alexametrics
32 C
Kudus
Tuesday, August 2, 2022

Bhante Ratanavana Diganjar Sebagai Pahlawan Kemanusiaan di Rembang

GROBOGAN – Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Rembang menyerahkan penghargaan kepada para Donor Darah Sukarelawan (DDS) 50 dan 75 kali. Di antaranya, Bhante Priyono Piyadhiro Thera yang bertugas di Wihara Ratanavana Arama Lasem. Ia diapresiasi karena dedikasinya atas pergerakan kemanusiaan, lantaran telah donor sebanyak 54 kali.

Melalui penyerahan penghargaan dan temu donor darah sukarela itu, PMI berharap memiliki pendonor setia. Ketua PMI Kabupaten Rembang Bayu Andriyanto menyampaikan PMI Rembang memberikan apresiasi dan penghargaan. Bagi pendonor setia yang sudah mengabdi dan ikhlas donor darah.

”Butuh inisiatif dari PMI untuk memberikan apresiasi. Karena pengabdian dari bapak dan ibu memberikan darahnya. Keikhlasan ini memberikan manfaat. Saya yakin Insya’allah menjadi ladang amal yang telah memberikan pengabdian,” ungkapnya.


Penghargaan diberikan pendonor muda dan tua. Paling muda usia 38 tahun sudah 75 kali. Kemudian umur 80-an tahun. Terlebih di era sekarang kebutuhan darah semakin tinggi.

”Tidak hanya yang ikut temu donor darah sukarela. Tetapi di luar sana semakin orang peduli tentang artinya sehat, pengabdian,” ujarnya.

Baca Juga :  Disdagperin Pati Gandeng PMI Gelar Donor Darah, Ini Jadwalnya

Tidak berhenti penyerahan penghargaan dan temu donor darah sukarela. PMI akhir tahun  ini targetkan agenda percepatan vaksinasi. Termasuk kegiatan sosial. Selain merapikan banyak hal, serta mendorong siapa yang menjadi ketua PMI ke depan.

Sementara itu Sukarno pendonor usia tua, warga Kalipang, Sarang, masih bersemangat berdonor. Di usia senjanya ia sudah 81 kali donor. Tepatnya sejak tahun 1980. “Kala itu ada kampanye salah satu partai mengadakan donor darah di Puskesmas Kragan,” ungkapnya.

Ia mengaku sempat vakum tiga tahun. Lalu di ulang ada donor lagi mulai 1994 sampai sekarang,” pengakuanya.

Pendonor usia muda, Fatkusahani warga Lasem mengaku donor baginya adalah ladang amal. Karena jika materi kadang masih berpikir eman-eman. Namun untuk darah tidak merasa mengeluarkan apa-apa, di samping itu jika tidak donor badan tidak enak.

”Sejak 2000. Saya kadang datang langsung ke kantor PMI atau mencari saat ada kegiatan donor darah jika tidak ada kegiatan di luar. Yang saya cari bukan penghargaannya, tapi bisa menolong,” imbuhnya. (noe/ali)






Reporter: Wisnu Aji

GROBOGAN – Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Rembang menyerahkan penghargaan kepada para Donor Darah Sukarelawan (DDS) 50 dan 75 kali. Di antaranya, Bhante Priyono Piyadhiro Thera yang bertugas di Wihara Ratanavana Arama Lasem. Ia diapresiasi karena dedikasinya atas pergerakan kemanusiaan, lantaran telah donor sebanyak 54 kali.

Melalui penyerahan penghargaan dan temu donor darah sukarela itu, PMI berharap memiliki pendonor setia. Ketua PMI Kabupaten Rembang Bayu Andriyanto menyampaikan PMI Rembang memberikan apresiasi dan penghargaan. Bagi pendonor setia yang sudah mengabdi dan ikhlas donor darah.

”Butuh inisiatif dari PMI untuk memberikan apresiasi. Karena pengabdian dari bapak dan ibu memberikan darahnya. Keikhlasan ini memberikan manfaat. Saya yakin Insya’allah menjadi ladang amal yang telah memberikan pengabdian,” ungkapnya.

Penghargaan diberikan pendonor muda dan tua. Paling muda usia 38 tahun sudah 75 kali. Kemudian umur 80-an tahun. Terlebih di era sekarang kebutuhan darah semakin tinggi.

”Tidak hanya yang ikut temu donor darah sukarela. Tetapi di luar sana semakin orang peduli tentang artinya sehat, pengabdian,” ujarnya.

Baca Juga :  Korupsi Pembangunan Jalan Lodan-Kalipang, Eks Kepala DPU Rembang Dijebloskan ke Penjara

Tidak berhenti penyerahan penghargaan dan temu donor darah sukarela. PMI akhir tahun  ini targetkan agenda percepatan vaksinasi. Termasuk kegiatan sosial. Selain merapikan banyak hal, serta mendorong siapa yang menjadi ketua PMI ke depan.

Sementara itu Sukarno pendonor usia tua, warga Kalipang, Sarang, masih bersemangat berdonor. Di usia senjanya ia sudah 81 kali donor. Tepatnya sejak tahun 1980. “Kala itu ada kampanye salah satu partai mengadakan donor darah di Puskesmas Kragan,” ungkapnya.

Ia mengaku sempat vakum tiga tahun. Lalu di ulang ada donor lagi mulai 1994 sampai sekarang,” pengakuanya.

Pendonor usia muda, Fatkusahani warga Lasem mengaku donor baginya adalah ladang amal. Karena jika materi kadang masih berpikir eman-eman. Namun untuk darah tidak merasa mengeluarkan apa-apa, di samping itu jika tidak donor badan tidak enak.

”Sejak 2000. Saya kadang datang langsung ke kantor PMI atau mencari saat ada kegiatan donor darah jika tidak ada kegiatan di luar. Yang saya cari bukan penghargaannya, tapi bisa menolong,” imbuhnya. (noe/ali)






Reporter: Wisnu Aji

Most Read

Artikel Terbaru

/