alexametrics
24.1 C
Kudus
Wednesday, July 6, 2022

Pembangunan RSI Arafah Rembang, Gus Yahya Hadiri Peletakan Batu Pertama

REMBANG – Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) menghadiri peletakan batu pertama pendirian masjid Asy-syifa dan pembangunan ruang perawatan intensif (gedung ICU) RSI Arafah Rembang pada Rabu (9/2) kemarin. Gus Yahya datang bersama ibunda Muhsinah Cholil sekaligus pengurus RSI Arafah YKMNU Rembang.

Dalam kesempatan itu hadir pula Bupati Rembang Abdul Hafidz. Kemudian Ketua Wakil Ketua DPRD Rembang Bisri Cholil Laqouf (Gus Gipul) dan Wakil Bupati Rembang, H. Mochammad Hanies Cholil Barro’.

Secara simbolis para tokoh dan tersebut melakukan peletakan batu pertama. Bersama Direktur RSI Arafah dan pengurus dan pengelola, PW Muslimat NU Jateng, KH Chazim Mabrur, KH Ahmad Ridwan.


Gus Yahya Ketua Umum PBNU menyampaikan salam kepada kiai dan nyai, serta pimpinan daerah. Serta pimpinan NU, muslimat.

”Judulnya sambutan dan pengarahan Ketua umum PBNU. Tapi hakikatnya sebetulnya ibu pamer anak. Kalau Menteri Agamanya katanya kurang sehat, alasan saja. Sebetulnya karena sungkan karo kangane itu saja,” ungkapnya saat membuka acara disambut tepuk tangan gemuruh tamu undangan.

Dalam kesempatan itu Gus Yahya bicara jika pendirian RS pada dasarnya untuk bisnis. Sehingga relatif mahal. Normalnya dimana-mana bertumpu modal. Kalau tidak cukup tidak berani buka. “Tapi, RSI Arafah lain. RSI Arafah mengandalkan tirakat,” ujarnya.

Menurutnya, butuh 12-13 tahun sejak mulai bergerak. Dari gagasan rumah sakit hingga betul-betul berdiri bangunan. Itu semua berkat mengandalkan tirakat ibunda dan teman-temannya.

“Tirakat serupa banyak di NU. Di berbagai tempat lain RS-RS yang diinisiasi para aktivis NU yang juga mengandalkan tirakat seperti RSI Arafah,” ungkapnya.

Baca Juga :  Penggalian Benda Purbakala di Lasem Diduga untuk Cari Harta Karun

Dari tirakat serupa NU juga punya beberapa RS yang cukup besar dan berhasil. “Seperti di Surabaya, salah satu contohnya. Insya allah sedang direncanakan membangun beberapa lagi. Bukan hanya RS bagus tetapi sedang berpikir bangun RS jadi pusat keunggulan medis yang spesial. Misalnya seperti di Jakarta ada RS Jantung Harapan Kita. ” ungkapnya.

Menurut Gus Yahya motivasi mendirikan RS itu semua karena ingin NU lebih terpandang di mata masyarakat. Jadi tidak lebih dan kurang kecintaan kepada NU.

“Alhamdulilah karena niat dan tirakat bisa dirasakan sekarang. Di mana-mana NU semakin mendapatkan apresiasi dari masyarakat karena inisiatif-inisiatif semacam itu. Ada yang ingin mendirikan RS, perguruan tinggi, sekolah-sekolah dan lain sebagainya. Insya allah keinginan saya pribadi niat yang sholihah. Mudah-mudahan sungguh disediakan balasan untuk barokah di dunia dan pahala besar di akhirat nanti. Khusus untuk ibu barokah di dunia sudah kelihatan,” ungkapnya

Dalam kesempatan itu pula Gus Yahya menyampaikan terima kasih semua pihak yang bersedia membantu RS Arafah. Termasuk Bupati Rembang Abdul Hafidz. Selain juga adiknya sekaligus Menteri Agama Yaqut Cholil Qumas dan PBNU.

”Ada banyak RS yang dimiliki atau didirikan atas nama NU dengan keadaan belum merata. Ada yang sudah bagus-bagus, jalan, menjadi bisnis sangat sehat. Seperti RS NU di Surabaya mendapatkan laporan keuntungan tahun kemarin tahun 2021 sudah mencapai Rp 100 miliar. Jadi YKM siap-siap kalau sudah bagus akan untung besar juga Insya allah. Sudah berani memodali tirakat, mudah-mudahan bisa berkembang menjadi bisnis kesehatan yang baik,” imbuhnya. (noe/ali)






Reporter: Wisnu Aji

REMBANG – Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) menghadiri peletakan batu pertama pendirian masjid Asy-syifa dan pembangunan ruang perawatan intensif (gedung ICU) RSI Arafah Rembang pada Rabu (9/2) kemarin. Gus Yahya datang bersama ibunda Muhsinah Cholil sekaligus pengurus RSI Arafah YKMNU Rembang.

Dalam kesempatan itu hadir pula Bupati Rembang Abdul Hafidz. Kemudian Ketua Wakil Ketua DPRD Rembang Bisri Cholil Laqouf (Gus Gipul) dan Wakil Bupati Rembang, H. Mochammad Hanies Cholil Barro’.

Secara simbolis para tokoh dan tersebut melakukan peletakan batu pertama. Bersama Direktur RSI Arafah dan pengurus dan pengelola, PW Muslimat NU Jateng, KH Chazim Mabrur, KH Ahmad Ridwan.

Gus Yahya Ketua Umum PBNU menyampaikan salam kepada kiai dan nyai, serta pimpinan daerah. Serta pimpinan NU, muslimat.

”Judulnya sambutan dan pengarahan Ketua umum PBNU. Tapi hakikatnya sebetulnya ibu pamer anak. Kalau Menteri Agamanya katanya kurang sehat, alasan saja. Sebetulnya karena sungkan karo kangane itu saja,” ungkapnya saat membuka acara disambut tepuk tangan gemuruh tamu undangan.

Dalam kesempatan itu Gus Yahya bicara jika pendirian RS pada dasarnya untuk bisnis. Sehingga relatif mahal. Normalnya dimana-mana bertumpu modal. Kalau tidak cukup tidak berani buka. “Tapi, RSI Arafah lain. RSI Arafah mengandalkan tirakat,” ujarnya.

Menurutnya, butuh 12-13 tahun sejak mulai bergerak. Dari gagasan rumah sakit hingga betul-betul berdiri bangunan. Itu semua berkat mengandalkan tirakat ibunda dan teman-temannya.

“Tirakat serupa banyak di NU. Di berbagai tempat lain RS-RS yang diinisiasi para aktivis NU yang juga mengandalkan tirakat seperti RSI Arafah,” ungkapnya.

Baca Juga :  Tak Kunjung Diperbaiki, Jalan Rusak di Rembang Renggut 3 Nyawa

Dari tirakat serupa NU juga punya beberapa RS yang cukup besar dan berhasil. “Seperti di Surabaya, salah satu contohnya. Insya allah sedang direncanakan membangun beberapa lagi. Bukan hanya RS bagus tetapi sedang berpikir bangun RS jadi pusat keunggulan medis yang spesial. Misalnya seperti di Jakarta ada RS Jantung Harapan Kita. ” ungkapnya.

Menurut Gus Yahya motivasi mendirikan RS itu semua karena ingin NU lebih terpandang di mata masyarakat. Jadi tidak lebih dan kurang kecintaan kepada NU.

“Alhamdulilah karena niat dan tirakat bisa dirasakan sekarang. Di mana-mana NU semakin mendapatkan apresiasi dari masyarakat karena inisiatif-inisiatif semacam itu. Ada yang ingin mendirikan RS, perguruan tinggi, sekolah-sekolah dan lain sebagainya. Insya allah keinginan saya pribadi niat yang sholihah. Mudah-mudahan sungguh disediakan balasan untuk barokah di dunia dan pahala besar di akhirat nanti. Khusus untuk ibu barokah di dunia sudah kelihatan,” ungkapnya

Dalam kesempatan itu pula Gus Yahya menyampaikan terima kasih semua pihak yang bersedia membantu RS Arafah. Termasuk Bupati Rembang Abdul Hafidz. Selain juga adiknya sekaligus Menteri Agama Yaqut Cholil Qumas dan PBNU.

”Ada banyak RS yang dimiliki atau didirikan atas nama NU dengan keadaan belum merata. Ada yang sudah bagus-bagus, jalan, menjadi bisnis sangat sehat. Seperti RS NU di Surabaya mendapatkan laporan keuntungan tahun kemarin tahun 2021 sudah mencapai Rp 100 miliar. Jadi YKM siap-siap kalau sudah bagus akan untung besar juga Insya allah. Sudah berani memodali tirakat, mudah-mudahan bisa berkembang menjadi bisnis kesehatan yang baik,” imbuhnya. (noe/ali)






Reporter: Wisnu Aji

Most Read

Artikel Terbaru

/