alexametrics
28.4 C
Kudus
Wednesday, September 28, 2022

Satpol PP Grobogan Ciduk Sebelas Anak Punk dan Ditampung di Selter, Ini Alasannya

GROBOGAN – Sebelas anak punk terjaring razia yang dilakukan Dinas Sosial, Satpol PP dan pihak kepolisian. Mereka kemudian ditampung sementara di selter Dinas Sosial. Mereka diberi arahan dan diedukasi agar berkenan kembali ke orang tua dan rumahnya masing-masing.

Kepala Dinas Sosial Grobogan Edy Santoso menyebut dari sebelas anak itu mereka berasal dari beberapa daerah seperti Rembang, Boyolali, dan Grobogan. Beberapa masih sekolah.
“Mereka hasil razia semalam di Godong. Kami razia bersama Satpol PP dan Polsek Godong,” jelasnya.

Menurutnya, dari sebelas anak-anak itu tujuh di antaranya laki-laki dan empat lainnya perempuan. Razia itu dilakukan sebagai impelementasi dari mandat UUD 1945 bahwa anak terlantar dipelihara negara. Juga mencegah terjadinya kenakalan remaja.


“Jangan sampai ada anak yang terlantar. Sebab mereka-mereka ini sebagian anak broken home. Ada juga karena lemahnya pengawasan orang tua dan ada yang disebabkan putus sekolah,” terangnya.

Setelah dirazia, pihak dinas dan stakeholder melakukan pemeriksaan. Di antaranya seperti dites urin. Hasilnya tak ada yang mengkonsumsi narkoba. Hanya saja sebagian besar telah mengkonsumsi alcohol. Selain itu juga disuntik vaksin.

Baca Juga :  Lima Desa di Kragan Rembang Bikin Kawasan "Tersanjung Ro Watu"

Rencananya, bagi yang masih memiliki keluarga, anak-anak tersebut akan dikembalikan ke keluarga masing-masing. Dengan syarat dijemput pihak keluarga dengan didampingi kepala desa. Hal ini agar pihak desa sebagai lembaga terdekat turut mengawasi.

Selain itu pihak dinsos juga memberikan pengarahan serta edukasi. Tujuannya agar anak-anak tersebut mau kembali ke keluarga. Jadi tidak terjerumus pada kenakalan remaja.

“Sementara jika tidak dijemput keluarga, rencananya kami akan kirim mereka ke panti mandiri di Semarang. Tujuannya agar mereka mendapatkan pelatihan. Sehingga memiliki skill,” tuturnya.

Di panti tersebut menurutnya terdapat beberapa pelatihan seperti bengkel, berkebun, olahraga dan lain-lain. Dengan mendapatkan keterampilan tersebut pihaknya berharap hal tersebut bisa menunjang anak-anak tersebut di masa yang akan datang. (tos/mal)






Reporter: Eko Santoso

GROBOGAN – Sebelas anak punk terjaring razia yang dilakukan Dinas Sosial, Satpol PP dan pihak kepolisian. Mereka kemudian ditampung sementara di selter Dinas Sosial. Mereka diberi arahan dan diedukasi agar berkenan kembali ke orang tua dan rumahnya masing-masing.

Kepala Dinas Sosial Grobogan Edy Santoso menyebut dari sebelas anak itu mereka berasal dari beberapa daerah seperti Rembang, Boyolali, dan Grobogan. Beberapa masih sekolah.
“Mereka hasil razia semalam di Godong. Kami razia bersama Satpol PP dan Polsek Godong,” jelasnya.

Menurutnya, dari sebelas anak-anak itu tujuh di antaranya laki-laki dan empat lainnya perempuan. Razia itu dilakukan sebagai impelementasi dari mandat UUD 1945 bahwa anak terlantar dipelihara negara. Juga mencegah terjadinya kenakalan remaja.

“Jangan sampai ada anak yang terlantar. Sebab mereka-mereka ini sebagian anak broken home. Ada juga karena lemahnya pengawasan orang tua dan ada yang disebabkan putus sekolah,” terangnya.

Setelah dirazia, pihak dinas dan stakeholder melakukan pemeriksaan. Di antaranya seperti dites urin. Hasilnya tak ada yang mengkonsumsi narkoba. Hanya saja sebagian besar telah mengkonsumsi alcohol. Selain itu juga disuntik vaksin.

Baca Juga :  Bangunan Fisik Selesai, Bupati Roadshow RSUD Dr R Soedjati

Rencananya, bagi yang masih memiliki keluarga, anak-anak tersebut akan dikembalikan ke keluarga masing-masing. Dengan syarat dijemput pihak keluarga dengan didampingi kepala desa. Hal ini agar pihak desa sebagai lembaga terdekat turut mengawasi.

Selain itu pihak dinsos juga memberikan pengarahan serta edukasi. Tujuannya agar anak-anak tersebut mau kembali ke keluarga. Jadi tidak terjerumus pada kenakalan remaja.

“Sementara jika tidak dijemput keluarga, rencananya kami akan kirim mereka ke panti mandiri di Semarang. Tujuannya agar mereka mendapatkan pelatihan. Sehingga memiliki skill,” tuturnya.

Di panti tersebut menurutnya terdapat beberapa pelatihan seperti bengkel, berkebun, olahraga dan lain-lain. Dengan mendapatkan keterampilan tersebut pihaknya berharap hal tersebut bisa menunjang anak-anak tersebut di masa yang akan datang. (tos/mal)






Reporter: Eko Santoso

Most Read

Artikel Terbaru