alexametrics
23.8 C
Kudus
Friday, May 27, 2022

Inovatif, Peternak di Rembang Sulap Kotoran Sapi Jadi Biogas

REMBANG – Keberadaan biogas dari kotoran sapi memberikan manfaat warga Desa Meteseh, Kecamatan Kaliori. Saat ini setidaknya sudah ada sepuluh KK yang merasakan manfaat itu.

Biogas ini diproduksi dari Kelompok Ternak desa setempat. Lokasinya berada di belakang Balai Desa Meteseh. Terdapat kandang sapi. Total ada sekitar 44 ekor. Setiap ekor setiap harinya bisa memproduksi kotoran sekitar 25 kilogram.

Kotoran tersebut lalu dimasukkan dalam penampungan yang ditanam di tanah. Kedalaman sekitar tiga meter. Kemudian diberi air. Sehingga bisa terproses menjadi biogas.


Dari tempat penyimpanan itu kemudian disalurkan ke rumah-rumah warga. Saat ini sudah ada sekitar 10 KK yang menggunakan biogas tersebut.

Ketua Kelompok Tani Desa Meteseh Sukamto menyampaikan, untuk sementara pemanfaatan biogas ini digratiskan bagi warga.”Sekitar 44 ternak. Tinggal mengalikan. Awalnya membuat tabung itu dari pusat. Bantuan. Ini masyarakat tinggal perawatan,” ujarnya.

Baca Juga :  Bupati Rembang Berharap Raperda Miras Digarap Serius

Pihaknya berharap ada bantuan untuk peningkatan, agar keberadaan biogas bisa dimanfaatkan oleh warga lainnya.

Dari tempat warga tersebut kemudian disalurkan menggunakan pipa air sepanjang sekitar 50 meter. Agar bisa sampai di rumah-rumah warga.

Salah satu warga yang memakai fasilitas ini adalah Zulaikah. Dari pipa tadi bisa langsung disalurkan ke kompor dapur. Dan dapat digunakan.  Api yang dihasilkan sama sebagaimana gas LPG. Berwarna biru.

“Ya lebih irit ini kan gratis. Kualitasnya juga sama,” ujarnya. (khim)

 

REMBANG – Keberadaan biogas dari kotoran sapi memberikan manfaat warga Desa Meteseh, Kecamatan Kaliori. Saat ini setidaknya sudah ada sepuluh KK yang merasakan manfaat itu.

Biogas ini diproduksi dari Kelompok Ternak desa setempat. Lokasinya berada di belakang Balai Desa Meteseh. Terdapat kandang sapi. Total ada sekitar 44 ekor. Setiap ekor setiap harinya bisa memproduksi kotoran sekitar 25 kilogram.

Kotoran tersebut lalu dimasukkan dalam penampungan yang ditanam di tanah. Kedalaman sekitar tiga meter. Kemudian diberi air. Sehingga bisa terproses menjadi biogas.

Dari tempat penyimpanan itu kemudian disalurkan ke rumah-rumah warga. Saat ini sudah ada sekitar 10 KK yang menggunakan biogas tersebut.

Ketua Kelompok Tani Desa Meteseh Sukamto menyampaikan, untuk sementara pemanfaatan biogas ini digratiskan bagi warga.”Sekitar 44 ternak. Tinggal mengalikan. Awalnya membuat tabung itu dari pusat. Bantuan. Ini masyarakat tinggal perawatan,” ujarnya.

Baca Juga :  Terdakwa Kasus Pembunuhan Sekeluarga di Rembang bakal Dipindah Lapas

Pihaknya berharap ada bantuan untuk peningkatan, agar keberadaan biogas bisa dimanfaatkan oleh warga lainnya.

Dari tempat warga tersebut kemudian disalurkan menggunakan pipa air sepanjang sekitar 50 meter. Agar bisa sampai di rumah-rumah warga.

Salah satu warga yang memakai fasilitas ini adalah Zulaikah. Dari pipa tadi bisa langsung disalurkan ke kompor dapur. Dan dapat digunakan.  Api yang dihasilkan sama sebagaimana gas LPG. Berwarna biru.

“Ya lebih irit ini kan gratis. Kualitasnya juga sama,” ujarnya. (khim)

 

Most Read

Artikel Terbaru

/