alexametrics
25 C
Kudus
Wednesday, June 29, 2022

Sukseskan Program Gaspol-12, Dindikpora Rembang Gandeng 200 Mahasiswa FABs

REMBANG – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Rembang akan menerjunkan para mahasiswa penerima beasiswa untuk melancarkan program Gerakan Ayo Sekolah Pol 12 Tahun (Gaspol-12). Nantinya, Mereka akan diturunkan langsung pada 130 Desa di Kabupaten Rembang.

Dari Data Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dindikpora) Rembang saat ini, anggota FABs sejumlah 200 mahasiswa bakal diturunkan ke 130 Desa. Tersebar di lima kecamatan yang dinilai sebagai zona merah kemiskinan.

Yakni Kecamatan Sarang, Kragan, Pancur, Pamotan dan Sumber. Para mahasiswa itu diminta membantu Pemkab Rembang dalam program Gaspol-12.


Wakil Bupati Rembang Muhammad Hanies Cholil Barro menyampaikan, para penerima beasiswa dari Pemkab Rembang telah diwadahi dalam organisasi bernama Forum Anak Beasiswa Rembang (FABs), yang akan terus menjalin komunikasi dengan Pemkab Rembang.

Dia menambahkan, program itu diperuntukkan bagi siswa berprestasi dari kalangan menengah ke bawah. Nantinya, pihaknya juga mewacanakan akan ada program untuk beasiswa S2. “Program beasiswa ini sudah berjalan sejak 2017. Komitmen kami jelas, kami akan menjalankan program beasiswa ini terus, bahkan jika memungkinkan tahun depan kita ada beasiswa S2,” ujarnya. Besaran beasiswa yang diterima sekitar Rp 5,3 Juta per Semester.

Baca Juga :  Tindaklanjuti Surat Edaran, PTM di Rembang kembali Digelar 100 Persen

Diberitakan sebelumnya, United Nations Children’s Fund (UNICEF) mencatat ada 12 ribu lebih anak tidak sekolah di Rembang. Data ini dinilai ada masalah dalam pemerataan akses pendidikan. Beberapa waktu lalu di-launching program Gas Pol-12. Berbagai pihak yang terlibat, ada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Rembang, UNICEF, dan juga menggandeng perguruan tinggi.

Dari Bappeda Rembang, diketahui Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di Rembang pada 2020 berada di angka 70,02. Selain itu, dari data UNICEF 2020, terdapat anak tidak sekolah di Rembang ada lebih dari 12.252 anak.

Pemkab Rembang bersama Pemprov Jateng, Unicef dan LPPM Institut Teknologi Dan Bisnis (ITB) Semarang menandatangani MoU untuk menangani bagi Anak Tidak Sekolah (ATS) di Rembang melalui program GAS Pol 12. (vah/ali)

REMBANG – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Rembang akan menerjunkan para mahasiswa penerima beasiswa untuk melancarkan program Gerakan Ayo Sekolah Pol 12 Tahun (Gaspol-12). Nantinya, Mereka akan diturunkan langsung pada 130 Desa di Kabupaten Rembang.

Dari Data Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dindikpora) Rembang saat ini, anggota FABs sejumlah 200 mahasiswa bakal diturunkan ke 130 Desa. Tersebar di lima kecamatan yang dinilai sebagai zona merah kemiskinan.

Yakni Kecamatan Sarang, Kragan, Pancur, Pamotan dan Sumber. Para mahasiswa itu diminta membantu Pemkab Rembang dalam program Gaspol-12.

Wakil Bupati Rembang Muhammad Hanies Cholil Barro menyampaikan, para penerima beasiswa dari Pemkab Rembang telah diwadahi dalam organisasi bernama Forum Anak Beasiswa Rembang (FABs), yang akan terus menjalin komunikasi dengan Pemkab Rembang.

Dia menambahkan, program itu diperuntukkan bagi siswa berprestasi dari kalangan menengah ke bawah. Nantinya, pihaknya juga mewacanakan akan ada program untuk beasiswa S2. “Program beasiswa ini sudah berjalan sejak 2017. Komitmen kami jelas, kami akan menjalankan program beasiswa ini terus, bahkan jika memungkinkan tahun depan kita ada beasiswa S2,” ujarnya. Besaran beasiswa yang diterima sekitar Rp 5,3 Juta per Semester.

Baca Juga :  Sah! Pemkab Rembang Tetapkan 32 Bangunan Masuk Kawasan Kota Kuno Lasem

Diberitakan sebelumnya, United Nations Children’s Fund (UNICEF) mencatat ada 12 ribu lebih anak tidak sekolah di Rembang. Data ini dinilai ada masalah dalam pemerataan akses pendidikan. Beberapa waktu lalu di-launching program Gas Pol-12. Berbagai pihak yang terlibat, ada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Rembang, UNICEF, dan juga menggandeng perguruan tinggi.

Dari Bappeda Rembang, diketahui Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di Rembang pada 2020 berada di angka 70,02. Selain itu, dari data UNICEF 2020, terdapat anak tidak sekolah di Rembang ada lebih dari 12.252 anak.

Pemkab Rembang bersama Pemprov Jateng, Unicef dan LPPM Institut Teknologi Dan Bisnis (ITB) Semarang menandatangani MoU untuk menangani bagi Anak Tidak Sekolah (ATS) di Rembang melalui program GAS Pol 12. (vah/ali)

Most Read

Artikel Terbaru

/