alexametrics
23.2 C
Kudus
Saturday, July 2, 2022

133 Anak Yatim Terdampak Covid-19 di Rembang Diusulkan Masuk Ponpes

REMBANG – Anak-anak yatim terdampak Covid-19 kemarin mendapatkan perhatian khusus dari pemerintah melalui Badan Amil Zakat Nasional (BAZNas) Jateng peduli. Ada dua upaya yang dilakukan, selain menerima bantuan paket tulis, mereka juga diusulkan untuk masuk di pondok pesantren atau boarding school.

Di Rembang santunan diberikan 133 anak yatim dari keseluruhan di Jateng 3.474 anak yatim  yang terdampak Covid-19.

Program tersebut kerja sama dengan Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Provinsi Jateng.


Sekretaris BAZNAS Provinsi Jateng, Ahyani melaporkan data anak yatim piatu terdampak pandemi Covid-19. Tanggal 23 Agustus 2021 datanya tercatat sekitar 3.000-an sekian. Tentu sekarang sedemikian berkembang.

”Saya merasa senang dan bangga. Teman-teman dari Baznas Kabupaten kota sudah ikut berpartisipasi. Bahkan ada bukan sekedar memberikan bantuan, tapi juga memberikan jaminan kehidupan dan pendidikan sampai masuk Perguruan tinggi, SMA atau SMK,” ujarnya.

Baca Juga :  Jalan Lingkar Rembang-Lasem Jadi Pengurai Kemacetan

Wakil Bupati Rembang, Mochammad Hanies Cholil Barro’ mengapresiasi kegiatan pemberian santunan anak yatim yang digagas BAZNas Jateng. Sebagai wujud perhatian pemerintah terutama yang disebabkan pandemi Covid-19.

”Pandemi banyak merenggut segalanya. Terutama adik-adik penerima bantuan harus kehilangan keluarga baik ayah dan ibunya. Selama ikhlas dan ridho keadaan ini Insya’allah semua akan berjalan baik-baik saja,” ungkapnya.

Gus Hanies berharap agar bantuan yang diberikan dapat bermanfaat kepada anak yatim penerima. Supaya tetap semangat belajar dan tabah dalam menjalani hidup tanpa didampingi orang tua. (ali)






Reporter: Wisnu Aji

REMBANG – Anak-anak yatim terdampak Covid-19 kemarin mendapatkan perhatian khusus dari pemerintah melalui Badan Amil Zakat Nasional (BAZNas) Jateng peduli. Ada dua upaya yang dilakukan, selain menerima bantuan paket tulis, mereka juga diusulkan untuk masuk di pondok pesantren atau boarding school.

Di Rembang santunan diberikan 133 anak yatim dari keseluruhan di Jateng 3.474 anak yatim  yang terdampak Covid-19.

Program tersebut kerja sama dengan Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Provinsi Jateng.

Sekretaris BAZNAS Provinsi Jateng, Ahyani melaporkan data anak yatim piatu terdampak pandemi Covid-19. Tanggal 23 Agustus 2021 datanya tercatat sekitar 3.000-an sekian. Tentu sekarang sedemikian berkembang.

”Saya merasa senang dan bangga. Teman-teman dari Baznas Kabupaten kota sudah ikut berpartisipasi. Bahkan ada bukan sekedar memberikan bantuan, tapi juga memberikan jaminan kehidupan dan pendidikan sampai masuk Perguruan tinggi, SMA atau SMK,” ujarnya.

Baca Juga :  Soal Isu Kir Bayar Rp 100 Ribu, Dishub Rembang: Murni Iuran

Wakil Bupati Rembang, Mochammad Hanies Cholil Barro’ mengapresiasi kegiatan pemberian santunan anak yatim yang digagas BAZNas Jateng. Sebagai wujud perhatian pemerintah terutama yang disebabkan pandemi Covid-19.

”Pandemi banyak merenggut segalanya. Terutama adik-adik penerima bantuan harus kehilangan keluarga baik ayah dan ibunya. Selama ikhlas dan ridho keadaan ini Insya’allah semua akan berjalan baik-baik saja,” ungkapnya.

Gus Hanies berharap agar bantuan yang diberikan dapat bermanfaat kepada anak yatim penerima. Supaya tetap semangat belajar dan tabah dalam menjalani hidup tanpa didampingi orang tua. (ali)






Reporter: Wisnu Aji

Most Read

Artikel Terbaru

/