alexametrics
24.6 C
Kudus
Tuesday, July 5, 2022

Diguyur Hujan Lebat, Terminal dan Sekolah di Lasem Terendam Banjir

REMBANG – Hujan lebat di wilayah Kecamatan Lasem tidak hanya menggenangi SD Wijaya Lasem hingga gapura Karangturi. Fasilitas terminal dan sekolah juga ikut tergenang selama dua hari.

Petugas kebersihan Terminal Lasem, Damuri menyampaikan areal terminal bagian dalam masih tergenang sampai kemarin. Pemicu air dari drainase jalan pantura sampai ke barat buntu dan tersumbat.

”Mulai dua tahunan banjir. Ketinggian sekitar 40 cm. Air masuk ruangan warung di areal terminal Lasem,” jelasnya kepada Jawa Pos Radar Kudus.


Ia menyebutkan hujan di Lasem cukup lama. Mulai pukul 12.00 sampai sore hari. Di areal terminal terjadi limpahan air merata. Air sempat masuk pos di bagian pojok barat. “Air masuk pukul 03.00 dini hari,” ujarnya.

Hingga pukul 09.00 pagi sudah mulai surut. Sekitar di atas mata kaki orang dewasa. Sementara di areal terminal ada sekitar 30-an ruko. Didominasi warung makan, termasuk ada perkantoran.

Baca Juga :  Tes CPNS PPPK di Rembang Digelar Tiga Hari

Tidak hanya terminal.  Genangan air juga sempat terjadi di sekolahan. Tepatnya terjadi di SMPN 1 Lasem Minggu lalu. Kebetulan di sekolah sedang ada proyek. Bersumber APBD. Satu sanitasi air dan menaikan lapangan basket.

Bagian belakang banyak material. Itu menghalangi jalanya air. Lapangan basket dekat musala, sehingga penuh air. Bahkan lab bahasa. Termasuk gudang olahraga, karawitan dan bank sampah. Sore harinya sudah turun dibawah teras.

”Pagi sudah bersih. Memang Minggu tergenang. Dari dulu saya matur pak lurah, camat, pak bupati. Selokan desa Gedongmulyo yang menempel tembok sekolah bagian belakang lebih tinggi dari selokan saya. Jadi belakang sekolah sama banjir. Karena selokan lebih sempit,” kata kepala sekolah SMPN 1 Lasem, Estu Budi Winarni. (ali)

 

 






Reporter: Wisnu Aji

REMBANG – Hujan lebat di wilayah Kecamatan Lasem tidak hanya menggenangi SD Wijaya Lasem hingga gapura Karangturi. Fasilitas terminal dan sekolah juga ikut tergenang selama dua hari.

Petugas kebersihan Terminal Lasem, Damuri menyampaikan areal terminal bagian dalam masih tergenang sampai kemarin. Pemicu air dari drainase jalan pantura sampai ke barat buntu dan tersumbat.

”Mulai dua tahunan banjir. Ketinggian sekitar 40 cm. Air masuk ruangan warung di areal terminal Lasem,” jelasnya kepada Jawa Pos Radar Kudus.

Ia menyebutkan hujan di Lasem cukup lama. Mulai pukul 12.00 sampai sore hari. Di areal terminal terjadi limpahan air merata. Air sempat masuk pos di bagian pojok barat. “Air masuk pukul 03.00 dini hari,” ujarnya.

Hingga pukul 09.00 pagi sudah mulai surut. Sekitar di atas mata kaki orang dewasa. Sementara di areal terminal ada sekitar 30-an ruko. Didominasi warung makan, termasuk ada perkantoran.

Baca Juga :  Dekati Deadline, Distribusi Bantuan Sosial PPKM di Rembang Baru 61 Persen

Tidak hanya terminal.  Genangan air juga sempat terjadi di sekolahan. Tepatnya terjadi di SMPN 1 Lasem Minggu lalu. Kebetulan di sekolah sedang ada proyek. Bersumber APBD. Satu sanitasi air dan menaikan lapangan basket.

Bagian belakang banyak material. Itu menghalangi jalanya air. Lapangan basket dekat musala, sehingga penuh air. Bahkan lab bahasa. Termasuk gudang olahraga, karawitan dan bank sampah. Sore harinya sudah turun dibawah teras.

”Pagi sudah bersih. Memang Minggu tergenang. Dari dulu saya matur pak lurah, camat, pak bupati. Selokan desa Gedongmulyo yang menempel tembok sekolah bagian belakang lebih tinggi dari selokan saya. Jadi belakang sekolah sama banjir. Karena selokan lebih sempit,” kata kepala sekolah SMPN 1 Lasem, Estu Budi Winarni. (ali)

 

 






Reporter: Wisnu Aji

Most Read

Artikel Terbaru

/