alexametrics
23.9 C
Kudus
Wednesday, June 29, 2022

Lakukan Mitigasi, BPBD Rembang Tambah Tujuh Desa Tangguh Bencana

REMBANG – Desa rawan bencana di Rembang akan dipetakan. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Rembang akan menambah tujuh desa tangguh tahun ini. Wakil Bupati Rembang Mochamad Hanies Cholil Barro‘ meminta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Rembang agar melakukan mitigasi di desa- desa yang sudah ditetapkan sebagai rawan bencana.

”Saya minta untuk dibentuk menjadi desa tangguh bencana,” katanya.

Setelah pembentukan itu, diharapkan, warga desa bisa memiliki kesadaran dan kemampuan dalam pencegahan bencana.


Kepala Pelaksana BPBD Rembang Sri Jarwati menyampaikan, terkait dengan desa tangguh, bencana, saat ini di Rembang hanya ada satu. Yakni Desa Bendo, Sluke. Tahun ini pihaknya berencana akan membentuk tujuh desa lagi.

” Jadi desa tangguh ini masyarakatnya mandiri memiliki kesadaran, mereka tau cara penyelamatan diri ketika ada bencana,” katanya.

Sementara itu, di sisi lain, Hanies menilai, BPBD belum memiliki gudang yang representatif. Dan pihaknya akan mengupayakan untuk mencari solusi.

Baca Juga :  Kabar Gembira, Pekerja Seni di Rembang Dapat Lampu Hijau Gelar Pentas

“Gudang logistik mesti harus terpisah dengan gudang sarpras. Ini juga ada beberapa sarpras yang ditaruh di luar karena tidak kebagian tempat,” imbuhnya.

Terkait dengan gudang, saat ini logistik dan peralatan ditempatkan di ruangan kantor BPBD yang diberi sekat. Alternatif sementara, saat ini ini ada rumah kosong di belakang kantor yang bisa dimanfaatkan sebagai gudang. ”Nanti kami buat surat ke Pak Bupati, belakang itu ada perumahan yang menganggur. Jika diperkenankan akan kami minta dan rombak menjadi Gudang,” jelasnya.

Dengan keberadaan gudang tersebut, diharapkan bisa mempercepat pergerakan tim saat akan bertugas karena peralatan dan logistik tidak lagi disimpan di tempat yang berbeda. (vah/ali)






Reporter: Vachry Rizaldi Luthfipambudi

REMBANG – Desa rawan bencana di Rembang akan dipetakan. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Rembang akan menambah tujuh desa tangguh tahun ini. Wakil Bupati Rembang Mochamad Hanies Cholil Barro‘ meminta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Rembang agar melakukan mitigasi di desa- desa yang sudah ditetapkan sebagai rawan bencana.

”Saya minta untuk dibentuk menjadi desa tangguh bencana,” katanya.

Setelah pembentukan itu, diharapkan, warga desa bisa memiliki kesadaran dan kemampuan dalam pencegahan bencana.

Kepala Pelaksana BPBD Rembang Sri Jarwati menyampaikan, terkait dengan desa tangguh, bencana, saat ini di Rembang hanya ada satu. Yakni Desa Bendo, Sluke. Tahun ini pihaknya berencana akan membentuk tujuh desa lagi.

” Jadi desa tangguh ini masyarakatnya mandiri memiliki kesadaran, mereka tau cara penyelamatan diri ketika ada bencana,” katanya.

Sementara itu, di sisi lain, Hanies menilai, BPBD belum memiliki gudang yang representatif. Dan pihaknya akan mengupayakan untuk mencari solusi.

Baca Juga :  Sambangi Rembang, Kemensos dan Dewan Dorong Percepatan Penyaluran Bansos

“Gudang logistik mesti harus terpisah dengan gudang sarpras. Ini juga ada beberapa sarpras yang ditaruh di luar karena tidak kebagian tempat,” imbuhnya.

Terkait dengan gudang, saat ini logistik dan peralatan ditempatkan di ruangan kantor BPBD yang diberi sekat. Alternatif sementara, saat ini ini ada rumah kosong di belakang kantor yang bisa dimanfaatkan sebagai gudang. ”Nanti kami buat surat ke Pak Bupati, belakang itu ada perumahan yang menganggur. Jika diperkenankan akan kami minta dan rombak menjadi Gudang,” jelasnya.

Dengan keberadaan gudang tersebut, diharapkan bisa mempercepat pergerakan tim saat akan bertugas karena peralatan dan logistik tidak lagi disimpan di tempat yang berbeda. (vah/ali)






Reporter: Vachry Rizaldi Luthfipambudi

Most Read

Artikel Terbaru

/