alexametrics
25.6 C
Kudus
Thursday, May 12, 2022

Tambang Pasir di Sarang Rembang Longsor, Satu Orang Tewas

REMBANG – Masripah, 44, penjual jajanan keliling warga Desa Tawangrejo, Kecamatan Sarang, akhirnya meregang nyawa setelah terjatuh dan tertimbun longsor galian pasir kuarsa di desanya, Sabtu (9/4) sore. Tak hanya Masripah, musibah itu juga menyebabkan Sa’adah, 29 warga Desa Baturno, Kecamatan Sarang, mengalami patah tulang.

Baca Juga : Kepergok “Ngamar” saat Puasa, 3 Pasangan Tak Resmi di Rembang Diamankan

Sumber Jawa Pos Radar Kudus menyebutkan petaka bermula ketika emak-emak itu mengendarai sepeda motor beriringan melintasi jalan tambang di desanya. Tanpa mereka sadari tiba-tiba jalan tambang itu longsor dan keduanya ikut terperosok bersama sepeda motor yang mereka tumpangi. Kedua korban pun sempat terkubur tanah sedalam dua meter.


Sejumlah warga sempat kesulitan melakukan penyelamatan. Sehingga, meminta operator alat berat tambang galian C untuk mengevakuasi. Tubuh keduanya berhasil dievakuasi sekitar satu jam. Warga kemudian membawa kedua korban ke Puskesmas Sarang.

Namun, karena kondisi kritis. Korban pun kemudian dilarikan ke rumah sakit di Rembang. Sayang, nyawa Masripah tak bisa diselamatkan. “Jenazah Masripah sampai di Tawangrejo sekitar 21.00 WIB,” ungkap sumber Jawa Pos Radar Kudus.

Baca Juga :  Walah… Ternyata Tersangka Provokator Blokade Orang Dekat Kades Tahunan

Sementara Sa’adah, 29, mengalami patah tulang dan masih rawat di salah satu rumah sakit swasta di Rembang. “Banyak tulang yang patah. Mungkin karena tertimbun tanah dan motornya,” imbuhnya.

Sumber Jawa Pos Radar Kudus menambahkan jika ketinggian longsor galian lebih dari sepuluh meter. Kondisi tersebut menyebabkan keduanya sempat terkubur. Sehingga, untuk evakuasi membutuhkan alat berat.” Kebetulan saat kejadian bego penambang masih beroperasi sehingga korban cepat dievakuasi,” ujarnya.

Terpisah, Kapolsek Sarang AKP Pujiono menyebutkan, insiden itu merupakan kecelakaan tunggal dengan korban Masripah, 44 dan Sa’adah, 29. ”Untuk Masripah meninggal saat di bawa ke rumah sakit dan Sa’adah patah tulang masih di rawat,” ujarnya saat dikonfirmasi, Minggu (10/4).

Pihak kepolisian hingga kemarin masih melakukan pemeriksaan dan menghimpun keterangan para saksi atas insiden memilukan tersebut. (ali/khim)

REMBANG – Masripah, 44, penjual jajanan keliling warga Desa Tawangrejo, Kecamatan Sarang, akhirnya meregang nyawa setelah terjatuh dan tertimbun longsor galian pasir kuarsa di desanya, Sabtu (9/4) sore. Tak hanya Masripah, musibah itu juga menyebabkan Sa’adah, 29 warga Desa Baturno, Kecamatan Sarang, mengalami patah tulang.

Baca Juga : Kepergok “Ngamar” saat Puasa, 3 Pasangan Tak Resmi di Rembang Diamankan

Sumber Jawa Pos Radar Kudus menyebutkan petaka bermula ketika emak-emak itu mengendarai sepeda motor beriringan melintasi jalan tambang di desanya. Tanpa mereka sadari tiba-tiba jalan tambang itu longsor dan keduanya ikut terperosok bersama sepeda motor yang mereka tumpangi. Kedua korban pun sempat terkubur tanah sedalam dua meter.

Sejumlah warga sempat kesulitan melakukan penyelamatan. Sehingga, meminta operator alat berat tambang galian C untuk mengevakuasi. Tubuh keduanya berhasil dievakuasi sekitar satu jam. Warga kemudian membawa kedua korban ke Puskesmas Sarang.

Namun, karena kondisi kritis. Korban pun kemudian dilarikan ke rumah sakit di Rembang. Sayang, nyawa Masripah tak bisa diselamatkan. “Jenazah Masripah sampai di Tawangrejo sekitar 21.00 WIB,” ungkap sumber Jawa Pos Radar Kudus.

Baca Juga :  Tunggu Surat Izin Penangkapan Ikan, Nelayan di Rembang Nganggur Dua Bulan

Sementara Sa’adah, 29, mengalami patah tulang dan masih rawat di salah satu rumah sakit swasta di Rembang. “Banyak tulang yang patah. Mungkin karena tertimbun tanah dan motornya,” imbuhnya.

Sumber Jawa Pos Radar Kudus menambahkan jika ketinggian longsor galian lebih dari sepuluh meter. Kondisi tersebut menyebabkan keduanya sempat terkubur. Sehingga, untuk evakuasi membutuhkan alat berat.” Kebetulan saat kejadian bego penambang masih beroperasi sehingga korban cepat dievakuasi,” ujarnya.

Terpisah, Kapolsek Sarang AKP Pujiono menyebutkan, insiden itu merupakan kecelakaan tunggal dengan korban Masripah, 44 dan Sa’adah, 29. ”Untuk Masripah meninggal saat di bawa ke rumah sakit dan Sa’adah patah tulang masih di rawat,” ujarnya saat dikonfirmasi, Minggu (10/4).

Pihak kepolisian hingga kemarin masih melakukan pemeriksaan dan menghimpun keterangan para saksi atas insiden memilukan tersebut. (ali/khim)

Most Read

Artikel Terbaru

/