alexametrics
30.5 C
Kudus
Thursday, May 12, 2022

Cegah Pemalsuan Akta Kematian, Dindukcapil Rembang Bentuk Tim Khusus

REMBANG – Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dindukcapil) Kabupaten membentuk tim penyelesaian masalah administrasi kependudukan (adminduk). Sebab, tahun ini ada empat persoalan. Salah satunya pemalsuan data kematian di Kecamatan Pancur.

Dari data Divisi Humas Polri tertanggal 29 Maret, diketahui ada seorang oknum perangkat Desa Jeruk, Pancur, nekat memalsukan akta kematian tetangganya. Padahal yang bersangkutan masih hidup. Hal itu dilakukan karena pelaku memiliki dendam pribadi.

Pelaku berinisial MA, 51 tahun, sehari-hari merupakan kasi Pelayanan di Desa Jeruk. Kini, dia harus mendekam di sel Mapolres Rembang.


Dari hasil penyidikan polisi, MA diduga memalsukan data pengajuan akta kematian perempuan yang merupakan tetangganya berinisial SM. Hingga terbit akta kematian dari Dindukcapil Kabupaten Rembang.

mengatakan, terkait permasalahan ini, pihaknya sudah membentuk tim penyelesaian masalah adminduk. Tim terdiri dari semua bidang dan sekretariat.

Baca Juga :  Pemohon Ganti Nomor Ponsel Sulitkan Petugas Disdukcapil

”Ketika ada permasalahan tidak langsung diproses di admin. Tapi langsung dinaikan tim. Di bahas dahulu. Tim ini terintegrasi sekretariat dan kepala dinas” katanya kepada Jawa Pos Radar Kudus kemarin.

Dia mengaku, tak hanya permasalahan pemalsuan akta kematian ini, hingga bulan ini ada tiga lain. Namun, sudah diselesaikan semua. Di antaranya penggantian akta kelahiran hingga tiga kali dan ganti nama akta kematian. ”Penggantian akta kelahiran itu, ada yang asalanya hurufnya I seharusnya diganti Y,” katanya.

Dia menambahkan, untuk kasus pemalsuan akta kematian, aktanya sudah dihanguskan. ”Artinya yang bersangkutan dinyatakan tetap masih hidup pengaktifan kembali,” imbuhnya. (noe/lin)






Reporter: Wisnu Aji

REMBANG – Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dindukcapil) Kabupaten membentuk tim penyelesaian masalah administrasi kependudukan (adminduk). Sebab, tahun ini ada empat persoalan. Salah satunya pemalsuan data kematian di Kecamatan Pancur.

Dari data Divisi Humas Polri tertanggal 29 Maret, diketahui ada seorang oknum perangkat Desa Jeruk, Pancur, nekat memalsukan akta kematian tetangganya. Padahal yang bersangkutan masih hidup. Hal itu dilakukan karena pelaku memiliki dendam pribadi.

Pelaku berinisial MA, 51 tahun, sehari-hari merupakan kasi Pelayanan di Desa Jeruk. Kini, dia harus mendekam di sel Mapolres Rembang.

Dari hasil penyidikan polisi, MA diduga memalsukan data pengajuan akta kematian perempuan yang merupakan tetangganya berinisial SM. Hingga terbit akta kematian dari Dindukcapil Kabupaten Rembang.

mengatakan, terkait permasalahan ini, pihaknya sudah membentuk tim penyelesaian masalah adminduk. Tim terdiri dari semua bidang dan sekretariat.

Baca Juga :  Resmikan Syawalan, Bupati Rembang: Perputaran Uang Tembus Rp 25 Miliar

”Ketika ada permasalahan tidak langsung diproses di admin. Tapi langsung dinaikan tim. Di bahas dahulu. Tim ini terintegrasi sekretariat dan kepala dinas” katanya kepada Jawa Pos Radar Kudus kemarin.

Dia mengaku, tak hanya permasalahan pemalsuan akta kematian ini, hingga bulan ini ada tiga lain. Namun, sudah diselesaikan semua. Di antaranya penggantian akta kelahiran hingga tiga kali dan ganti nama akta kematian. ”Penggantian akta kelahiran itu, ada yang asalanya hurufnya I seharusnya diganti Y,” katanya.

Dia menambahkan, untuk kasus pemalsuan akta kematian, aktanya sudah dihanguskan. ”Artinya yang bersangkutan dinyatakan tetap masih hidup pengaktifan kembali,” imbuhnya. (noe/lin)






Reporter: Wisnu Aji

Most Read

Artikel Terbaru

/