alexametrics
24.3 C
Kudus
Monday, June 27, 2022

Tujuh Kecamatan di Rembang Masuk Rencana Tol Demak-Tuban, Ini Daftarnya

REMBANG – Rencana pembangunan jalan tol di Kabupaten Rembang terus dibahas. Terbaru, telah muncul tujuh kecamatan dan puluhan desa yang rencananya bakal dilalui jalan tol Demak-Tuban.

Kepala Bappeda Kabupaten Rembang Dwi Wahyuni membenarkan rencana pembangunan jalan tol Demak-Tuban tersebut dan kemudian beberapa wilayah di Rembang juga akan dilalui oleh proyek tersebut.

Ia menambahkan, rencana jalan tol Demak-Tuban mengaku sudah lama direncanakan. Terlebih tol laut Demak sudah selesai.


“Rembang memang masuk dalam kawasan yang dilalui. Tahu-tahu sudah mengerucut sampai kecamatan dan desanya. Tapi juga belum final. Karena konsultan belum ada pembicaraan lebih lanjut,” jelasnya saat di konfirmasi Jawa Pos Radar Kudus beberapa waktu lalu.

Ia menambahkan, pemilihan desa dan kecamatan yang dilewati proyek, yang menentukan dari pihak konsultan. Hal itu didasari pertimbangan-pertimbangan.

“Kala itu juga pernah ditanyakan, kenapa tidak geser ke arah selatan? Dipaparkan jawaban dan pertimbangan. Jalur selatan merupakan kawasan hutan. Alasan menghindari itu dipaparkan. Konsultan sudah mempertimbangkan itu sesar Lasem. Ada patahan- patahan,” ujarnya.

Selanjutnya, Bappeda akan membahas bersama-sama dengan pihak-pihak terkait. “Ini program nasional. Wajib disepakati. Usulan dari awal, Musrembang secara normatif. Kalau Pati meminta jalan kereta api. Disepakati dan dibahas, termasuk jalan tol,” katanya.

Adapun Tujuh Kecamatan di Kabupaten Rembang Masuk Rencana Trase Jalan Tol Demak-Tuban:

    1. Kecamatan Kaliori: Desa Meteseh, Wiroto, Sidomulyo, Banggi, Kuangsan, Gunungsari, Sendangagung.
    2. Kecamatan Sumber: Desa Bogorejo, Kedungasem, Tlogotunggal.
    3. Kecamatan Sulang: Desa Karangsari, Kebonagung, Kerep, Landoh, Pedak, Pragu, Seren.
    4. Kecamatan Rembang: Desa Kedungrejo, Kumendung, Sridadi, Turusgede.
    5. Kecamatan Pamotan: Desa Bangunrejo, Gegersimo, Japerejo, Kepohagung, Ketangi, Pamotan, Ringin, Samaran, Segoromulyo, Sendangagung, Sidorejo, Sumbangrejo, Tempaling.
    6. Kecamatan Sedan: Desa Karangasem, Karas, Ngulahan, Pacing, Sedan, Sidomulyo, Sidorejo.
    7. Kecamatan Sarang: Desa Banjor, Gilis, Jambangan,Lodan Wetan, Pelang, Sampung.
Baca Juga :  Rumah BUMN Semen Gresik Benchmarking ke RB Jogjakarta

Terpisah, Bupati Rembang Abdul Hafidz menyampaikan proyek itu sudah tertuang dalam rencana kerja (Renja) dari pemerintah pusat. Mulai tahun 2035 sampai dengan 2039. Namun, saat ini sudah masuk dalam perpres 79 tahun 2019. Sehingga akan ada kemungkinan pelaksanaan proyek ini bisa dimajukan.

Hafidz menilai saat ini masih belum ada gambaran terkait proyek pembangunan jalan yang akan dimulai dari Demak sampai Tuban itu. Sebab, dari hasil survei lapangan, kata Hafidz, masih belum detail. Sehingga pihaknya masih belum bisa memberikan informasi pasti terkait hal itu.

”Kami pun belum bisa memberikan kepastian. Kapan dimulai, detailnya seperti apa,” ujarnya.

Di sisi lain, Pemkab Rembang juga sedang merencanakan pembangunan jalan lingkar. Bupati menegaskan proyek jalan tol dan lingkar akan berbeda fungsi. Menurutnya, Jalan Lingkar akan ditujukan untuk mengurai kemacetan, pelebaran kota, dan pertumbuhan ekonomi. (noe/khim)






Reporter: Wisnu Aji

REMBANG – Rencana pembangunan jalan tol di Kabupaten Rembang terus dibahas. Terbaru, telah muncul tujuh kecamatan dan puluhan desa yang rencananya bakal dilalui jalan tol Demak-Tuban.

Kepala Bappeda Kabupaten Rembang Dwi Wahyuni membenarkan rencana pembangunan jalan tol Demak-Tuban tersebut dan kemudian beberapa wilayah di Rembang juga akan dilalui oleh proyek tersebut.

Ia menambahkan, rencana jalan tol Demak-Tuban mengaku sudah lama direncanakan. Terlebih tol laut Demak sudah selesai.

“Rembang memang masuk dalam kawasan yang dilalui. Tahu-tahu sudah mengerucut sampai kecamatan dan desanya. Tapi juga belum final. Karena konsultan belum ada pembicaraan lebih lanjut,” jelasnya saat di konfirmasi Jawa Pos Radar Kudus beberapa waktu lalu.

Ia menambahkan, pemilihan desa dan kecamatan yang dilewati proyek, yang menentukan dari pihak konsultan. Hal itu didasari pertimbangan-pertimbangan.

“Kala itu juga pernah ditanyakan, kenapa tidak geser ke arah selatan? Dipaparkan jawaban dan pertimbangan. Jalur selatan merupakan kawasan hutan. Alasan menghindari itu dipaparkan. Konsultan sudah mempertimbangkan itu sesar Lasem. Ada patahan- patahan,” ujarnya.

Selanjutnya, Bappeda akan membahas bersama-sama dengan pihak-pihak terkait. “Ini program nasional. Wajib disepakati. Usulan dari awal, Musrembang secara normatif. Kalau Pati meminta jalan kereta api. Disepakati dan dibahas, termasuk jalan tol,” katanya.

Adapun Tujuh Kecamatan di Kabupaten Rembang Masuk Rencana Trase Jalan Tol Demak-Tuban:

    1. Kecamatan Kaliori: Desa Meteseh, Wiroto, Sidomulyo, Banggi, Kuangsan, Gunungsari, Sendangagung.
    2. Kecamatan Sumber: Desa Bogorejo, Kedungasem, Tlogotunggal.
    3. Kecamatan Sulang: Desa Karangsari, Kebonagung, Kerep, Landoh, Pedak, Pragu, Seren.
    4. Kecamatan Rembang: Desa Kedungrejo, Kumendung, Sridadi, Turusgede.
    5. Kecamatan Pamotan: Desa Bangunrejo, Gegersimo, Japerejo, Kepohagung, Ketangi, Pamotan, Ringin, Samaran, Segoromulyo, Sendangagung, Sidorejo, Sumbangrejo, Tempaling.
    6. Kecamatan Sedan: Desa Karangasem, Karas, Ngulahan, Pacing, Sedan, Sidomulyo, Sidorejo.
    7. Kecamatan Sarang: Desa Banjor, Gilis, Jambangan,Lodan Wetan, Pelang, Sampung.
Baca Juga :  650 Aset Tanah Pemkab Rembang Belum Bersertifikat, DPKP: Target Tahun Ini

Terpisah, Bupati Rembang Abdul Hafidz menyampaikan proyek itu sudah tertuang dalam rencana kerja (Renja) dari pemerintah pusat. Mulai tahun 2035 sampai dengan 2039. Namun, saat ini sudah masuk dalam perpres 79 tahun 2019. Sehingga akan ada kemungkinan pelaksanaan proyek ini bisa dimajukan.

Hafidz menilai saat ini masih belum ada gambaran terkait proyek pembangunan jalan yang akan dimulai dari Demak sampai Tuban itu. Sebab, dari hasil survei lapangan, kata Hafidz, masih belum detail. Sehingga pihaknya masih belum bisa memberikan informasi pasti terkait hal itu.

”Kami pun belum bisa memberikan kepastian. Kapan dimulai, detailnya seperti apa,” ujarnya.

Di sisi lain, Pemkab Rembang juga sedang merencanakan pembangunan jalan lingkar. Bupati menegaskan proyek jalan tol dan lingkar akan berbeda fungsi. Menurutnya, Jalan Lingkar akan ditujukan untuk mengurai kemacetan, pelebaran kota, dan pertumbuhan ekonomi. (noe/khim)






Reporter: Wisnu Aji

Most Read

Artikel Terbaru

/