alexametrics
31.5 C
Kudus
Saturday, July 2, 2022

Kejar Deadline, Proyek Mal Publik Rembang Tambah Tenaga

REMBANG – Proyek penataan Mal Pelayanan Publik (MPP) di bekas gedung PGRI Kabupaten Rembang ditargetkan rampung sesuai deadline. Hingga kemarin pekerjaan masih sebatas pembongkaran gedung. Selain itu, melakukan penambahan tenaga untuk memasang atap.

Info yang dihimpun Jawa Pos Radar Kudus Penataan gedung MPP masuk di Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPKP) Kabupaten Rembang: Nomor kontrak: 00014/K-KT/03.01.01.0001/7/2021, dengan anggaran Rp 3.6 miliar.  Sesuai surat perjanjian kerja (SPK) proyek sudah berjalan 47 hari dari deadline 150 hari, mulai 23 Juli-19 Desember 2021. Penyedia jasa dari CV Arya Guna Wijaya dan Konsultan pengawasnya CV multiline.

Namun hingga kemarin Pejabat Pembuat Komitmen (PPKom) yang juga Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman (DPKP) Kabupaten Rembang mengaku belum mendapat laporan progres pekerjaan pada pekan ini.


Dari pantauan koran ini,  hingga kemarin masih pembongkaran gedung masih berlangsung. Pekerja tampak fokus di bagian lantai dua yang digunakan pelayanan dan pemasangan atap. ”Pekerjaan  memang butuh waktu. Sebab tidak semua yang di bangun dan bongkar,” kata Kepala DPKP Kabupaten Rembang Joestiennarni kepada Jawa Pos Radar Kudus.

Baca Juga :  Semen Gresik Inisiasi Program Sahabat Petani SG

Menurutnya pekerjaan bagian belakang sebelah utara sudah selesai dibongkar. Kecuali musala tetap. Lainnya dibongkar untuk parkir kendaraan roda dua dan empat. Soal percepatan, pihaknya sudah meminta tenaga untuk ditambah.

”Bongkar atas itu lama. Untuk yang masih terpakai langsung ditangani bidang aset. Seperti  genting dan sebagainya. ” katanya.

Selanjutnya, soal total tenaga kerja dan proses pemasangan kerangka baja baru proses. Sehingga target belum bisa dipaparkan secara detail. Selain itu, sempat ada beberapa koreksi dan sesuai.

Joe menambahkan gedung MPP nantinya akan dioptimalkan pada bagian depan dua lantai. Kemudian lantai bawah digunakan parkir motor dan mobil. “Untuk lantai dua digunakan pelayanan. Karena kurang luas diperlebar bagian belakang yang utara,” jelasnya.






Reporter: Wisnu Aji

REMBANG – Proyek penataan Mal Pelayanan Publik (MPP) di bekas gedung PGRI Kabupaten Rembang ditargetkan rampung sesuai deadline. Hingga kemarin pekerjaan masih sebatas pembongkaran gedung. Selain itu, melakukan penambahan tenaga untuk memasang atap.

Info yang dihimpun Jawa Pos Radar Kudus Penataan gedung MPP masuk di Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPKP) Kabupaten Rembang: Nomor kontrak: 00014/K-KT/03.01.01.0001/7/2021, dengan anggaran Rp 3.6 miliar.  Sesuai surat perjanjian kerja (SPK) proyek sudah berjalan 47 hari dari deadline 150 hari, mulai 23 Juli-19 Desember 2021. Penyedia jasa dari CV Arya Guna Wijaya dan Konsultan pengawasnya CV multiline.

Namun hingga kemarin Pejabat Pembuat Komitmen (PPKom) yang juga Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman (DPKP) Kabupaten Rembang mengaku belum mendapat laporan progres pekerjaan pada pekan ini.

Dari pantauan koran ini,  hingga kemarin masih pembongkaran gedung masih berlangsung. Pekerja tampak fokus di bagian lantai dua yang digunakan pelayanan dan pemasangan atap. ”Pekerjaan  memang butuh waktu. Sebab tidak semua yang di bangun dan bongkar,” kata Kepala DPKP Kabupaten Rembang Joestiennarni kepada Jawa Pos Radar Kudus.

Baca Juga :  Wow, Siswa SMPN 3 Rembang Bikin Buku Budaya Lokal

Menurutnya pekerjaan bagian belakang sebelah utara sudah selesai dibongkar. Kecuali musala tetap. Lainnya dibongkar untuk parkir kendaraan roda dua dan empat. Soal percepatan, pihaknya sudah meminta tenaga untuk ditambah.

”Bongkar atas itu lama. Untuk yang masih terpakai langsung ditangani bidang aset. Seperti  genting dan sebagainya. ” katanya.

Selanjutnya, soal total tenaga kerja dan proses pemasangan kerangka baja baru proses. Sehingga target belum bisa dipaparkan secara detail. Selain itu, sempat ada beberapa koreksi dan sesuai.

Joe menambahkan gedung MPP nantinya akan dioptimalkan pada bagian depan dua lantai. Kemudian lantai bawah digunakan parkir motor dan mobil. “Untuk lantai dua digunakan pelayanan. Karena kurang luas diperlebar bagian belakang yang utara,” jelasnya.






Reporter: Wisnu Aji

Most Read

Artikel Terbaru

/