal dua petugas dari Rutan Rembang dan dua personel polisi.

Selama di Rutan Rembang, dia dinilai tertib atau tidak pernah melanggar peraturan. Pelayanan yang diberikan tidak dibedakan dengan tahanan lain serta dipenuhi semua hak-haknya.

Selama di rutan Rembang, kondisi Sumani dikabarkan cenderung tenang. Ia ditempatkan di sel bersama warga binaan lain. Sebab, kepala rutan menilai, secara psikis dan kejiwaan, apabila orang dengan vonis pidana mati disendirikan, dikhawatirkan bisa menambah guncangan kejiwaan. (lin)






Reporter: Vachry Rizaldi Luthfipambudi

Most Read

Artikel Terbaru

/