alexametrics
26.3 C
Kudus
Saturday, May 14, 2022

Diterjang Banjir Besar, Kepala SMPN 1 Sumber: Pernah Terjadi 20 Tahun Lalu

REMBANG – Banjir di SMPN 1 Sumber pernah terjadi 20 tahun silam. Kejadian tersebut terulang Rabu (9/3). Selain tembok pagar depan dan belakang roboh, semua ruangan terendam, hingga ribuan buku perpustakaan juga tidak luput. Bahkan pembelajaran baru mulai aktif pekan depan, karena saat ini fokus kerja bakti.

Jawa Pos Radar Kudus menengok sekolah pasca banjir. Siang pukul 12.30 tampak kepala sekolah, guru dan karyawan masih sibuk kerja bakti. Bersihkan lumpur. Di ruang depan maupun dalam kecuali green house, sebab berada di ketinggian.

Beberapa kompresor tampak dinyalakan. Sesekali disemprotkan di lantai dan dinding. Ada juga peralatan lap pel dan ember. Semua barang dikeluarkan. Setelah rabu sekolah ini terendam air di semua lingkungan.


Selain tembok roboh, ruangan karawitan, lab, kepala sekolah, guru, TK, BK, perpustakaan tidak luput terkena dampak banjir bandang. Seketika Rabu lalu respon datang OPD terkait. Mulai Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Dindikpora), BPBD, Satpol PP juga ikut meninjau.

Seluruh warga SMPN 1 Sumber benar-benar kompak. Semua kerja bakti bareng-bareng. Malam hari sebagian langsung bersih. Tidak menunggu esok hari. Ada ibu-ibu dan anak-anak. Termasuk relawan dan alumni terus bergerak.

Sekolah juga mengucapkan terima kasih semua pihak yang memberi dukungan moral. Kadinas dan Kabid Pembinaan SMP, Kasi Sarpras. Camat Sumber, BPBD, MKKS SMP, SMPN 2 Kaliori atas dukungan moral yang diberikan. Atas bencana banjir pukul 15.15 yang menimpa sekolah dipinggiran Rembang tersebut.

Kepala Sekolah SMPN 1 Sumber Isti Choma Wati didampingi Wakil Kepala Sekolah mengupdate dampak banjir bandang yang menimpa sekolahnya. Rabu malam hanya bisa melihat dan menyaksikan air bah yang masuk dan tidak terkendali.

Baca Juga :  Taman Kartini Rembang Siap Dipercantik dengan Biaya Rp 40 Miliar

”Kita optimalkan hari Kamis kegiatan bersih-bersih. Melibatkan semua warga sekolah. Mulai dari kepala sekolah, guru, tata administrasi sekolah, siswa semua kita kerahkan. Mulai pukul 07.30 sampai 09.15. Karena kerja bakti melelahkan tidak bisa sampai pukul 10.00,” ujarnya kepada Jawa Pos Radar Kudus.

Jika anak-anak empat jam pelajaran, kemarin-kemarin sampai pukul 10.10. Karena fisik anak capek, bersih-bersih tidak bisa dimaksimalkan. Apalagi bapak dan ibu guru. Sejak rabu lalu sampai pukul 21.30 tidak ada istirahatnya.

”Semua ruang dimasuki. Ruang kelas 14. Sisanya ruang pembelajaran lain, ada kepala sekolah, TU, guru, perpustakaan, UKS, lab 1 dan lab 2, lab komputer, drumband, karawitan, rebana sampai dengan gudang,” bebernya.

Air banjir bandang tidak sampai merusak di ruangan. Kalau tidak ada matahari akan merusak struktur bangunan. Termasuk alat-alat yang dari kayu berisiko. Apalagi yang perpustakaan banyak buku yang dikeluarkan karena basah.

”Kita belum sempat identifikasi. Karena kita fokus pembersihan lantai, bersihkan lumpur diruang kelas dan lainnya. Kemudian mengeluarkan buku-buku yang masih basah. Karena ruang perpustakaan yang menerima muntahan air dari jalan setelah tembok jebol,” jelasnya.

Ruang perpustakaan ini berada di sebelah selatan. Sebelahnya lapangan. Air masuk dari depan. Langsung lapangan. Kondisi semacam ini pernah terjadi 20 tahun lalu. Namun paling parah terjadi di tahun 2022.

”Dinas langsung ke sini. Bagus. Sigap sekali. Pak Kadinas, Kabid pembinaan SMP, Sarpras, BPBD, Camat, Satpol PP. Hampir semua pejabat ke sekolah kami,” imbuhnya. (noe/khim)






Reporter: Wisnu Aji

REMBANG – Banjir di SMPN 1 Sumber pernah terjadi 20 tahun silam. Kejadian tersebut terulang Rabu (9/3). Selain tembok pagar depan dan belakang roboh, semua ruangan terendam, hingga ribuan buku perpustakaan juga tidak luput. Bahkan pembelajaran baru mulai aktif pekan depan, karena saat ini fokus kerja bakti.

Jawa Pos Radar Kudus menengok sekolah pasca banjir. Siang pukul 12.30 tampak kepala sekolah, guru dan karyawan masih sibuk kerja bakti. Bersihkan lumpur. Di ruang depan maupun dalam kecuali green house, sebab berada di ketinggian.

Beberapa kompresor tampak dinyalakan. Sesekali disemprotkan di lantai dan dinding. Ada juga peralatan lap pel dan ember. Semua barang dikeluarkan. Setelah rabu sekolah ini terendam air di semua lingkungan.

Selain tembok roboh, ruangan karawitan, lab, kepala sekolah, guru, TK, BK, perpustakaan tidak luput terkena dampak banjir bandang. Seketika Rabu lalu respon datang OPD terkait. Mulai Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Dindikpora), BPBD, Satpol PP juga ikut meninjau.

Seluruh warga SMPN 1 Sumber benar-benar kompak. Semua kerja bakti bareng-bareng. Malam hari sebagian langsung bersih. Tidak menunggu esok hari. Ada ibu-ibu dan anak-anak. Termasuk relawan dan alumni terus bergerak.

Sekolah juga mengucapkan terima kasih semua pihak yang memberi dukungan moral. Kadinas dan Kabid Pembinaan SMP, Kasi Sarpras. Camat Sumber, BPBD, MKKS SMP, SMPN 2 Kaliori atas dukungan moral yang diberikan. Atas bencana banjir pukul 15.15 yang menimpa sekolah dipinggiran Rembang tersebut.

Kepala Sekolah SMPN 1 Sumber Isti Choma Wati didampingi Wakil Kepala Sekolah mengupdate dampak banjir bandang yang menimpa sekolahnya. Rabu malam hanya bisa melihat dan menyaksikan air bah yang masuk dan tidak terkendali.

Baca Juga :  Dihantam Truk, CCTV Dishub Rembang Tak Berfungsi

”Kita optimalkan hari Kamis kegiatan bersih-bersih. Melibatkan semua warga sekolah. Mulai dari kepala sekolah, guru, tata administrasi sekolah, siswa semua kita kerahkan. Mulai pukul 07.30 sampai 09.15. Karena kerja bakti melelahkan tidak bisa sampai pukul 10.00,” ujarnya kepada Jawa Pos Radar Kudus.

Jika anak-anak empat jam pelajaran, kemarin-kemarin sampai pukul 10.10. Karena fisik anak capek, bersih-bersih tidak bisa dimaksimalkan. Apalagi bapak dan ibu guru. Sejak rabu lalu sampai pukul 21.30 tidak ada istirahatnya.

”Semua ruang dimasuki. Ruang kelas 14. Sisanya ruang pembelajaran lain, ada kepala sekolah, TU, guru, perpustakaan, UKS, lab 1 dan lab 2, lab komputer, drumband, karawitan, rebana sampai dengan gudang,” bebernya.

Air banjir bandang tidak sampai merusak di ruangan. Kalau tidak ada matahari akan merusak struktur bangunan. Termasuk alat-alat yang dari kayu berisiko. Apalagi yang perpustakaan banyak buku yang dikeluarkan karena basah.

”Kita belum sempat identifikasi. Karena kita fokus pembersihan lantai, bersihkan lumpur diruang kelas dan lainnya. Kemudian mengeluarkan buku-buku yang masih basah. Karena ruang perpustakaan yang menerima muntahan air dari jalan setelah tembok jebol,” jelasnya.

Ruang perpustakaan ini berada di sebelah selatan. Sebelahnya lapangan. Air masuk dari depan. Langsung lapangan. Kondisi semacam ini pernah terjadi 20 tahun lalu. Namun paling parah terjadi di tahun 2022.

”Dinas langsung ke sini. Bagus. Sigap sekali. Pak Kadinas, Kabid pembinaan SMP, Sarpras, BPBD, Camat, Satpol PP. Hampir semua pejabat ke sekolah kami,” imbuhnya. (noe/khim)






Reporter: Wisnu Aji

Most Read

Artikel Terbaru

/