alexametrics
28.4 C
Kudus
Wednesday, September 28, 2022

Santri Rembang Kepungan Ikan Bersama di Kompleks Kota Pusaka Lasem

REMBANG – Kawasan penataan Kota Pusaka di Kompleks Pondok Pesantren (Ponpes) Kauman, Lasem, disulap jadi tempat makan gedhen. Santri-santri kepungan untuk menyemarakkan gelar makan ikan.

Di depan pondok sudah digelar karpet sekitar 30 meter kemarin sore. Panitia menyiapkan daun pisang sebagai pengganti piring. Ditata berjajar dua sisi mengikuti gelaran karpet.

Setelah itu, nasi ditumpek blek di atas daun pisang itu. Diikuti sayuran, lauk nuget ikan, hingga kerupuk. Menu makan sore itu sudah siap. Santri-santri pun langsung mengambil posisi mengepung sajian tersebut.


Acara kemarin merupakan sosialisasi gemar makan ikan. Wakil Bupati Rembang Muhammad Hanies Cholil Barro’ menyampaikan, kegiatan ini sudah dilaksanakan beberapa kali. Biasanya fokus ke desa untuk penanganan stunting. Kemarin dilakukan di pesantren, karena menurutnya selama ini warga pesantren juga mengambil bagian menjadi agen perubahan.

”Kami berharap bisa secara luas ikut menggemari ikan,” harapnya. Dengan begitu, santri sehat dan terpenuhi gizinya. ”Kalau usia produktif kekurangan gizi, ini jadi repot,” imbuhnya.

Baca Juga :  Dilirik, Investor di Rembang Butuh 50 Ha untuk Industri Padat Karya

Pihaknya mengajak komunitas pesantren bersama membantu pemerintah menyiapkan generasi gemilang. Para santri juga diberi pengetahuan tentang pentingnya makan ikan. Termasuk kandungan gizi yang ada di dalam ikan. Tak hanya itu, mereka juga diajari langsung praktik membuat bakso ikan.

Kepala Bidang (Kabid) Bina Usaha dan Peningkatan Daya Saing Dinas Kelautan dan Perikanan (Dinlutkan) Rembang Nurida Adante Islami menjelaskan kesadaran pentingnya makan menu berbahan dasar ikan perlu ditanamkan kepada santri. ”Santri ini kan rata-rata masih remaja. Mereka nantinya juga akan menjadi orang tua. Mereka juga membutuhkan gizi dari ikan. Untuk itu, kami perkenalkan mereka tentang ikan dan kandungan gizinya,” jelasnya.

Terpenting lagi, dari kegiatan ini memberikan pengetahuan kepada santri bahwa ikan bisa diolah menjadi berbagai makanan. Seperti bakso ikan, nuget, sempolan, dan variasi makanan lain. (vah/lin)






Reporter: Vachry Rizaldi Luthfipambudi

REMBANG – Kawasan penataan Kota Pusaka di Kompleks Pondok Pesantren (Ponpes) Kauman, Lasem, disulap jadi tempat makan gedhen. Santri-santri kepungan untuk menyemarakkan gelar makan ikan.

Di depan pondok sudah digelar karpet sekitar 30 meter kemarin sore. Panitia menyiapkan daun pisang sebagai pengganti piring. Ditata berjajar dua sisi mengikuti gelaran karpet.

Setelah itu, nasi ditumpek blek di atas daun pisang itu. Diikuti sayuran, lauk nuget ikan, hingga kerupuk. Menu makan sore itu sudah siap. Santri-santri pun langsung mengambil posisi mengepung sajian tersebut.

Acara kemarin merupakan sosialisasi gemar makan ikan. Wakil Bupati Rembang Muhammad Hanies Cholil Barro’ menyampaikan, kegiatan ini sudah dilaksanakan beberapa kali. Biasanya fokus ke desa untuk penanganan stunting. Kemarin dilakukan di pesantren, karena menurutnya selama ini warga pesantren juga mengambil bagian menjadi agen perubahan.

”Kami berharap bisa secara luas ikut menggemari ikan,” harapnya. Dengan begitu, santri sehat dan terpenuhi gizinya. ”Kalau usia produktif kekurangan gizi, ini jadi repot,” imbuhnya.

Baca Juga :  Dilirik, Investor di Rembang Butuh 50 Ha untuk Industri Padat Karya

Pihaknya mengajak komunitas pesantren bersama membantu pemerintah menyiapkan generasi gemilang. Para santri juga diberi pengetahuan tentang pentingnya makan ikan. Termasuk kandungan gizi yang ada di dalam ikan. Tak hanya itu, mereka juga diajari langsung praktik membuat bakso ikan.

Kepala Bidang (Kabid) Bina Usaha dan Peningkatan Daya Saing Dinas Kelautan dan Perikanan (Dinlutkan) Rembang Nurida Adante Islami menjelaskan kesadaran pentingnya makan menu berbahan dasar ikan perlu ditanamkan kepada santri. ”Santri ini kan rata-rata masih remaja. Mereka nantinya juga akan menjadi orang tua. Mereka juga membutuhkan gizi dari ikan. Untuk itu, kami perkenalkan mereka tentang ikan dan kandungan gizinya,” jelasnya.

Terpenting lagi, dari kegiatan ini memberikan pengetahuan kepada santri bahwa ikan bisa diolah menjadi berbagai makanan. Seperti bakso ikan, nuget, sempolan, dan variasi makanan lain. (vah/lin)






Reporter: Vachry Rizaldi Luthfipambudi

Most Read

Artikel Terbaru